Analisa Saham

Saham POLI: Peluang Investasi Masa Depan di Semarang

Ajaib.co.id – PT Pollux Investasi Internasional Tbk (POLI) merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan proyek properti, termasuk pembangunan, pengembangan, investasi, perdagangan, dan jasa penyewaan properti. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Pollux Properti Indonesia (POLL) yang berafiliasi dengan Pollux Properties Ltd asal Singapura.

Pollux Investasi Internasional mengelola 11 aset properti yang sudah beroperasi, yakni Paragon Mall, Central City Mall, Marquis de Lafayette Mall, Po Hotel, Merbabu Hotel, Louis Kienne Hotel Simpang Lima, Louis Kienne Hotel Pandanaran, Louis Kienne Hotel Pemuda, W/R Residence Apartment, The Pinnacle Apartment, Marquis de Lafayette Apartment.

Perusahaan juga tengah menggarap proyek pengembangan terintegrasi Paragon Mall 2 dan Boulevard View (Mall & Apartment).

POLI melakukan pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Januari 2019 dengan harga penawaran Rp1.635 per lembar. Saham POLI saat ini memiliki market cap sebesar Rp2,39 triliun dengan harga penutupan Rp1.190 per 11 Juni 2021.

Kepemilikan saham POLI terbesar berada di tangan pemegang saham pengendalinya, yakni Po Sun Kok (56,95%), komisaris POLI sekaligus Ketua Pollux Properties Ltd di Singapura. Sisanya terbagi antara PT Pollux Properti (23,00%), UOB Kay Hian (Hong Kong) Ltd (12,00%), UB Kay Hian Pte Ltd (7,77%), masyarakat (0,23%), serta PT World Apparel (0,05%).

Dengan portofolio bergengsi yang terutama berlokasi di ibu kota provinsi Jawa Tengah, bagaimana kinerja saham POLI? Berikut ini ulasan laporan keuangan dan latar belakang fundamental lainnya.

Kinerja Laporan Keuangan Terakhir

Laporan keuangan PT Pollux Investasi Internasional Tbk per kuartal III/2020 menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menghasilkan laba. Namun, tak lantas berarti laporan ini bernilai positif sepenuhnya.

Berikut rangkuman kinerja laba POLI berdasarkan laporan keuangan terakhir (dalam miliar rupiah, kecuali jika dinyatakan secara khusus):

Data menunjukkan bahwa hasil penjualan dan pendapatan usaha POLI merosot selama tiga kuartal awal dalam tahun 2020. Beban-beban justru meningkat dalam periode yang sama, sehingga laba yang dihasilkan jauh lebih rendah dibanding setahun sebelumnya.

Total aset POLI meningkat 7,77% menjadi Rp2,51 triliun dalam kuartal III/2020 dibandingkan Rp2,33 triliun per kuartal IV/2019. Ekuitasnya meningkat menjadi Rp1,71 triliun dari sebelumnya Rp1,68 triliun.

Adapun liabilitas perusahaan bertambah menjadi Rp795,55 miliar dari sebelumnya Rp649,96 miliar. Liabilitas jangka pendek meningkat, sedangkan liabilitas jangka panjang justru berkurang.

Laporan keuangan POLI kuartal III/2021 mencantumkan angka-angka yang cukup menggembirakan secara umum. Meski demikian, perusahaan terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan periode berikutnya.

Hingga saat ini, POLI belum menerbitkan laporan keuangan akhir tahun 2021. Padahal, batas waktu penyampaian laporan tersebut sudah berakhir pada 31 Mei lalu. Alhasil, otoritas Bursa Efek Indonesia menyematkan notasli khusus (L) pada saham POLI. Jika POLI mangkir lebih lama lagi, saham ini akan berisiko terkena suspensi.

Riwayat Kinerja

Bagaimana dengan rasio-rasio keuangan POLI? Berikut ini perbandingan kinerja keuangan POLI sejak 2018 hingga kuartal III/2018:

Fluktuasi ROE dan DER yang cukup drastis di atas dapat dipahami sebagai dampak dari IPO yang meningkatkan ekuitas dan penggunaan dana hasil IPO untuk menunaikan kewajiban-kewajiban perusahaan. Di sisi lain, angka ROA dan NPM relatif terhindar dari imbas aksi korporasi tersebut.

ROA dan NPM relatif stabil, bahkan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19. Hal ini mengisyaratkan perusahaan punya potensi cukup bagus dalam menghasilkan laba, meskipun laba yang telah diperoleh sejauh ini masih tipis.

Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

Sejak pencatatan saham perdananya, saham POLI belum pernah membagikan dividen. Perusahaan memilih untuk menahan laba guna pengembangan bisnis. Ini merupakan pilihan yang bagus dari perspektif growth investing, tetapi kurang menarik bagi investor yang mengincar dividen.

Prospek Bisnis POLI

Bisnis mal dan perhotelan cukup sengsara di tengah beragam pembatasan sosial yang diadakan pemerintah guna membendung pandemi Covid-19. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di kedua bidang itu pun menderita tekanan, termasuk Pollux Investasi Internasional.

Banyak analis yang optimistis terhadap prospek bisnis mal dan perhotelan setelah pandemi Covid-19 teratasi dan program vaksinasi meluas ke seluruh penjuru Indonesia. Khusus bagi Provinsi Jawa Tengah, kondisi itu mungkin akan terwujud lebih cepat karena pembagian vaksin yang terakselerasi dibandingkan kawasan luar pulau Jawa.

Prof Dr Andreas Lako, pengamat ekonomi Unika Soegiyapranata Semarang, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2021 akan mencapai 3,3%-4,5% atau lebih tinggi lagi. Proyeksi tersebut berlaku dengan asumsi New Normal dan pengendalian Covid-19 terus berlanjut.

Semarang sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah tentunya berkontribusi cukup besar dalam potensi pertumbuhan yang tinggi tersebut. Bagi POLI yang mayoritas bisnisnya berlokasi di kota Atlas, potensinya menjadi sama luas.

Kesimpulan

PT Pollux Investasi Internasional Tbk (POLI) memiliki latar belakang manajemen yang kuat, kinerja keuangan yang baik, serta portofolio bisnis yang ekstensif. Semua ini menandakan potensi pertumbuhan yang bagus di masa depan. Akan tetapi, saham POLI bukan pilihan investasi yang baik untuk saat ini.

Mengapa demikian? Ada dua alasan penting:

A. Kinerja keuangan terkini belum diketahui, karena POLI terlambat menerbitkan laporan keuangan akhir tahun 2020.

B. Saham POLI memiliki harga yang tergolong mahal dengan rasio PBV sebesar 1,4x dan PER sebesar 51,26x, sementara perusahaan belum mulai membagikan dividen.

Apabila kamu berminat untuk membeli saham operator Paragon Mall ini, sebaiknya menunggu hingga perusahaan telah memenuhi kewajibannya untuk menerbitkan laporan keuangan tepat waktu dulu. Pastikan juga bahwa kinerja keuangan teraktual POLI benar-benar masih ciamik.

Artikel Terkait