Saham BBCA dan BBRI Bersaing Raih Untung Jual Bersih Terbesar

Saham BBCA dan BBRI Bersaing Raih Keuntungan Jual Bersih Paling Besar
Saham BBCA dan BBRI Bersaing Raih Keuntungan Jual Bersih Paling Besar

Investor asing pada Kamis, 22 Agustus 2019 lalu melakukan aksi dengan menjual saham Bank BCA (BBCA). Dalam sebulan terakhir, saham BBCA bersaing dengan saham Bank BRI (BBRI) di posisi pertama dalam daftar saham yang menjanjikan keuntungan jual bersih paling besar.

Pada sesi pertama yang terjadi pada kemarin, investor asing membukukan jual bersih saham BBCA di angka Rp52,5 miliar di pasar reguler, sedangkan saham BBRI mencatatkan jual bersih sebesar Rp43,85 miliar.

Tentunya, dengan nilai yang dipaparkan tersebut, saham BBCA menjadi yang paling laris dijual. Sementara saham BBRI berada di peringkat kedua dalam perdagangan saham yang terjadi pada 22 Agustus.

Jika dihitung dalam sepekan terakhir, saham BBRI menempati posisi pertama dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp645,71 miliar, sementara saham BBCA duduk di peringkat kedua dengan nilai jual bersih investor asing sebesar Rp545,27 miliar.

Namun, jika dihitung dalam sebulan terakhir, posisi pertama kembali ditempati oleh saham BBCA dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp2,2 triliun. Saham BBRI menempati posisi kedua denan nilai jual bersih asing sebesar Rp2,08 triliun.

Direktur BCA Borong Saham

Sebelumnya diketahui bahwa Direktur BCA, Henry Koenaifi membeli banyak saham BBCA hingga 16.900 lembar. Berdasarkan surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diteken Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra, transaksi pembelian saham BCA itu digelar di harga Rp29.550 per saham ketika dibeli Hanafi.

Langkah yang dilakukan Henry Koenaifi itu sangat cemerlang. Pasalnya, harga saham BCA masih sangat menjanjikan karena setiap tahunnya bergerak ke arah tren positif.

Sebagai contoh, pada 23 Januari 2010, harga saham BCA hanya berada di kisaran Rp2.775 per lembarnya. Sembilan tahun setelahnya, harga saham BCA pun menciptakan rekor tertinggi, Rp29.400 per lembar.

Artinya, harga saham BCA itu sudah melonjak 909,01%. Jika beli saham BCA 100 lot atau 10 ribu unit pada 2010, kamu cuma butuh modal Rp27,75 juta rupiah. Hingga bulan Agustus lalu saham BCA tersebut dijual maka uang yang didapat mencapai Rp280 juta. Angka yang sangat fantastis bukan?

Kepemilikan BCA

Seperti diketahui, Bank ini, sebelum krisis 1998 dimiliki oleh keluarga Salim dan sekarang dikuasai oleh keluarga Hartono, pemilik grup Djarum. Sekarang tercatat sebagai emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesari di BEI.

BCA sendiri sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Mei 2000. Kala itu harga penawaran saham BCA masih Rp1.400 per lembar.

Kenaikan harga saham BCA terus mengerek kapitalisasi pasar perusahaan yang dipimpin Jahja Setiaatmadja tersebut hingga lompat ke nomor 22 tertinggi dunia, tiga level di atas posisi September tahun lalu yaitu posisi 25. 

Karena kenaikan posisinya dari September tahun lalu, saat ini kapitalisasi pasar emiten milik Group Djarum itu sudah melampaui bank asal Belanda yaitu ING Group NV dan bank asal Jepang Mizuho Financial Group Inc.

Lalu bagaimana denganmu, apakah kamu lebih tertarik berinvestasi saham di Bank BCA atau Bank BRI? Perlajari keduanya dengan baik dan jangan sampai salah melangkah ya!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait