Saham

Saham ADRO: Fakta Penting Sebelum Investasi

Ajaib.co.id – Pergerakan harga batu bara dunia masih berada di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir dan diprediksi masih akan cenderung melemah sepanjang 2019. Banyak orang menduga bahwa sektor saham perusahaan batu bara ini akan sulit untuk tumbuh karena kondisi ekonomi global yang suram membuat para investor dan pelaku pasar takut turunnya permintaan batu bara. Selain dari itu, adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang masih terus berlanjut pun masih memberi pengaruh yang cukup besar untuk sektor saham ini. 

Tidak dipungkiri juga bahwa saham sektor pertambangan merupakan penopang Indeks Saham Gabungan Indonesia. Apabila saham sektor pertambangan menurun akan berdampak negatif kepada Indeks Saham Gabungan. Begitu juga dengan saham ADRO yang merupakan perusahaan pertambangan yang begerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, jasa kontraktor pertambangan, infrastruktur, logistik batubara serta kegiatan pembangkit tenaga listrik. Harga Saham ADRO menjadi pun ikut cenderung turun akibat perang dagang tersebut. Banyak investor dan analis memperkirakan tren kinerja dan prospek saham ADRO masih dalam tren penurunan. Berikut 2 fakta megenai salah satu perusahaan tambanh terbesar di Indonesia

43,91% saham Adaro Energy Tbk milik orang terkaya ke-16 di Indonesia

 Saham yang bergerak di bidang pertambangan ini mulai tercatat sejak tahun 2008 di bursa saham Jakarta dan termasuk menjadi saham andalan para investor di bidang pertambangan. Karena kinerja perusahaan yang baik dan positif, perusahaan tambang ini pun masuk ke dalam 45 jajaran perusahaan terpilih di Bursa Efek Indonesia atau banyak orang mengenal dengan sebutan “LQ45:.

Selain dari itu, sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak sekali orang orang “tajir” yang memegang saham PT Adaro Energy, Tbk (ADRO). Salah satu pemegang terbesar saham ini adalah konglomerat terkaya Indonesia ke sembilan, yaitu Garibaldi Thohir atau yang dikenal dengan Boy Thohir! Selain menjadi pemegang saham terbesar ADRO sebesar 43,91% saham ADRO, ia pun menjabat sebagai Presiden Direktur perusahaan tambang tersebut dan sukses menjadikannya sebagai Orang Terkaya ke-16 di tahun 2018 versi Forbes. 

Selain dari Boy Thohir, ada Edwin Soerdajaja yang memiliki 3.91% lalu TP Rachmat 2,54% disusul oleh Arini Subianto 0.25% dan sisanya dimiliki oleh publik sebesar 43,69%.

Laba bersih ADRO kuartal I 2019 merangkak hinga 58%

Walaupun ditengah perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang sangat memengaruhi pasar, Saham Adaro disebut-sebut menghasilkan laba bersih pada awal kuartal I tahun 2019 sebesar Rp1,7 triliun. Penjelasan dari Febriati Nadira yang menjabat sebagai Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk menyebutkan bahwa pencapaian dan kinerja perusahaan yang terus membaik dan stabil serta mampunya menstabilkan efisiensi seluruh operasional bisnis membuat perusahaan tambang ini mampu mempertahankan marjin yang sehat dan menghasilkan peningkatan laba bersih hingga 58% dibanding dengan periode yang sama di tahun 2018.

Selai dari itu, peningkatan laba bersih yang dihasilkan oleh Adaro dikarenakan pendapatannya yang naik 11% menjadi 2.8% dan beban pokok yang naik hanya sebesar 8%. Sehingga laba usaha perusahaan tersebut naik hingga 19%.

Saham ADRO Anjlok di Kuartal 1 2020

Pada Maret 2020, harga saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) anjlok. Hal ini dimanfaatkan banyak pihak untuk mengakumulasi saham perusahaan batubara tersebut. Salah satu investor yang memanfaatkan momen ini adalah Chia Ah Hoo, Direktur di PT Adaro Energy Tbk. 

Pada 19 Maret 2020 Chia Ah Hoo telah memborong 1,5 juta lembar saham ADRO yang dibeli dengan harga Rp645 per saham.

Di mana, total nilai transaksinya tidak termasuk fee broker dan biaya lain-lain adalah sebesar Rp967,5 juta. Dengan membeli shaam tersebut, kini Chia Ah Hoo memiliki 0,03% saham ADRO, atau sebanyak 10.593.500 lembar.

Secara year to date (ytd) hingga 19 Maret 2020 harga saham ADRO telah terkoreksi 56,86%, yakni dari Rp1.495 menjadi Rp645 per saham. Dan pada perdagangan Jumat 20 Maret harga saham ADRO turun 1,55% menjadi Rp635 pe saham. Namun, pada hari ini 28 Juli 2020, harga saham ADRO meningkat menjadi Rp1.090 per lembar saham.

Itulah fakta yang bisa jadi pertimbangan buat kamu yang ingin melakukan investasi batu bara di saham ADRO. Dengan mengetahui fakta tersebut, kamu bisa mengambil keputusan dengan lebih mudah. Jadi, siap berinvestasi di ADRO?

Nah, bagi kamu yang ingin membeli saham ADRO, kini kamu bisa membelinya dengan mudah melalui Ajaib, platform investasi online yang dapat membantu kamu memulai investasi kapan dan di mana saja. Hanya dengan modal mulai dari Rp100 ribu, kini kamu bisa menjadi salah satu investor saham di perusahaan batubara. Jadi tunggu apalagi? Mulai investasi kamu sekarang di Ajaib!

Artikel Terkait