Saham

Performa Saham ANTM dan MDKA, Mana Lebih Untung?

Ilustrasi artikel Ajaib: Perbandingan Performa Saham ANTM dan MDKA, Mana Lebih Untung?

Ajaib.co.id – Performa saham ANTM senantiasa menjadi perbincangan, apalagi mengingat bahwa BUMN satu ini telah berdiri sejak 1968, dan tidak lepas dari kehidupan masyarakat.

Harga emas meroket pesat sejak tahun 2019 hingga awal tahun 2020 ini. Kekhawatiran investor terhadap potensi dampak wabah virus Corona telah mengakibatkan aksi jual marak di pasar saham. Di sisi lain, minat beli emas meningkat karena dianggap sebagai aset pelindung kekayaaan terbaik di masa krisis. Saat ini, tren kenaikan harga emas pun menjadi sentimen di tengah pandemi virus corona.

Menurut data kontan.co.id, Jakarta, harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp3000 pada 26 September 2020, yaitu ada pada harga Rp1.006.000. Sedangkan harga buyback emas ANTAM juga turun Rp3000 menjadi Rp894.000

Apakah kamu juga berminat untuk berinvestasi emas dalam situasi sekarang? Daripada berinvestasi emas secara langsung, coba pertimbangkan untuk membeli saham perusahaan emas saja.

Perusahaan emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi rekomendasi saham dengan portofolio bisnis yang ekstensif. Emiten emas relatif lebih aman dari gejolak siklikal dibanding emiten sektor pertambangan lain, karena aktivitas bisnis utama berkaitan dengan logam mulia. Mereka juga mengeksplorasi beraneka bahan tambang lain untuk meragamkan sumber pendapatan perusahaan, sehingga tidak hanya tergantung pada satu komoditi saja.

Bagaimana gambaran performa saham ANTM dan MDKA? Saham mana yang lebih menguntungkan kelak? Mari kita ulas bersama mulai dari perbandingan parameter PE Ratio, PBV, Dividen, hingga beragam aspek fundamental dan teknikal lain.

Keterangan:

  • Price Earnings Ratio (PER): Perbandingan antara harga saham dan laba bersih perusahaan. Semakin rendah angkanya, semakin baik.
  • Price-to-Book Value (PBV): Rasio yang membandingkan nilai pasar suatu saham terhadap nilai buku per lembar saham. Nilai lebih tinggi berarti lebih mahal.
  • Earnings Per Share (EPS): Laba bersih per lembar saham. Makin besar angkanya, makin baik.
  • Dividen: Pembagian laba per lembar saham, terdiri atas dividend yield dan nominal dividen.

Performa Saham PT Aneka Tambang

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) didirikan pada tahun 1968 oleh pemerintah Indonesia dengan menggabungkan beberapa BUMN bidang tambang. Perseroan mulai melantai di bursa efek Jakarta pada tahun 1997 dengan kode saham perusahaan ANTAM (ANTM). Sebagian besar pendapatannya (sekitar 70 persen) bersumber dari aktivitas bisnis terkait emas, sedangkan sisanya berhubungan dengan bauksit, nikel, feronikel, batu bara, dan perak.

ANTM merupakan satu-satunya produsen emas Indonesia yang terakreditasi oleh London Bullion Market Association (LBMA). Emas Antam juga mendominasi pasar emas fisik Indonesia, meskipun ada beberapa produsen emas swasta lain seperti UBS dan PT Pamitramas Mulia (King Halim Gold) yang belum go public. Dengan demikian, tak heran bila ANTM identik dengan label “emiten emas Indonesia”.

Sayangnya, performa saham ANTM justru loyo. Fluktuasi harga saham sudah berlangsung sejak paruh kedua tahun 2019, berlanjut hingga terimbas aksi jual bursa pada kuartal pertama tahun 2020 ini. Saat ini (2 Maret 2020), harga saham ANTM sudah jatuh ke rekor terendah sejak akhir tahun 2018.

Mengapa performa saham ANTM sangat buruk? Patut untuk diketahui, ANTM sempat melaporkan kemerosotan laba per kuartal ketiga tahun 2019. Padahal harga emas meningkat pesat dalam kurun waktu yang sama. Penurunan laba disebabkan oleh kenaikan bebn pokok perusahaan hingga hampir 30 persen. Pada saat itu, ANTM tengah berupaya untuk ekspansi pabrik dan hilirisasi perseroan.

Beberapa upaya ekspansi ANTM antara lain membentuk joint venture dengan Shandong Xinhai Technology Co Ltd, salah satu produsen nikel terbesar asal Tiongkok. Ada pula pendirian perusahaan patungan dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Jadi, bagaimana dengan prospek saham ANTM ke depan? Dilihat dari PE Ratio dan PBV, harga saham ANTM saat ini terhitung murah. Apalagi perusahaan ini dikenal rajin bagi-bagi dividen, meski nominalnya tak sebanyak jatah yang diberikan oleh emiten blue chip. Outlook perusahaan dalam jangka panjang juga solid karena kuatnya fondasi perusahaan dan upaya ekspansi yang diharapkan berbuah manis.

Dari segi teknikal, pergerakan harga saham ANTM dalam grafik telah menembus dasar (bottom) kisaran level support multi-tahun. Artinya, ada risiko penurunan berlanjut sampai kisaran Rp300-400. Meski demikian, potensi kenaikan harga saham kembali dalam jangka panjang justru lebih besar, karena support kunci pada rentang Rp600-700 sangat kuat dan fundamental perusahaan cukup mantap.

Kalau kamu berminat untuk berinvestasi saham ANTM, maka ini bisa jadi peluang emas untuk mulai mengoleksinya. Akan tetapi, ingat pula bahwa tren bearish bursa saham dunia secara umum masih terus berlangsung. Ada baiknya menyiapkan dana cadangan untuk berjaga-jaga kalau-kalau penurunan harga akan berlanjut dalam jangka pendek.

Performa saham PT Merdeka Cooper Gold

PT Merdeka Copper Gold Tbk berusia lebih muda daripada ANTM. Perusahaan yang merupakan bagian dari grup Saratoga ini didirikan pada tahun 2012, kemudian melakukan IPO pada tahun 2015. Aktivitas bisnis utamanya mencakup produksi tembaga, emas, perak dan bahan mineral lain.

Meski baru beroperasi, performa saham MDKA sangat cemerlang. Pendapatan tumbuh 66.95% pada semester pertama tahun 2019, dengan laba naik 29.78%. Berkat laporan perolehan laba fantastis itu, harga saham MDKA mencapai rekor tertinggi pada tahun 2019.

Pertanyaannya, apakah saham MDKA masih prospektif untuk investasi ke depan? Jika diperhatikan PBV dan PE Ratio, maka saham MDKA tergolong mahal. Nominal harga saham per lembar yang mencapai ribuan rupiah juga membuatnya kurang likuid untuk investor umum. Butuh modal besar untuk mengoleksinya. Apalagi, perusahaan ini belum membagi dividen karena masih dalam masa pertumbuhan.

Dilihat dari segi teknikal, posisi harga saham MDKA sekarang sudah mencapai puncak. Akan sulit untuk mendaki kembali, kecuali jika ada katalis yang cukup signifikan seperti laporan keuangan yang melampaui ekspektasi. Dalam kondisi bursa saham dunia yang jelek seperti sekarang, investor juga kemungkinan akan melepas MDKA untuk sementara waktu.

Kalau kamu menginginkan pendapatan cepat dari capital gain atau dividen, maka saham MDKA bukan pilihan yang bagus. Akan tetapi, MDKA termasuk dalam kelompok saham langka yang dapat menjadi pilihan ideal untuk growth investing. Saham-saham seperti ini memang terhitung mahal dari segi PBV dan PE Ratio, tetapi perusahaannya memiliki prospek pertumbuhan yang cukup bagus.

Syarat utama untuk merealisasikan target growth investing: kamu harus mampu bersabar menanti pertumbuhan perusahaan hingga beberapa tahun ke depan. Kalau kamu mudah ragu dan khawatir ketika harga saham menurun dalam jangka pendek, maka investasi saham lain bisa jadi lebih cocok untukmu.

Tahukah kamu, ada alternatif investasi saham unggulan yang lebih mudah. Tak perlu menganalisis teknikal maupun fundamental sendiri, dan investasi bisa dimulai dari Rp10.000 saja. Alternatif investasi reksa dana tematik bertajuk “Fokus pada Infrastruktur” via aplikasi Ajaib dikelola oleh manajer investasi berpengalaman. Dengan ikut serta dalam reksa dana ini, secara tidak langsung kamu mengoleksi saham-saham yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang terbaik di bidangnya, termasuk MDKA, BBCA, dan BBRI.

Artikel Terkait