Haruskah Kita Memiliki Saham TLKM?

Haruskah Kita Memiliki Saham TLKM?

Beberapa waktu yang lalu, Bursa Efek Indonesia sedang mengalami masa “bearish” atau dikenal dengan cenderung melemah. Mengakibatkan banyak investor mengeluh dan panik. Masa bearish memang masa yang cukup sulit untuk investor.

Karena dibutuhkan kesabaran yang lebih untuk mempertahankan sahamnya. Berbeda dengan investor yang sudah lama terjun ke investasi pasar. Momen ini adalah waktu yang sangat tepat untuk mereka membeli saham yang sedang “diskon”.

Karena ketika pasar modal bergerak menurun, beberapa perusahaan yang memiliki fundamental yang baik, nilai sahamnya juga ikut diskon.

Namun, bagaimana dengan perusahaan-perusahaan “blue chips” yang dinilai menjadi saham unggulan? Blue chips adalah saham yang memiliki kapitalisasi besar. Selain itu juga memiliki pendapatan stabil serta dapat memberikan dividen secara reguler. Umumnya saham seperti ini sangatlah cocok untuk dijadikan instrumen investasi jangka panjang.

Karena dinilai lebih aman dan tidak fluktuatif seperti saham lainnya. Lalu yang seperti apakah yang paling sering diperjual belikan di bursa saham? Telkom Indonesia adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Perusahaan yang memiliki kode TLKM ini, merupakan salah satu perusahaan yang termasuk blue chips.Karena kapitalisasi yang besar dan pendapatannya yang stabil.  Terbukti, dengan stabilnya harga saham TLKM saat pasar mengalami masa bearish, beberapa hari lalu.

Walaupun IHSG turun hingga level 6,119, kinerja TLKM tetap stabil bahkan cenderung naik. Saham ini tetap bertahan di Rp4.100 dan naik sampai ke harga Rp4.300.

Sangat jelas kinerja TLKM dan perkembangan yang sedang gencar dilakukan membuat emiten TLKM tetap stabil. Bahkan jelas-jelas cenderung naik. Menurut analisis fundamental, salah satu alasan terbesar TLKM tetap stabil adalah, berkembang pesatnya digitalisasi.

Telkom Indonesia mengklaim bahwa pelanggan telepon tetap mereka kini sebanyak 15 juta pengguna. Serta pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta pengguna dan terus bertambah. Selama kita masih membutuhkan layanan digital perkembangan perusahaan ini dijamin akan terus meningkat.

Layanan digital yang sedang berkembang pesat ini sangat berkontribusi terhadap kinerja positif TLKM. Karena layanan digital tercatat berhasil menyumbang 68,4% dari pendapatan total TLKM. Hal ini juga menjadikan Telkom mencetak kinerja positif pada awal kuartal 2019 kemarin.

Selain dari itu, kinerja anak perusahaan Telkom, yaitu Telkomsel pun menunjukan hasil yang positif. Terbukti dengan naiknya jumlah pelanggan dan peningkatan pendapatan total. Kenaikan hingga 1.4% dibandingkan dengan kuartal pertama pada tahun 2018.

Walau beberapa tempo lalu bursa sedang cenderung turun, kinerja TLKM terus meningkat. Menunjukkan bahwa lembaran surat TLKM sangat layak untuk dikoleksi. Terutama untuk para investor yang memiliki profil resiko yang rendah.

Saham TLKM dapat menjadi pilihan yang sangat cocok untuk investor pemula. Yaitu para milenials yang baru memulai karir tetapi ingin memulai menabung saham karena resiko kerugiannya yang cukup rendah.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait