Sempat Naik 32%, Saham BIPI Tertidur Lagi

saham-bipi
saham-bipi

Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tidur panjang lagi. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham BIPI berada di posisi Rp50 per lembarnya. Lalu, bagaimana nasib saham BIPI ini?

Patut diketahui, saham BIPI hanya di angka gocap sejak 23 Juli lalu hingga sekarang. Padahal, saham mereka sempat melonjak drastis hingga 34 persen pada awal Juli lalu. Tercatat, pada 3 Juli 2019, harga saham BIPI berada di posisi Rp71,70 per unitnya.

Strategi Saham BIPI

Mereka melonjak drastis dari posisi Rp55 per lembarnya. Namun setelah kenaikan hingga 32 persen itu, saham BIPI melorot lagi di angka Rp50 per unit. Tentunya, hal ini menjadi angkat terendah di sepanjang sejarah mereka.

Tak mau tidur lebih panjang, perusahaan yang bergerak di dunia infrastruktur itu menjalankan perdagangan rights issue atau langkah penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu.

Untuk ekspansi usaha, pada saat ini BIPI masih dalam tahap penjajakan dan proses uji tuntas. Diharapkan periode pelaksanaan ekspansi tersebut akan rampung pada semester satu tahun 2020.

Bersamaan dengan penerbitan rights issue tersebut, BIPI juga menerbitkan 13,6 miliar waran seri II setara dengan 33,87% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Di mana pada setiap satu saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut melekat tiga waran.

Waran ini memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dengan nominal Rp100. Setiap pemegang satu waran berhak membeli satu saham perseroan dengan harga pelaksanaan Rp125 per saham sehingga seluruhnya berjumlah maksimal Rp1,7 triliun.

Waran tersebut bisa dilaksanakan selama periode 6 Januari 2020 sampai dengan 6 Januari 2023.

Saat ini BIPI tengah menggenjot proyek infrastruktur energi yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Total ada sembilan proyek yang akan digarap dengan alokasi kebutuhan dana sebanyak US$ 2,5 miliar.

Langkah-langkah BIPI

BIPI tengah melakukan studi kelayakan atas sembilan proyek tersebut dan diharapkan studi pertama selesai pada kuartal tiga tahun ini. Beberapa proyek awal akan fokus pada perluasan infrastruktur yang ada untuk meningkatkan kapasitas penanganan batu bara perusahaan 24 juta ton hingga 30 juta ton dalam jangka waktu tiga tahun.

Lebih lanjut, rights issue yang diterbitkan sebanyak 4,53 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100. Jumlah tersebut setara dengan 10,14 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. BIPI membidik dana segar sekitar Rp453,4 miliar.

Pada kuartal I-2019 BIPI membukukan peningkatan pendapatan hingga 4.235 persen dari 0,37 juta dolar Amerika Serikat menjadi 16,04 juta dolar Amerika Serikat.

Pendapatan ini berasal dari sewa pelabuhan sebesar 71,4 persen dan sewa crusher 28,6 persen. Sedangkan di periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan BIPI hanya berasal dari bisnis pertambangan yang menyumbang 100 persen.

Peningkatan pendapatan ini diikuti dengan peningkatan beban hingga 425% menjadi 2,45 juta dolar Amerika Serikat. Ini menyebabkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 17,9 persen menjadi 6,05 juta dolar Amerika Serikat.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait