Analisa Saham

Review Fundamental dan Teknikal Saham IPO OBMD

Sumber: Drilchem

Ajaib.co.id – Dalam melakukan eksplorasi terhadap sumber daya alam, terutama migas, untuk menemukan satu sumber kekayaan alam tersebut membutuhkan usaha yang tidak sedikit dan tidak murah.

Tidak hanya itu, risiko dibalik usaha pengeboran itu pun cukup besar. Karena untuk menemukan kandungan kekayaan alam, itu diperlukan eksplorasi dan pengeboran yang cukup dalam, dan hal tersebut juga tidak menjamin kekayaan alam tersebut dapat ditemukan.

Atas permasalahan tersebut, perseroan yang akan melantai di bursa satu ini memproduksi dan menjual produk yang dapat mencegah kegagalan dalam hal eksplorasi gas alam.

Profil Singkat Emiten

PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) berdiri pada tahun 1996, merupakan perusahaan multinasional terdepan yang memproduksi bahan aditif yang berguna untuk mencegah kerugian yang terjadi dalam aktivitas pengeboran dengan menggunakan teknologi serat.

Produk-produk yang dikeluarkan oleh perseroan ini memiliki tujuan untuk mengurangi waktu non produktif pada site pengeboran, dapat pula membantu meningkatkan stabilitas sumur bor, mencegah kehilangan cairan pada sumur bor. mengurangi tarikan yang berlebih, hingga meningkatkan pembersihan lubang.

Saat sebelum melaksanakan proses penawaran umum saham perdana, komposisi kepemilikan saham perseroan terdiri atas PT Indotek Driling Solusi (74,84%), Mohamad As’ad (12,58%), Ryanto Husodo (12,58%).

Detail Rencana IPO Saham OBMD

Saham OBMD melakukan penawaran saham perdana melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sebanyak 182.000.000 lembar saham atas nama dengan nominal Rp50 setiap lembar saham, atau sama dengan senilai 24,86% dari total modal yang ditempatkan setelah proses penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dengan harga penawaran awal sebesar Rp150 – Rp180.

Dan dengan harga final penawaran yaitu Rp180. Perseroan juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak 91.000.000 atau sebanyak 16,55% dari total modal ditempatkan, di mana setiap pemegang saham baru berhak mendapatkan satu Waran Seri 1.

Prakiraan struktur pemegang saham PT Indotek Driling Solusi (56,23%), Mohamad As’ad (9,45%), Ryanto Husodo (9,45%), dan Masyarakat (24,86%)

Penjamin pelaksana emisi efek OBMD adalah PT KGI Sekuritas.

Jadwal Penawaran Saham OBMD

Jadwal penawaran saham IPO OBMD berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal : 18 – 22 November 2021
  • Tanggal Efektif : 30 November 2021
  • Masa Penawaran Umum : 2 – 6 Desember 2021
  • Tanggal Penjatahan : 6 Desember 2021
  • Tanggal Distribusi Saham dan Waran Seri I: 7 Desember 2021
  • Tanggal Pencatatan di BEI : 8 Desember 2021
  • Tanggal Awal Perdagangan Waran Seri I : 8 Desember 2021
  • Tanggal Akhir Perdagangan Waran Seri I Pasar Reguler : 2 Desember 2022
  • Tanggal Akhir Perdagangan Waran Seri I Pasar Tunai : 6 Desember 2022
  • Tanggal Awal Pelaksanaan Waran Seri I : 8 Juni 2022

Rencana Penggunaan Dana IPO Saham OBMD

Berdasarkan prospektus saham IPO OBMD, dana yang dihimpun dari kegiatan IPO, setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan berbagai hal, dan seluruhnya akan digunakan untuk pembelian bahan baku berupa serbuk serat selulosa dan kalsium karbonat dari pihak ketiga untuk mengantisipasi kontrak kontrak yang akan diperoleh perseroan di masa yang akan datang. Sedangan dana yang didapat dari pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan untuk Capital Expenditure (CAPEX) perseroan.

Kinerja Laporan Keuangan

Prospektus saham OBMD menunjukkan kinerja yang cukup positif. Terlihat kenaikan laba bersih pada 3 tahun terakhir, namun terdapat penurunan laba bersih pada kuartal terakhir yaitu Kuartal III-2021 di mana terjadi penurunan dibandingkan dengan kinerja Kuartal III-2020 sebanyak 204,43% diakibatkan dengan adanya penurunan laba bersih.

Rasio Keuangan OBMD

Berikut merupakan rangkuman rasio keuangan saham IPO OBMD selama bulan Desember 2018 hingga kinerja September 2021:

Data di atas menunjukkan bahwa fundamental OBMD menunjukan pertumbuhan yang bersifat fluktuatif namun ke arah yang positif. Dari rasio pertumbuhan, rasio usaha hingga keuangan mencerminkan kinerja yang cukup positif.

Kebijakan Dividen OBMD

Prospektus saham IPO OBMD menuturkan bahwa pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen saham OBMD, dengan skema 10% dari total bersih laba berjalan mulai tahun buku 2022.

Prospek Bisnis OBMD

Pandemi COVID-19 juga berdampak pada permintaan energi global yang mengalami penurunan pada tahun 2020. International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan energi dunia akan kembali ke level tahun 2019 paling cepat pada tahun 2023 nantinya dan paling lambat pada tahun 2025 tergantung seberapa cepat tingkat penanggulangan COVID-19.

Perkembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) juga menjadi tantangan tersendiri bagi pertumbuhan permintaan minyak dunia kedepannya.

Investasi Hulu Migas Global

Sumber: Prospektus Saham OBMD (IEA)

Angka investasi pada industri hulu migas dunia juga mengalami penurunan pada tahun 2020, namun dalam skenario yang dirancang oleh International Energy Agency (IEA), angka tersebut akan pulih pada medio 2025 – 2030 dan seterusnya dengan mempertimbangkan peningkatan permintaan pada Energi Baru Terbarukan (EBT) akan mengakselerasi eksploitasi industri hulu migas yang tersisa. 

Berbeda dengan kondisi industri migas global, industri migas di Indonesia menunjukkan masih ada potensi pertumbuhan investasi dan produksi dari sektor migas Nasional. Hal ini ditunjukkan oleh tingkat konsumsi minyak Nasional pada tahun 2019 yang berada di angka 1,7 juta barrel per hari (bph) sementara tingkat produksi Nasional di angka 781 ribu bph.

Meski dengan tingkat produksi minyak Nasional yang masih di bawah 1 juta bph, minyak merupakan porsi terbesar kedua, yaitu sebesar 34% dari energi utama Nasional setelah batubara yang memiliki porsi sebesar 37%.

Potensi industri minyak Nasional juga ditunjukkan oleh data yang dikeluarkan oleh SKK Migas yang menunjukkan bahwa terdapat sekitar 20 titik cadangan minyak yang sudah berproduksi, 27 titik cadangan minyak yang belum diproduksi dan 68 titik cadangan migas yang belum digali.

Hal inilah yang kemudian mendorong pemerintah mencanangkan target 1 juta barrel minyak per hari (bopd) dan 12 miliar standar kaki kubik per hari (bscfd) pada 2030.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan prospektus saham IPO OBMD, perseroan memiliki fundamental yang cukup kuat, selain itu masih terdapat banyak lahan migas yang belum dieksplorasi di Indonesia menjadikan prospek yang masih sangat bagi perseroan.

Dari fundamental, kita dapat melihat menggunakan pendekatan rasio keuangan, dari rasio profitabilitas terlihat adanya peningkatan di setiap periodenya, ini menandakan bahwa OBMD mampu mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki untuk mencetak atau menghasilkan laba.

Lalu dari rasio solvabilitas walaupun berfluktuasi namun terlihat kecenderungan mengalami penurunan dari tingginya tingkat utang terhadap aset atau ekuitas, ini menandakan kecil paparan perusahaan dari masalah kebangkrutan akibat utang.

Dari analisa teknikal kita dapat melihat bahwa saham OBMD cukup jatuh dari harga IPO nya, namun dapat kita lihat bahwa mulai adanya tanda-tanda reversal, akan lebih low risk jika masuk atau membeli saham OBMD ketika dia sudah breakout  MA-5 nya di level harga Rp125.

Dengan prospek yang bagus, maka saham IPO OBMD ini menarik untuk dimasukan kedalam watchlist teman-teman.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait