Analisa Saham

Review Fundamental dan Teknikal Saham IPO AVIA

Sumber: Avian Brands

Ajaib.co.id – Perusahaan yang akan kita bahas kali ini merupakan salah satu perusahaan yang memiliki produk yang sudah cukup lama terkenal di masyarakat. Perusahaan ini baru saja resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini pernah merilis iklan yang cukup terkenal dengan tagline nya Cat Kayu dan Besi. Perusahaan yang akan kita bahas kali ini dengan kode emiten AVIA atau PT Avia Avian Tbk.

Profil Singkat Emiten

PT Avia Avian Tbk (AVIA) berdiri pada tahun 1978 di kabupaten Sidoarjo sebagai pabrik pertama, lalu kemudian membangun pabrik kedua nya di Serang, Banten pada tahun 1996 dan pabrik ketiganya di Medan pada tahun 2007.

Perseroan sendiri telah lama malang melintang memproduksi berbagai produk cat seperti cat dinding, cat kayu dan besi, cat anti air, perawatan kayu, dan solusi arsitektur lainnya seperti semen instan. Tidak hanya itu, perseroan kini juga menawarkan produk lain seperti pipa, mebel, dan produk lainnya.

Saat sebelum melaksanakan proses penawaran umum saham perdana, komposisi kepemilikan saham perseroan terdiri atas PT Tancorp Surya Sentosa (44,10%), PT Wahana Lancar Rejeki (39,14%), Archipelago Investment Private Limited (10,00%), Robert Christian Tanoko (2,70%), Rony Tanok (2,03%), Rudi Tanoko (2,03%)

Detail Rencana IPO Saham AVIA

Saham AVIA melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) melalui mekanisme e-IPO. Perseroan menawarkan sejumlah 6.200.000.000 lembar saham baru dengan nominal sebesar Rp10, atau sebesar 10,0075% dari modal yang ditempatkan.

Harga penawaran awal pada masa Book Building berkisar antara Rp780 hingga Rp930, serta dengan harga final yaitu Rp930.

Prakiraan struktur pemegang saham PT Tancorp Surya Sentosa (39.69%), PT Wahana Lancar Rejeki (35,23%), Archipelago Investment Private Limited (09,00%), Robert Christian Tanoko (02,43%), Rony Tanok (1,82%), Rudi Tanoko (1,82%), dan Masyarakat (10,01%)

Penjamin pelaksana emisi efek AVIA adalah PT Mandiri Sekuritas dan Penjamin Emisi Efeknya adalah PT UBS Sekuritas dan PT Credit Suisse Indonesia

Jadwal Penawaran Saham AVIA

Jadwal penawaran saham IPO AVIA berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal : 12 -18 November 2021
  • Tanggal Efektif : 29 November 2021
  • Masa Penawaran Umum : 2 – 6 Desember 2021
  • Tanggal Penjatahan : 6 Desember 2021
  • Tanggal Distribusi Saham : 7 Desember 2021
  • Tanggal Pencatatan di BEI : 8 Desember 2021

Rencana Penggunaan Dana IPO Saham AVIA

Berdasarkan prospektus saham IPO Avian, dana yang dihimpun dari kegiatan IPO, setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan berbagai hal, yaitu sekitar 54,50% akan digunakan untuk modal kerja, sekitar 18,20% akan digunakan oleh PT Tirtakencana Tatawarna untuk modal kerja, sekitar 14,00% akan digunakan belanja modal.

Kinerja Laporan Keuangan

Prospektus saham PT Avia Avian menunjukkan kinerja yang cukup positif. Terlihat kenaikan laba bersih pada 3 tahun terakhir, bersamaan juga dengan posisi laba konsisten bertumbuh, terutama pada periode lima bulan yang berakhir tanggal 31 Mei, seperti 31 Mei 2021 tumbuh sebesar 44% dibandingkan dengan kinerja 31 Mei 2020 sebagai akibat naiknya harga eceran serta berbagai produk AVIA yamg berhasil produksi sendiri sehingga bebannya lebih rendah.

Rasio Keuangan AVIA

Berikut merupakan rangkuman rasio keuangan saham IPO AVIA selama bulan Desember 2018 hingga kinerja Mei 2021:

Data di atas menunjukkan bahwa kinerja keuangan AVIA menunjukan pertumbuhan yang bersifat fluktuatif namun ke arah yang positif. Dari rasio pertumbuhan, rasio usaha hingga keuangan mencerminkan kinerja yang cukup kuat secara fundamental..

Kebijakan Dividen AVIA

Prospektus saham IPO AVIA menuturkan bahwa pemegang saham yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen saham AVIA, dengan skema 50% dari total bersih laba berjalan mulai tahun buku 2022.

Prospek Bisnis AVIA

India dan negara-negara Asia Tenggara yang termasuk di dalam nya Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina menunjukkan total konsumsi cat dan pelapis per kapita yang berbeda-beda. Rata-rata konsumsi cat dan pelapis per kapita di Indonesia adalah 6,0 liter pada tahun 2020, dibandingkan dengan India yang konsumsi per kapitanya sebesar 4,1 liter.

Di Indonesia, konsumsi per kapita untuk cat dan pelapis telah tumbuh secara signifikan selama 2015-2020 dari sekitar 4,3 liter menjadi 6,0 liter per kapita dengan mencatatkan perkiraan CAGR mencapai 7%. Tingkat pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari India yang mencatatkan CAGR 4,5% antara 2015 dan 2020.

Konsumsi cat per kapita Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan negara tetangganya di ASEAN seperti Thailand, Malaysia dan Singapura. Karena kondisi pasar yang matang, pertumbuhan konsumsi cat per kapita di negara-negara maju seperti Amerika Utara, Jepang jauh lebih rendah daripada Indonesia selama periode waktu yang sama. 

Faktor pendorong utama untuk pasar Indonesia adalah meningkatnya laju urbanisasi di dalam negeri, meningkatnya kegiatan konstruksi untuk perumahan, non-perumahan, dan infrastruktur di seluruh wilayah, serta meningkatnya pendapatan bebas yang secara langsung meningkatkan pengeluaran untuk produk cat dan pelapis untuk rumah warga.

Selain itu, penggunaan cat dan pelapis di sektor industri semakin meningkat seiring dengan meningkatnya belanja infrastruktur pemerintahan Jokowi yang meliputi jaringan transportasi, energi, dan prasarana.

Kegiatan manufaktur kunci juga telah mendorong pertumbuhan PDB selama bertahun-tahun yang meningkatkan konsumsi pelapis industri dan pelindung di Indonesia

Konsumsi Cat dan Pelapis per Kapita di Indonesia Vs Beberapa negara lain dalam Liter 2020

Sumber: Frost & Sullivan (Prospektus Perseroan)

Sebagai penyumbang hampir 70-75% dari total penjualan cat dan pelapis dekoratif, pengecatan ulang adalah penggunaan akhir utama dari cat dan pelapis dekoratif. Dalam satu dekade terakhir, rata-rata siklus pengecatan ulang di Indonesia berangsur-angsur berkurang dari selang waktu 6-7 tahun menjadi 3-4 tahun. Siklus pengecatan ulang di Indonesia relatif singkat dibandingkan dengan India dan Thailand yang memiliki siklus pengecatan ulang sekitar 4-5 tahun.

Dengan meningkatnya pengetahuan mereka akan produk cat dan pelapis, konsumen Indonesia juga semakin sadar akan pentingnya estetika, penampilan dan penampakan tempat tinggal mereka. Lebih dari itu, frekuensi pengecatan ulang untuk dinding interior lebih pendek dibandingkan dengan dinding eksterior karena keperluan estetika interior yang lebih tinggi, dan ditargetkan terutama pada populasi kelas menengah ke atas.

Bahkan ketika rumah yang ada masih dalam kondisi baik, mereka mulai merencanakan kegiatan peremajaan dan pengecatan rumah secara lebih teratur, terutama pada saat-saat hari raya besar seperti Idul Fitri dan Natal. 

Siklus Pengecatan Ulang Rumah di Indonesia 2010 vs 2020

Sumber: Frost & Sullivan (Prospektus Perseroan)

Kesimpulan

Berdasarkan laporan prospektus saham IPO AVIA, perseroan memiliki fundamental yang cukup kuat, dan prospek usaha yang cukup bagus, secara fundamental perusahaan ini dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang sudah mature.

Dari fundamental, kita dapat melihat menggunakan pendekatan rasio keuangan, dari rasio profitabilitas terlihat adanya peningkatan di setiap periodenya, ini menandakan bahwa AVIA mampu mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki untuk mencetak atau menghasilkan laba, dan rasio solvabilitasnya pun terjaga cukup rendah.

Dari analisa teknikal kita dapat melihat bahwa saham AVIA bergerak naik dari kejatuhan harga pasca IPO, dan kini terlihat sedang menguji support MA-10, bagi yang ini entry ke dalam saham AVIA dapat menunggu bahwa saham mantul di area MA-10 atau naik dari harga Rp920 supaya risk reward lebih maksimal.

Dengan prospek yang bagus, maka saham IPO AVIA ini menarik untuk dimasukan kedalam watchlist teman-teman.

DisclaimerInvestasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait