Proyek Ibu kota Baru, Ini Target Harga Saham ADHI

saham-adhi

Perusahaan BUMN, PT Adhi Karya Persero TBK menyatakan siap untuk menangkap peluang pembangunan Ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lalu, bagaimana valuasi dan target harga saham ADHI?

Berdasarkan data yang dilansir dari Bisnis, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) masih diperdagangkan dengan nilai yang murah. Saham tersebut diperdagangkan dengan price to earnings (PER) di bawah 10 kali hingga penutupan perdagangan pada Senin (26/08/2018) lalu.

Saham ADHI tercatat masih diperdagangkan dengan PER 7,46 kali. Target harga saham ADHI berada di level Rp1.976,50 per saham.

ADHI sendiri siap menangkap peluang dari proyek pembangunan infrastruktur di Ibu kota baru. Para kontraktor BUMN pun yakin, bahwa program tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan.

Sebelumnya, ADHI berencana untuk menambah kepemilikan saham di PT Jakarta Tollroad Development, yaitu perusahaan pemegang enam ruas tol dalam Jakarta.

Hingga saat ini, ADHI sudah terlibat di dalam pekerjaan konstruksi di ruas tersebut. ADHI bergabung dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk dalam konstruksi Semanan-Grogol.

Perusahaan plat merah ini telah memegang 30% dengan kontrak konstruksi senilai Rp1,28 triliun.

Pada perdagangan Senin (2/9/2019), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 37,92 poin atau minus 0,60% ke level 6.290,54. Sepanjang hari Senin kemarin, IHSG bergerak dalam jangkauan range dari level terendah di 6.281,61 hingga level tertinggi di 6.338,11.

Kondisi tersebut diperkirakan masih akan terjadi hingga perdagangan saham Selasa (3/9/2019). Jika IHSG menguat dengan range 6.187-6.372 poin, maka ada deretan rekomendasi saham yang bisa dipilih oleh para investor, salah satunya adalah saham ADHI.

Sementara itu, ADHI memutuskan penundaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dua anak usahanya, yakni PT Adhi Commuter Properti (ACP) dan PT Adhi Persada Gedung (APG), hingga 2020 mendatang.

Pelepasan saham kedua perusahaan ini ke publik ditargetkan pada tahun ini. Direktur Keuangan Entus Asnawi mengatakan, penundaan IPO saham kedua anak usaha tersebut disebabkan oleh kondisi pasar modal.

Pihaknya sendiri menargetkan perolehan dana IPO saham kedua anak usaha ini sekitar Rp 3-4 triliun. Sekitar Rp 2-2,5 triliun diharapkan berasal dari pelepasan sebesar 30-35% saham ACP dan sisanya berkisar antara Rp 1-1,5 triliun yang berasal dari divestasi saham APG.

Selain IPO anak usaha, ADHI juga akan melakukan aksi korporasi lain pada tahun ini. Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menjelaskan, perseroan berencana untuk menerbitkan obligasi dengan nilai maksimal Rp 2 triliun tahun ini.

Sebelumnya, pada semester I-2019, perseoran sudah menerbitkan obligasi sebesar Rp 1 triliun.

Opsi pendanaan lain yang akan dilakukan adalah pembentukan perusahaan equity fund. Perusahaan ini nantinya tidak lagi dimiliki oleh Adhi Karya, namun oleh perusahaan lain.

Sejauh ini, perseroan sudah menjalin kerja sama dengan PT Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang. 

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait