Analisa Saham

Prospek Saham PGJO, Perusahaan Travel Digital

saham-pgjo

Ajaib.co.id – PT Tourindo Guide Indonesia Tbk merupakan perusahaan teknologi informasi yang memiliki kegiatan utama dalam penyediaan jasa digital travel marketplace via situs pigijo.com. Perusahaan ini berdiri pada 20 Februari 2017.

Tourindo Guide melaksanakan penawaran perdana di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Januari 2020 dengan kode saham PGJO. Harga penawaran perdana dipatok pada Rp80 per lembar.

Pergerakan harga saham PGJO pasca-IPO sempat terperosok sampai Rp23 per lembar akibat pecahnya krisis pandemi pada kuartal I/2021, tetapi kemudian menguat kembali sejak Desember 2020. Saat artikel ditulis harga saham travel digital ini telah mencapai Rp87 per lembar dengan market cap sebesar Rp62,98 miliar.

Kepemilikan saham PGJO tersebar di antara banyak pihak. Pemegang saham pengendali, Claudia Ingkiriwang, hanya memiliki 7,49% saham PGJO. Sedangkan pemegang saham lainnya berturut-turut PT Surya Fajar Capital (26,16%), Ing Ing Cindy Eva (16,20%), Masyarakat (37,19%), Emmen Yanury Luassa (6,48%), dan Henri Widodo (6,48%).

Kinerja Laporan Keuangan Terakhir

Laporan keuangan Tourindo Guide per kuartal II/2021 menunjukkan perusahaan mengalami kerugian yang menurun dibandingkan dengan kerugian per kuartal II/2020. Berikut rangkuman kinerja laba dan komponen laporan keuangan utama lainnya selama tiga tahun terakhir (dalam juta rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus):

  II/2021 IV/2020 IV/2019 IV/2018
Total Aset 28.412,22 11.430,15 8.191,82 4.405,34
Total Liabilitas 270,36 388,48 1.578,81 4.828,47
Total Ekuitas 28.141,85 11.041,67 6.613,01 -423,13
Penjualan dan Pendapatan Usaha 7,10 103,52 100,54 28,29
Beban Pokok -6,32 -84,90 -93,71 -26,15
Laba Bruto 0,78 18,62 6,83 2,15
Laba/Rugi yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk -3.780,28 -7.566,34 -4.435,18 -1.409,14

Fluktuasi aset, ekuitas, dan liabilitas PGJO terutama berhubungan dengan aksi korporasi beruntun. Jumlah aset dan ekuitas melonjak antara 2018-2019 sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan.

Peningkatan signifikan jumlah aset dan ekuitas pada periode pelaporan terakhir (II/2021) berkat adanya Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I sebesar 20,8 miliar pada tahun 2021. Sedangkan liabilitas mengalami penurunan dalam periode yang sama, karena penyelesaian kewajiban sehubungan pembayaran biaya-biaya HMETD tersebut. 

Di luar fluktuasi itu, kita dapat menyaksikan bahwa keuangan PGJO cenderung high cost dengan profitabilitas yang rendah. Akibatnya, perusahaan terus menerus mengalami kerugian setiap tahun. Hal ini sesuai dengan tipikal perusahaan startup yang masih dalam tahap pengembangan platform.

Rasio-Rasio Keuangan PGJO

Pemeriksaan kinerja keuangan secara nominal saja mungkin kurang memadai untuk dijadikan referensi pembuatan keputusan investasi yang objektif. Jadi, kita juga perlu menengok rasio-rasio keuangan PGJO selama beberapa tahun belakangan ini. Rangkumannya dapat dilihat pada tabel di bawah:

Rasio II/2021 IV/2020 IV/2019 IV/2018
ROE -26,86% -68,53% -67,07% -333,03%
ROA -26,62% -66,20% -54,14% -31,99%
NPM -53211,11% -7309,21% -4411,52% -4980.79%
DER 0,96% 3,52% 23,87% 1141,14%

Tabel menunjukkan bahwa aksi korporasi PGJO yang silih berganti selama beberapa tahun terakhir berhasil menekan rasio utang perusahaan. Namun, rasio profitabilitas PGJO sangat buruk. Tourindo Guide tampaknya belum mampu menghasilkan laba yang benar-benar lebih besar daripada beban-beban usahanya.

Prospek Bisnis PGJO

Situs web Pigijo.com mengusung konsep marketplace untuk perjalanan wisata, menghubungkan para pemandu wisata dan penyedia jasa tur dengan konsumen potensial. Terdapat pula Pigilearning dan Pigishop.

Pigilearning menyediakan beragam sarana edukasi bagi digital travelpreneur yang berminat untuk menambah penghasilan dari info online travels. Sedangkan Pigishop merupakan platform e-commerce untuk jual beli berbagai jenis barang.

Platform ini memiliki konsep yang cukup menarik, selaras dengan tren digitalisasi yang sedang populer. Sayangnya, kondisi makro kurang kondusif akibat pecahnya pandemi Covid-19 pada awal 2020. Kebijakan pembatasan aktivitas sosial dan perjalanan (PSBB dan PPKM) yang diberlakukan oleh pemerintah telah memukul perusahaan-perusahaan di sektor pariwisata, termasuk Tourindo Guide yang mengoperasikan Pigijo.com.

Pada tahun 2021, Tourindo Guide menerapkan beberapa strategi berikut untuk menangkap peluang pasca-pandemi:

1.    Tetap menargetkan solo traveler.

2.    Meningkatkan fokus untuk menangkap segmen korporasi dengan menyediakan paket-paket travel dan leisure maupun events, seperti outbound, team-building, dan lain-lain.

3.    Semakin aktif mengembangkan destinasi wisata baru, antara lain melalui pengembangan desa wisata digital yang sedang marak.

Prospek perusahaan ini ke depan akan terbantu oleh pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Selain itu, penting pula untuk mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk mem-branding situsnya di kalangan penggemar traveling dan masyarakat awam.

Kesimpulan tentang Saham PGJO

Mengingat perusahaan masih terus menorehkan kerugian, maka investor sebaiknya berpikir dua kali sebelum berinvestasi pada saham PGJO. Apalagi, valuasi perusahaan ini tergolong mahal.

Saham PGJO dengan harga Rp87 per lembar memiliki PBV sebesar 2,24x dan PER sebesar -8,33x. Kedua parameter ini terbilang overvalue jika dibandingkan dengan beberapa saham pariwisata lain.

Saham PGJO dapat menjadi pilihan untuk trading spekulatif dalam jangka pendek. Namun, sektor pariwisata saat ini belum ideal untuk investasi jangka panjang.

Artikel Terkait