Analisa Saham

Bedah Saham HDIT, Startup Sistem Pembayaran Digital

Ajaib.co.id – PT Hensel Davest Indonesia Tbk merupakan perusahaan teknologi keuangan yang telah berdiri sejak tahun 2013. Produk dan layanan perusahaan berfokus pada sistem pembayaran digital offline-to-online (O2O), mulai dari pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan tiket, hingga pinjaman peer-to-peer.

Hingga November 2021, Hensel Davest telah meluncurkan tiga layanan utama:

1.    Aplikasi pembayaran online DavestPay

2.    Emposh White Label, platform e-commerce untuk aplikasi web dan seluler yang dapat dikustomisasi.

3.    Platform pinjaman peer-to-peer Doeku.

Selain itu, ada pula layanan Biropay Payment Gateway dan Motransfer Remittance yang masih dalam pengembangan. Perusahaan berencana untuk menautkan beberapa aplikasinya (Doeku, Emposh, dan Biropay) dengan DavestPay guna membangun ekosistem bisnis teknologi keuangan yang terintegrasi.

Hensel Davest melaksanakan penawaran perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Juli 2019 dengan kode saham HDIT. Harga penawaran perdana ditentukan pada Rp525 per lembar.

Pergerakan harga saham HDIT pasca-IPO terus menurun dan sempat mencapai Rp146 per lembar. Per 17 November 2021, saham HDIT diperdagangkan dengan harga Rp360 per lembar dengan market cap Rp548,88 miliar. Dengan demikian, saham HDIT tergolong berkapitalisasi kecil (small-cap stocks).

Kepemilikan saham HDIT terbesar berada di tangan pemegang saham pengendalinya, yakni PT Davest Investama Mandiri (65,65%). Sisanya terbagi antara PT Anugerah Indonesia Sejahtera (8,62%), PT Anugerah Abadindo (0,72%), serta Masyarakat (25,00%).

Kinerja Laporan Keuangan Terakhir

Laporan keuangan Hensel Davest per kuartal II/2021 menunjukkan perusahaan mengalami kerugian. Jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas juga menciut. Berikut rangkuman kinerja laba dan komponen laporan keuangan utama lainnya selama tiga tahun terakhir (dalam miliar rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus):

 II/2021IV/2020IV/2019IV/2018
Total Aset398,46413,96362,56*184,50
Total Liabilitas42,1353,139,97*34,98
Total Ekuitas350,69356,42352,60*149,51
Penjualan dan Pendapatan Usaha1.235,202.677,659.629,86.003,38
Beban Pokok-1.230,70-2.666,91-9.602,41-5.978,01
Laba Bruto4,510,7427,4225,37
Laba/Rugi yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk-5,734,8411,8311,34
Laba/Rugi per saham (dalam rupiah)-5,284,4710,9213,68
*Perubahan drastis pada aset, liabilitas, dan ekuitas tahun 2019 berhubungan dengan IPO dan penggunaan dana IPO.

Data di atas menunjukkan, bisnis Hensel Davest sangat high cost. Beban pokok setiap tahun selalu nyaris mengimbangi nilai penjualan dan pendapatan usaha, sehingga perusahaan belum mampu menghasilkan laba dengan baik.

Hal ini dapat dikatakan sebagai “ciri khas” perusahaan startup bidang teknologi perangkat lunak seperti Hensel Davest.

Rasio-Rasio Keuangan HDIT

Pemeriksaan kinerja keuangan secara nominal saja mungkin kurang memadai untuk dijadikan referensi pembuatan keputusan investasi yang objektif. Jadi, kita juga perlu menengok rasio-rasio keuangan HDIT selama beberapa tahun belakangan ini. Rangkumannya dapat dilihat pada tabel di bawah:

RasioII/2021IV/2020IV/2019IV/2018
ROE-3,26%1,08%3,36%7,58%
ROA-2,88%0,93%3,26%6,15%
NPM-0,46%0,12%0,12%0,19%
DER12,01%14,91%2,83%23,40%

Tabel di atas menunjukkan margin laba (NPM) yang berada jauh di bawah 1 persen, sehingga membuktikan bahwa Hensel Davest memiliki profitabilitas yang minim dari tahun ke tahun. Untungnya, tingkat utang sangat rendah dan tidak berisiko besar bagi operasional perusahaan.

Prospek Bisnis HDIT

Perusahaan yang berpusat di Makassar ini menggarap salah satu bidang usaha paling laris saat ini, yakni platform pembayaran digital. Namun, nama-nama produk dan layanannya masih kurang dikenal masyarakat. Hal ini dapat dipahami karena perusahaan masih dalam tahap pengembangan ekosistem terintegrasi antar platform-platform digitalnya.

Prospek HDIT ke depan akan tergantung pada positioning layanan dan produk-produk perusahaan, serta kemampuannya untuk meningkatkan brand recognition di kalangan masyarakat luas.

Patut untuk dicatat pula bahwa perusahaan memiliki banyak pesaing yang menggarap bidang serupa, sehingga perlu menciptakan keunggulan kompetitif untuk memperluas pangsa pasarnya.

Kesimpulan tentang Saham HDIT

Jadi, apakah saham HDIT layak dipilih untuk berinvestasi? Saham ini dapat dipilih untuk trading spekulatif, tetapi kurang cocok untuk strategi investasi jangka panjang maupun nabung saham.

Ada beberapa aspek penting yang harus dipertimbangkan oleh investor sebelum berinvestasi pada saham HDIT, antara lain:

1.    Kapitalisasi pasar sangat kecil (di bawah Rp1 triliun), sehingga harga saham mudah digoreng bandar.

2.    Perusahaan masih dalam tahap pengembangan, sehingga belum mampu menghasilkan laba secara konsisten dan belum memiliki pangsa pasar yang besar.

3.    Perusahaan belum menunjukkan keunggulan kompetitif yang menonjol dibanding para pesaingnya.

4.    Perusahaan belum pernah membagikan dividen sejak IPO pada tahun 2019.

Saham HDIT dengan harga Rp360 per lembar memiliki PBV sebesar 1,57x dan PER sebesar -47,92x. Rasio PBV tersebut sebenarnya tak terlalu tinggi untuk kelompok emiten teknologi informatika Indonesai saat ini, tetapi sudah tergolong mahal karena melewati ambang overvalue (PBV di atas 1x).

Artikel Terkait