Prospek Saham FILM, Produsen Film Habibie & Ainun

saham film
saham film

Siapa bilang saham hanya ada pada perusahaan atau korporat, ternyata film latar lebar juga bisa memiliki nilai saham loh! Kenalan yuk sama salah satu saham produsen film layar lebar, yang pernah mengemparkan publik tanah air dengan produksi film-filmnya yang penuh penghayatan seperti Habibie & Ainun, sampai Ayat-ayat Cinta 2, yaitu PT MD Pictures Tbk yang memiliki saham FILM.

Ajaib yakin pasti kamu merupakan pengemar berat dari film-film layar lebar tersebut, bukan? Hayo tidak perlu bohong. Hal itu lumrah kok, baik itu kaum hawa dan kaum adam pasti menyukai nonton film bergenre drama. Apalagi jika kamu ditemani oleh si doi, waduh kalo itu momennya pasti tepat banget tuh.

Film-film seperti Habibie & Ainun dan Ayat-ayat Cinta 2 merupakan hasil produksi film dari PT. MD Pictures Tbk (FILM). Keren bukan, hasil produksi dari film-filmnya? Selain kamu sebagai penikmat karya dari film-filmnya, ternyata kamu juga bisa ikut berkontribusi melalui investasi sebagai berikut.

Prospek Saham FILM

PT MD Pictures Tbk (FILM) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang rumah produksi film, dimana perusaan ini merupakan perusaan publik yang memiliki emiten dengan kode saham FILM di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan produsen film ini baru saja memutuskan untuk ikut meramaikan bursa saham di Indonesia, tepatnya pada 7 Agustus 2018.

Saham FILM yang bisa kamu miliki saat IPO kala itu sebesar 13,92 persen atau berjumlah 1.307.770.000 lembar saham dengan harga bisa mencapai Rp280 per saham. Aksi yang diambil perusahaan ini menjadikan FILM sebagai perusahaan film pertama di Indonesia yang melantai di bursa saham.

Fluktuasi Harga

Harga saham ini, kini bergerak di rentang harian Rp294 hingga Rp332 per saham. Pasca IPO, harga saham dunia perfilman ini pernah mencatatkan harga tertinggi mencapai Rp1.550 per saham atau naik 453 persen dari harga saham penawaran.

Dikutip dari Bisnis, Laba bersih FILM pada semester 1-2019 anjlok 73,33 persen menjadi Rp21,09 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp79,01 miliar.

Sedangkan pendapatan FILM juga mengalami penurunan harga Rp 35,58 persen menjadi Rp111,88 miliar sepanjang semester 1-2019 dari periode yang sama sebesar Rp173,69 miliar.

Sentimen Saham FILM

Sentimen-sentimen harga saham FILM bisa dipengaruhi oleh tren industri digital tentunya yang semakin masif di Indonesia. Apalagi negara Indonesia sudah beralih dari era globalisasi menjadi era digitalisasi, dimana ekonomi digital bisa menjadi ekonomi utama secara global.

Tentu saja ini merupakan area anak-anak muda milenial, menurut Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, mengungkapkan bahwa investasi di sektor film lebih menggiurkan dibanding startup, karena film cepat balik modal melalui tayangan perdana di bioskop, modalnya sudah kembali sedikit.

Penghentian Sementara Perdagangan Saham FILM

Menurut CNBC Indonesia, pada tanggal 1 Oktober 2019 lalu, Manoj Punjabi, Direktur Utama PT MD Graha Utama menjual sahamnya di PT MD Pictures Tbk (FILM). Namun, saat ini saham perusahaan sudah disuspensi atau dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, perusahaan melepas 4.762.000 saham di harga Rp210/saham sehingga mengantongi dana Rp1 miliar.

Pada hari itu juga, manoj Punjabi menuliskan pengumuman dengan headline “[Terjadi] penjualan saham pemegang saham utama MD Pictures secara langsung”. Ini merupakan penjualan lanjutan yang dilakukan produser film Habibie & Ainun serta Danur 3 tersebut. Sebelumnya,  menjual 59.523.900 saham FILM dan membuat MD Graha Utama mengantongi dana senilai Rp12,50 miliar yang dilakukan pada dua kali transaksi.

Suspensi Saham Dilakukan BEI

Pada 1 Oktober 2019, BEI secara resmi menghentikan perdagangan (suspensi) saham ini sementara, seiring dengan penurunan signifikan saham. BEI mencatat bahwa data sebulan terakhir saham FILM merosot 71% dan year to date anjlok 62%.

“[Suspensi] per 1 Oktober di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham FILM,” tulis manajemen BEI yang dikutip dari situs CNBC Indonesia.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait