Banking

Profil Bank Syariah Mandiri dan Rencana Merger Bank Syariah

Bank Syariah Mandiri
sumber gambar: mandiri.co.id

Ajaib.co.id – Rencana pemerintah yang digawangi oleh Menteri BUMN Erick Tohir untuk menggabungkan tiga bank syariah mendapatkan sambutan hangat. Tiga bank syariah tersebut adalah PT Bank Syariah Mandiri (BSM), PT Bank BNI Syariah dan PT Bank BRI Syariah. Diperkirakan, total aset bank dari hasil penggabungan tersebut akan mencapai Rp 215,6 triliun.

Profil Bank Syariah BUMN yang Akan Digabungkan

Profil Bank Syariah Mandiri (BSM)

Bank Syariah Mandiri merupakan anak perusahaan Bank Mandiri yang didirikan pada 1 November 1999. BSM berkantor pusat di Wisma Mandiri Jakarta. Hingga saat ini, BSM telah memiliki 1736 jaringan kantor, yang terdiri dari:

  • 129 kantor cabang
  • 398 kantor cabang pembantu
  • 50 kantor kas
  • 1000 layanan syariah di Bank Mandiri dan jaringan kantor lainnya
  • 114 payment point
  • 36 kantor layanan gadai
  • 6 kantor mikro dan 3 kantor non operasional di seluruh provinsi di Indonesia

Layanan BSM juga dapat diakses di lebih dari 200.000 jaringan ATM.

Kepemilikan saham BSM dikuasai oleh:

  • PT Bank Mandiri (Persero)Tbk.   :     99,99999983%
  • PT Mandiri Sekuritas                       :     0,00000017%

Saat ini BSM merupakan bank syariah terbesar di Indonesia dengan total aset mencapai Rp 114,4 triliun. BSM juga telah mendapatkan penghargaan dari Awards Committee of Global Islamic Finance Award (GIFA) dengan predikat Market Leadership Award 2020 untuk kategori Developing Islamic Banking in Indonesia.

Profil Bank BNI Syariah

Bank BNI Syariah merupakan anak perusahaan Bank Negara Indonesia (BNI) yang didirikan pada 19 Juni 2010. Bank BNI syariah berkantor pusat di Gedung Tempo Pavilion Jakarta. Saat ini, Bank BNI Syariah telah memiliki jaringan berupa:

  • 68 Kantor Cabang
  • 300 Kantor Cabang Pembantu
  • 13 Kantor Kas
  • 8 Kantor Fungsional
  • 23 Mobil Layanan Gerak
  • 55 Payment Point
  • 202 Mesin ATM BNI
  • 1500 Outlet

Kepemilikan saham Bank BNI Syariah dikuasai oleh:

  • PT Bank Negara Indonesia (PERSERO) TBK : 99,95%.
  • PT BNI Life Insurance : 0,05%.

Bank BNI Syariah merupakan bank syariah peringkat kedua terbesar di Indonesia. Total aset BNI Syariah hingga Juni 2020 mencapai Rp 50,76 triliun. Dimana dalam 10 tahun, aset Bank BNI Syariah mencapai pertumbuhan lebih dari 800% jika dibandingkan dengan aset awal pendiriannya yang sebesar Rp 6,3 triliun.

Profil Bank BRI Syariah

BRI Syariah merupakan anak usaha PT. Bank Rakyat Indonesia. Awalnya Bank BRI sempat mengakuisisi Bank Jasa Arta pada Desember 2007. Pada bulan Oktober 2008, bank kemudian beroperasi secara syariah dengan nama Bank BRI Syariah.

Sejak tanggal 9 Mei 2018, BRI Syariah menjadi anak bank BUMN pertama yang menjual sahamnya ke masyarakat. Saat ini Bank BRI Syariah merupakan bank syariah terbesar ketiga di Indonesia. Total aset BRI Syariah hingga Juni 2020 adalah sebesar Rp 49,6 triliun.

Rencana Penggabungan Bank Syariah BUMN

Pemerintah berencana menggabungkan Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah pada Februari 2021. Penggabungan ini akan menetapkan PT Bank BRI  Syariah Tbk. (BRIS) sebagai bank hasil penggabungan (surviving entity).

Kode Saham

Bank Rakyat Indonesia Syariah selaku bank hasil penggabungan, akan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BRIS. Proses penggabungan akan memakan waktu untuk memenuhi seluruh regulasi yang berlaku. Sebelumnya, BSM sempat berniat melakukan initial public offering (IPO) namun karena waktunya kurang tepat, rencana tersebut dibatalkan.

Pemegang saham

Pada hasil penggabungan ini, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 51%.

Komposisi pemegang saham BRIS lainnya adalah sebagai berikut:

  • PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) 25,0%
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) 17,4%
  • DPLK BRI-Saham Syariah 2%
  • Publik 4,4%.

Jumlah aset gabungan

Gabungan total aset yang dimiliki Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah, akan membuat bank hasil merger menjadi bank syariah terbesar di Indonesia. Selain itu, Bank BRI Syariah hasil merger juga akan termasuk ke dalam daftar 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Kementrian BUMN mengharapkan dengan kehadiran bank syariah nasional terbesar, maka Indonesia dapat dikenal sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Merger ini diharapkan bisa membuat aset bank syariah BUMN mampu bersaing secara global. Target jangka pendek dalam 5 tahun dari Bank BRI Syariah adalah masuk ke dalam jajaran Top 10 bank syariah terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar secara global.

Kekuatan jaringan

Penggabungan Bank BSM, Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah, akan menyatukan kekuatan jaringan dari ketiga bank. Bank syariah milik BUMN ini akan memiliki 1.200 cabang pelayanan dan 1.700 jaringan ATM.

Kritik Rencana Penggabungan

Rencana penggabungan Bank Syariah Mandiri dengan kedua bank lainnya bukan tanpa kekhawatiran. Kritik sempat bermunculan, khususnya terkait dengan persaingan antar bank syariah di masa yang akan datang.

Rencana penggabungan ini dianggap berpotensi akan semakin menguatkan dominasi BSM yang menguasai lebih dari setengah jumlah saham BRIS. Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi berbagai aspek lain, seperti misalnya penetapan regulasi atau keputusan lain. Dimana keputusan strategis hanya bisa ditentukan dari persetujuan pihak PT. Bank Mandiri, tbk. selaku pemegang saham mayoritas.

Selain dominasi PT. Bank Mandiri, Tbk. Selaku induk Bank Syariah Mandiri, merger juga dikhawatirkan akan memunculkan praktik monopoli. Dimana daya saing akan semakin tidak berimbang di dalam bisnis bank syariah di Indonesia. Mengingat ketiga bank yang di-merger merupakan tiga kekuatan terbesar bank syariah di Indonesia saat ini.

Artikel Terkait