Penyebab-Penyebab Saham ANTM Belum Stabil

Penyebab-Penyebab Saham ANTM Belum Stabil
Penyebab-Penyebab Saham ANTM Belum Stabil

Saham ANTM (Aneka Tambang), pada 12 September 2019, mengalami penurunan hingga 0,44%. Saham ANTM berada di posisi Rp 1.120 per lembar unitnya. Saham ANTM yang didirikan oleh pemerintah Indonesia pada 1968 itu belum mau bangkit lantara masih menunggu hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan depan.

Perseteruan Amerika dan China

Amerika Serikat dan China memang banyak memengaruhi pergerakan di bisnis Indonesia, bahkan di berbagai belahan dunia. Saat ini, tensi perang dagang mereka sedang mereda. Kendati bakal bertemu, pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping pada Oktober mendatang dinilai investor akan membuat harga emas belum akan naik lagi, begitupun dengan saham ANTM. Sebab, dari pertemuan tersebut ada potensi meredakan tensi perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Hal ini akan turut mempengaruhi harga emas meredup. 

Kementrian Indonesia Memberhentikan Ekspor Bijih Nikel Kadar Rendah

Selain itu, keputusan pemerintah untuk mempercepat kebijakan larangan ekspor bijih nikel kadar rendah dari 2022 menjadi awal 2020 memoles laju saham emiten produsen komoditas itu di pasar modal.

Kementerian ESDM mengumumkan secara resmi pada 2 Sepetmeber lalu, bahwa keran ekspor bijih nikel kadar rendah akan berhenti pada 31 Desember 2019. Langkah itu ditempuh untuk menjamin kebutuhan fasilitas pemurnian di dalam negeri dan berpengaruh pada saham ANTM.

Pasalnya, untuk Aneka Tambang,  kontribusi bijih nikel terhadap laba kotor perusahaan adalah sekitar 30% hingga 40%. Dengan demikian, dalam jangka pendek, perusahaan akan terkena dampak negatif dari kebijakan ini karena mulai tahun depan perusahaan akan kehilangan kontribusi bijih nikel.

Dengan demikian, kebijakan Indonesia akan menjadi sorotan dan memengaruhi harga nikel di pasar global. Bloomberg mencatat harga nikel di London Metal Exchange (LME) sudah naik 67,45% untuk periode berjalan 2019 yang berakhir, 30 Agustus lalu. Namun, pemerintah Indonesia melakukan langkah itu untuk menjamin kebutuhan fasilitas pemurnian di dalam negeri.

Sekilas Tentang Antam

Aneka Tambang atau yang biasa disebut dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antm) merupakan perusahaan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (65 persen) dan masyarakat (35 persen). PT Antam didirikan pada tanggal 5 Juli 1968. Kegiatan Antam mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral.

Pendapatan PT Antam ini diperoleh dari kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral. DI mana, pengolahan mineral tersebut dilakukan secara ekonomis dan penjualan hasil pengolahan tersebut kepada konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Kegiatan ini telah dilakukan semenjak perusahaan berdiri tahun 1968. 

Komoditas utama Antam adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama yang diberikan Antam adalah pengolahan dan pemurnian logam mulia serta jasa geologi.

Jadi, sudahkah kamu memeahami penyebab harga emas yang tidak stabil beberapa hari ini? Jangan lupa untuk terus mencarai update informasi sebelum kamu membeli saham PT Antam. Kamu juga bisa mulai mempelajari saham maupun reksa dana di Ajaib. Selain belajar, Ajaib juga bisa membantu kamu untuk mulai investasi dengan mudah. Yuk investasi sekarang!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait