Penjualan Astra Internasional Sepi, Saham AUTO Melorot

saham-auto
saham-auto

Kinerja penjualan mobil PT Astra International merosot drastis. Hal itu pun mempengaruhi kinerja saham AUTO (PT Astra International Tbk) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Seperti dilaporkan, penjualan mobil PT Astra International melorot sebanyak 42,65 persen, terhitung periode Januari hingga Agustus 2019. Alhasil, saham AUTO berada di posisi Rp1.315 per lembar pada 17 September 2019.

Dalam keterangan resmi yang mereka publikasikan, penjualan mobil Astra mencapai 660.286 unit sepanjang Januari hingga Agustus di tahun ini. Kinerja penjulan ini merosot hampir separuhnya dari penjualan pada tahun lalu sebesar 1,15 juta unit.

Dalam periode tersebut, subtotal penjualan kendaraan Astra yang terdiri dari merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Peugeot mencapai 344.216 unit. Angka penjualan itu menurun 40,9 persen dibandingkan Januari hingga Agustus 2018 sebanyak 582.446 unit.

Adapun, pada penjualan mobil Non grup Astra seperti Mitsubishi, Suzuki, Honda, dan Nissan mencapai 316.070 unit. Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, angka penjualan itu menurun 44,45 persen.

Pada segmen low cost green car (LCGC) total penjualan Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Peugeot mencapai 97.833, turun 42,77 persen. Adapun, penjualan LCGC milik Astra secara total mencapai 137.406, turun sebesar 40,92 persen.

Dari seluruh merek mobil yang didistribusikan dan diproduksi Astra, hanya Nissan yang tercatat mengalami pertumbuhan. Total penjualan Nissan mencapai 9.575 unit, meningkat 39,07 persen dibandingkan penjualan pada Januari hingga Agustus 2018 sebanyak 6.885 unit.

Kendati demikian, pangsa pasar Astra masih relatif stabil. Berdasarkan data tersebut, pangsa pasar Astra secara total mencapai 52 persen, naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 51 persen. Sementara itu, pangsa pasar Astra pada segmen LCGC tercatat sebesar 71 persen, turun 2 persen.

Momentum Saham AUTO

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto menjelaskan, tekanan terhadap penjualan mobil itu disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang mengarah kepada ketidakpastian. Di sisi lain, faktor kondisi sosial politik di dalam negeri turut berdampak.

“Jadi kita lihat memang global trend ini tidak jauh dari yang namanya Trump Effect. Kedua faktor makro yang lain 2014 itu market turun karena ada pilpres, bedanya dengan tahun ini pemilihan ada bunganya. Ada demo, dan lain sebagainya,” ucapnya, seperti dikutip dari Bisnis.

Dia mengatakan, dampak faktor itu terhadap pasar dapat dilihat dari dua gelaran auto show yang diadakan pada tahun ini. GIIAS 2019 menurutnya mendapatkan momentum lebih baik dibandingkan IIMS 2019 karena diadakan setelah hiruk pikuk politik usai.

Menurutnya, kondisi ini tidak akan berlalu dengan cepat seiring dengan isu resesi global yang masih akan menghantui hingga akhir tahun. Hal ini, menurutnya akan membuat pasar tetap cenderung wait and see untuk membeli kendaraan.

“Jadi kalau saya bilang, sebenarnya bukan persoalan daya beli, hal itu tidak turun. Orang hanya tunggu momentum saja, tapi momentum itu kelihatannya belum datang. Pilpres selesai tapi muncul isu resesi global, orang akan cenderung wait and see,” ucapnya memaparkan.

Hingga akhir tahun ini, menurutnya masih ada momentum yang dapat mendorong penjualan hingga akhir tahun yakni, program penjualan pada akhir tahun dan pengenalan produk. Dia mengatakan, 11 produk yang telah diperkenalkan pada tahun ini merupakan upaya untuk menggairahkan pasar.

Selain itu, dia mengatakan pihaknya akan menggenjot pemasaran secara digital untuk mempertahankan angka penjualan hingga akhir tahun. Menurutnya, pola perilaku konsumen untuk mencari informasi mengenai kendaran berubah seiring dengan perkembangan teknologi.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait