Pengertian Pajak Progresif Kendaraan serta Cara Hitungnya

pajak progresif kendaraan
pajak progresif kendaraan

Tak sadar kenapa pajak kendaraanmu tinggi? Kemungkinan besar, kamu kena pajak progresif kendaraan tanpa kamu sadari sebagai berikut

Berhubung sebentar lagi kita akan memasuki pergantian tahun, saat ini semua orang sedang disibukan dengan urusan administrasi pajak atau lebih dikenal dengan SPT Tahunan.

Sebagai Wajib Pajak, kita memang diwajibkan untuk selalu membayar pajak setiap tahunnya, bukan hanya pajak penghasilan saja melainkan pajak-pajak lainnya juga perlu kamu bayarkan seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dll.

Apakah sebelumnya kamu sudah pernah mengetahui dan mendengar istilah “pajak progresif”? Jika belum, pajak progresif adalah yang dikenakan oleh pemilik kendaraan jika memiliki kendaraan bermotor berjenis mobil atau motor lebih dari satu.

Kini, kamu akan dikenakan pajak progresif sesuai dengan alamat domisilimu sesuai dengan Kartu Keluarga. Jadi, misalnya, kamu sudah memiliki satu kendaraan berjenis sepeda motor, pajak progresif akan dikenakan kepada anggota keluargamu lainnya yang memiliki alamat tinggal sama dengan kamu.

Walaupun, anggota keluargamu tersebut baru pertama kali membeli sepeda motor. Itu merupakan ketentuan yang berlaku pada pajak progresif kendaraan saat ini yang perlu kamu ketahui.

Nah biar kamu semakin tahu dan mengerti khususnya bagi generasi milenial yang biasanya hobi mengoleksi berbagai macam jenis kendaraan bermotor dari harga murah hingga harga mahal, kamu wajib baca nih artikel Ajaib berikut ini seputar pajak progresif.

Apa Itu Tarif Pajak Progresif Kendaraan?

Pengertian pajak progresif adalah pajak yang dikenakan kepada pemilik kendaraan jika memiliki kendaraan lebih dari satu baik itu sepeda motor ataupun mobil. Yang mana, pajak progresif dikenakan untuk kepemilikan kendaraan kedua sehingga kamu perlu membayar pajak kendaraan untuk kendaraan keduamu tersebut lebih tinggi.

Terkadang pasti dari kamu ada yang ingin menghindari dan menyiasati pajak progresif ini, seperti membeli kendaraan bermotor dengan nama orang lain atau anggota keluargamu. Namun, tetap saja masih terkena dengan pajak progresif ini.

Hal yang kamu alami ini, karena kamu belum mengetahui dengan jelas, mengapa kamu dikenakan pajak progresifsebagai berikut.

Menggunakan Nama yang Tertera di Kartu Keluarga

Jika kamu berpikir tidak akan dikenakan dengan pajak progresif dengan menggunakan nama orang lain atau anggota keluargamu, itu bisa saja berhasil jika kamu dan orang tersebut tidak tinggal satu rumah alias tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) yang sama.

Dan, jika kamu menggunakan nama anggota keluargamu sebagai pembeli kendaraan bermotor keduamu, dan ia memiliki alamat domisili sama dengan kamu, kamu akan dikenakan pajak progresif ini.

Jadi, pada dasarnya kamu bisa menyiasati dengan menggunakan nama orang lain asalkan namanya tidak tercantum dalam Kartu Keluarga (KK).

Cara Mengetahui Mobil dan Motor Kena Pajak Progresif dengan Mudah dan Tanpa Ribet

Jika kamu belum menyadari bahwa terkena pajak progresif atau tidak, kamu bisa mengecek dengan mudah melalui STNK yang kamu miliki, dimana jika kamu terkena pajak progresif di STNK kamu akan terdapat tulisan 001, 002, 003 dan seterusnya pada bagian depan dan kiri bawah. Angka-angka tersebut menunjukkan urutan kepemilikan kendaraan nomor berapa. 

Tarif

Kendaraan pertama, kamu akan dikenakan pajak kendaraan sebesar 2% dari harga pasaran motor atau mobil.

Kendaraan kedua, kamu akan dikenakan pajak kendaraan sebesar 2,5% dari harga pasaran motor atau mobil.

Kendaraan ketiga, kamu akan dikenakan pajak kendaraan sebesar 3% dari harga pasaran motor atau mobilmu.

Jika kamu memiliki jumlah kendaraan higga lebih dari 17, kamu akan dikenakan pajak progresif sebesar 10%.

Cara menghitung Pajak Progresif Mobil:

Kendaraan (1,2,3) = pajak progresif x Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

Satu kendaraan = 2% x Rp150 juta = Rp3 juta

Dua kendaraan = 2,5% x Rp200 juta = Rp5 juta

Tiga kendaraan = 3% x Rp250 juta = Rp7,5 juta

Ini merupakan contoh dan skema perhitungan untuk menghitung pajak progresif jika kamu dikenakan pajak ini, kamu bisa menghitung dengan cara yang sama untuk kendaraan selanjutnya.

Selain itu, kamu juga bisa mengetahui apakah kamu terkena pajak progresif atau tidak melalui website dan aplikasi, salah satu aplikasinya adalah Cek Ranmor & Pajak DKI Jakarta, ini merupakan aplikasi yang dirilis oleh Polda Metro Jaya khusus untuk wilayah Jakarta saja.

Kamu bisa membayar pajak kendaraanmu saat ini melalui aplikasi e-Samsat tanpa ribet harus ngantri berjam-jam.

Manfaat Adanya Pajak Progresif

Apakah kamu beranggapan bahwa pajak progresif yang dikenakan kepada orang yang memiliki jumlah kendaraan lebih dari satu ini, efektif? Jika iya, sebenarnya bukan hanya sebagai pemasukan bagi negara saja dari pajak progresif yang kita bayarkan tersebut.

Melainkan, ada hal lainnya yang lebih bermanfaat untuk dirasakan oleh masyarakat luas, yaitu mengendalikan volume kendaraan dan polusi udara dari asap kendaraan khusus di kota-kota besar seperti Jakarta.

Selain itu, juga bisa dijadikan sebagai peralihan untuk menggunakan transportasi massal seperti Transjakarta, kereta api, dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Walaupun, realitanya bukan hanya melalui pajak progresif saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah melainkan penggunaan mobil berplat ganjil dan genap juga dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan volume kendaraan setiap harinya.

Intinya, baik itu kamu dikenakan pajak progresif atau tidak, kamu harus tetap membayar pajak sesuai waktu dan ketentuan yang berlaku sebagai warga negara yang baik tentunya.

Demikianlah informasi yang bisa Ajaib sampaikan kepada kamu semua terkait apa itu pajak progresif, tarif pajak progresif, manfaat pajak progresif, hingga bagaimana cara menghitung pajak progresif tersebut. Besar harapan, melalui artikel Ajaib ini wawasan dan pengetahuan kamu seputar pajak progresif bisa bertambah.

Bacaan menarik lainnya:

Nurmantu, Safri. 2003. Pengantar Perpajakan. Kelompok Yayasan Obor: Jakarta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait