Mengenal Lebih Dekat Gajah Tunggal, Produsen Ban Asli Indonesia

Mengenal Lebih Dekat Gajah Tunggal, Produsen Ban Asli Indonesia
Mengenal Lebih Dekat Gajah Tunggal, Produsen Ban Asli Indonesia

Ban adalah salah satu komponen penting dalam kendaraan. Semakin berkualitas produk ban, semakin mulus pengalaman berkendara. Di Indonesia banyak sekali berbagai merek ban lokal dan asing. Harganya pun bervariasi tergantung jenis dan peruntukkannya.

Mengenal Ban Gajah Tunggal

Bagi kamu yang memiliki kendaraan pribadi, pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama GT Radial. Ban dengan merk ini diproduksi oleh PT Gajah Tunggal Tbk dengan kode saham GJTL. Gajah Tunggal adalah salah satu produsen ban terbesar di negara-negara ASEAN.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1951 untuk memproduksi dan mendistribusikan ban sepeda. Pada tahun 1973, Gajah Tunggal mencapai kesepakatan dengan Inoue Rubber Company untuk mengembangkan produksi ban motor. Melesatnya bisnis Gajah Tunggal membuat perusahaan ini percaya diri untuk melantai di bursa saham Indonesia. Tahun 1990, Gajah Tunggal terdaftar dalam bursa saham Jakarta dan Surabaya dengan kode saham GJTL.

Saham GJTL Mengakuisisi Perusahaan

Semakin bertambahnya permintaan produksi ban mengharuskan Gajah Tunggal untuk mengembangkan lini riset dan pengembangannya. Gajah Tunggal telah mengakuisisi beberapa perusahaan material ban. 

Selain itu, mereka juga menjalin berbagai kerjasama penelitian dengan perusahaan top internasional. GT Radial secara khusus memiliki fasilitas pengujian ban di Eropa. Gajah Tunggal juga memiliki pusat Riset dan Pengembangan sendiri di Cina.

Gajah Tunggal dengan 135 Outlet Terdaftar

Hingga saat ini, GT Radial dipasarkan di 135 outlet resmi hampir di seluruh Indonesia. Tahun 2017 yang lalu, GT Radial meluncurkan aplikasi ponsel bernama TireZone. Aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu konsumen dalam mencari informasi mengenai produk-produk ban GT Radial lewat katalognya yang komprehensif. Selain itu, konsumen juga diberikan layanan pemesanan dan pemasangan ban.

GT Radial bersama dengan Gajah Tunggal telah mendapatkan banyak penghargaan di dalam dan luar negeri. Namun, perusahaan tersebut tercoreng namanya setelah salah satu pendirinya, Sjamsul Nursalim, tersangkut kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Sjamsul dituding menggunakan dana BLBI untuk kepentingan personalnya. Sjamsul lalu kabur ke Singapura dan hingga saat ini KPK masih mencari keberadaannya. Meskipun tidak berada di Indonesia, gurita bisnis Sjamsul masih berjaya di tanah air.

Kinerja Perusahaan Saham Gajah Tunggal

Lalu, bagaimana kinerja perusahaan Gajah Tunggal? Didapat dari laporan tahunan perusahaan tersebut, saham GJTL tidak seluruhnya dimiliki oleh orang lokal. Tercatat Denham Pte. Ltd. memegang 49,51% saham Gajah Tunggal. Denham sendiri adalah anak perusahaan Giti Tire asal Singapura.

Perusahaan ban asal Prancis memiliki porsi 10% saham. Komisaris-komisaris Gajah Tunggal memiliki jumlah saham yang bervariasi dari 0,01% hingga 1%. Sedangkan saham yang diperdagangkan ke publik mencapai 39,25%.

Berdasarkan laporan keuangan semester pertama 2019, Gajah Tunggal mencatat laba sebesar Rp 167,76 miliar atau lebih besar dari semester pertama tahun lalu. Dalam 6 bulan terakhir, saham GJTL sempat mencapai rekor tertinggi yaitu Rp 820 dan terendah adalah Rp 610.

Sepak terjang Gajah Tunggal di industri otomotif Indonesia perlu diacungi jempol. Dengan inovasi dan keinginan belajar tanpa henti, GT Radial menjadi salah satu merk ban ternama di tanah air.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait