Saham

Mengenal Istilah Breakout dalam Saham dan Strateginya!

Ajaib.co.id – Bagi kamu trader saham yang sering menggunakan analisis teknikal dalam mengamati pergerakan saham sebuah emiten di pasar modal, pastinya kamu tidak asing lagi kan dengan istilah breakoutNah, istilah breakout sangat populer karena menjadi salah satu strategi yang digunakan oleh para trader untuk melihat potensi harga saham untuk memulai tren. Untuk lebih jelasnya lagi, yuk kita simak uraian di bawah ini mengenai breakout dalam saham

Apa itu breakout dalam saham?

Dalam bahasa Inggris, breakout artinya kelolosan atau kejebolan. Di mana, breakout dalam saham merupakan salah satu momen yang dinantikan oleh para trader terutama bagi mereka yang sering mengikuti strategi trend follower.  Breakout dalam saham merupakan sebuah peristiwa atau momen dalam pergerakan harga saham ketika melewati area atas atau atap yang sering disebut sebagai resisten maupun area alas atau support.

Untuk memahami momen breakout tentunya terlebih dahulu kamu harus tahu dan paham tentang daerah support dan resisten. Daerah support adalah wilayah yang dijadikan alas, dan daerah resisten adalah wilayah atap. Oleh karena itu, breakout adalah peristiwa pergerakan harga saham menembus resisten maupun support. Strategi ini akan memberikan keuntungan maksimal bagi kamu jika analisis breakout yang kamu lakukan sudah tepat. 

Pergerakan harga saham ke atas yang mengakibatkan penembusan dari pola grafik harga saham dapat mengindikasikan bahwa harga saham akan memulai tren yang lebih tinggi. Konfirmasi yang lebih meyakinkan dan jelas mengenai breakout adalah ketika penembusan ke atap tersebut dengan volume yang tinggi, hal ini mengindikasikan bahwa tren harga akan lebih cenderung naik ke arah tersebut.

Tidak semua orang dapat menentukan level support dan resistance yang sama dalam melakukan analisis. Level support dan resisten yang berbeda cenderung lebih subjektif. Hal ini menyebabkan pentingnya faktor-faktor dan indikator lain dalam melihat peluang breakout. Pentingnya penembusan level yang terjadi dapat dilihat dari peningkatan volume yang mengikutinya. 

Breakout dalam saham biasanya terjadi karena dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adanya pemberitaan baik dari emiten saham tersebut, baik dari isu global maupun isu regional yang dapat memberikan dampak signifikan bagi para pelaku pasar dan menyebabkan terjadinya penguatan harga saham.

Salah satu yang menjadi ciri dari saham yang akan breakout adalah apabila saham tersebut sudah mulai meninggalkan tren sideways-nya diikuti dengan volume yang cukup besar. Setiap trader memiliki pilihan yang berbeda-beda dalam mengambil kesempatan untuk memanfaatkan momen breakout.

Bagi trader yang memiliki sifat agresif, setelah konfirmasi tembusnya area support atau area resisten, trader langsung melakukan transaksi dengan anggapan bahwa harga saham akan mengalami rally. Namun, bagi trader yang cenderung memiliki gaya konservatif, mereka akan lebih bersabar untuk menunggu hingga adanya konfirmasi berikutnya.

Di saat breakout dalam saham telah terkonfirmasi, trader tidak langsung melakukan aksi buy atau sell seperti halnya trader agresif beraksi. Trader konservatif biasanya akan menunggu adanya pullback yang bergerak ke arah support atau resistennya. Setelah pullback terjadi dan kembali adanya pantulan dari level support atau resisten tersebut trader konservatif akan mulai melakukan transaksi. 

Menjadi agresif atau konservatif dalam memanfaatkan breakout pastinya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Jika memilih agresif keunggulannya adalah kamu akan mendapatkan momen breakout atau tidak akan ketinggalan momen namun kelemahannya kamu bisa saja melakukan sell tapi setelah bisa saja harganya masih akan tetap naik.

Berbanding terbalik dengan agresif, trader konservatif bisa saja kehilangan momen untuk entry harga karena harga sudah cenderung cepat bergerak dan mengalami kenaikan. Pullback tidak selalu terjadi, oleh karena itu ketinggalan momen menjadi salah satu kelemahan trader konservatif yang cenderung lebih memilih untuk menunggu. Nah, pilihan strategi yang akan kamu terapkan sebaiknya disesuaikan dengan kepribadianmu, ya. 

Jenis-Jenis Breakout 

Breakout dibagi menjadi dua, yakni:

1. True Breakout 

True breakout terjadi ketika pergerakan harga saham telah melewati atau menembus suatu level dan tidak berbalik arah dan melanjutkan penembusan atau rally. Jika diperhatikan dengan menggunakan candlestick chart, true breakout akan terkonfirmasi ketika body dari candlestick tersebut melewati atau menembus garis dan juga diikuti oleh peningkatan volume. Semakin signifikan peningkatan volume yang terjadi maka dapat dikonfirmasi sebagai true breakout. 

2. False Breakout

False breakout terjadi ketika pergerakan harga saham telah melewati suatu level namun kemudian berbalik arah dan tidak melanjutkan penembusan. Berbeda halnya dengan true breakout, dengan menggunakan candlestick chart, false breakout akan terkonfirmasi ketika bukan body dari candlestick tersebut yang melewati atau menembus garis melainkan hanya bagian ekor dan tentunya tidak diikuti oleh peningkatan volume. Peningkatan volume yang tidak signifikan dapat diindikasikan sebagai false breakout. 

Agar kamu terhindar dari risiko false breakout, kamu harus melihat harga dalam time frame yang lebih besar, melakukan konfirmasi dengan price action, dan juga penting untuk menggunakan indikator pembantu. 

Area support dan resisten saham yang sering tersentuh dan diuji akan lebih kuat dan akurat jika dibandingkan dengan area support dan resisten yang hanya disentuh beberapa kali atau bahkan jarang tersentuh.

Dalam memulai transaksi menggunakan strategi breakout biasanya trader menggunakan stop loss order untuk menghindari risiko kerugian yang lebih besar jika breakout gagal. Apabila yang terjadi adalah penembusan downside, stop loss dapat ditempatkan di atas level support yang telah dilewati dan jika sebaliknya, stop loss dapat ditempatkan di bawah level resistennya. 

Sebaiknya kamu tidak mengambil peluang breakout dalam saham yang terlihat meragukan tetapi pilihlah yang akurasinya lebih stabil agar memperoleh keuntungan yang diharapkan.

Tips Trading Saham dengan Strategi Breakout

Titik terjadinya breakout atau jebol atap digambarkan sebagai tanda bintang berwarna hijau. Lalu, bagaimana cara trading yang tepat ketika terjadi break out? Di bawah ini adalah beberapa tips cara bermain saham yang sukses ketika breakout:

1. Ketahui tren yang kuat pada pasar saham

Umumnya, strategi ini bisa diterapkan ketika muncul tren yang kuat ditambah dengan kondisi pasar sedang ramai. Hal ini karena ketika sedang terjadi tren yang kuat, maka saham mampu menembus harga. Untuk lebih mudahnya, misalnya anggaplah ada seorang yang kuat memukul papan kayu, maka papan itu akan mudah ditembus atau patah. Nah, teren dan kondisi pasar itulah yang berpotensi menembus titik support dan resisten.

Tren yang kuat juga memberikan probabilitas atau kemungkinan sukses yang tinggi. Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam trading forex, kamu tidak bisa melihat berapa banyak volume trading yang terjadi dalam satu waktu; berbeda dengan trading saham atau kontrak berjangka (futures). Oleh karena itu, kamu harus memiliki suatu kriteria tertentu untuk mendeteksi bagus-tidaknya suatu peluang beakout.

2. Gunakan candle untuk validasi breakout

Agar breakout valid, kamu juga bisa menunggu hingga penutupan candle berada di atas resistance atau berada di bawah support yang menjadi acuan breakout. Lebih baik lagi jika satu candle utuh dan shadow-nya sudah berada di luar area resistance. Hal ini karena, breakout belum benar-benar terjadi jika hanya ujung atas atau ujung bawah shadow candle yang melampaui ambang support-resistance.

3. Amati volume trading pasar saat breakout.

Breakout yang disertai volume trading tinggi bertanda adanya kemungkinan trending yang lebih besar lagi. Sebaliknya, breakout yang terjadi pada saat volume trading rendah, artinya menandakan kemungkinan besar untuk harga berbalik (fake breakout).

4. Jangan lupa memasang Stop Loss.

Untuk menanggulangi risiko trading dengan acuan breakout, kamu juga bisa memasang Stop Loss tepat pada titik resistance atau titik support yang sebelumnya menandai breakout tersebut. Stop Loss ini penting agar kamu tidak mengalami kerugian yang terlalu besar jika nantinya harga ternyata gagal breakout.

5. Konsultasi dengan yang sudah berpengalaman

Pengalaman adalah pelajaran yang mahal, untuk itu dalam berinvestasi jangan hanya bangun profit saja, tapi juga bangun koneksi agar ilmu saham semakin baik. Terlebih untuk urusan mengatur strategi ketika momen breakout. Dengan banyak belajar dan berkonsultasi pada yang sudah berpengalaman, maka kamu bisa menyusun stratego breakout dengan tepat agar mendapatkan profit tinggi.

Nah, Ajaib adalah aplikasi investasi online saham yang bisa menjadi pilihan kamu dalam berinvestasi karena telah mendapat izin dari OJK, lho. Ajaib memungkinkan penggunanya untuk melakukan investasi yang sesuai dengan tujuan finansial mereka. Yuk, jangan ragu untuk download ajaib sekarang, lakukan pendaftaran dan mulailah berinvestasi.  

Artikel Terkait