Saham

Mengenal Bullish Divergence yang Berikan Manfaat saat Trading

bullish-divergence

Ajaib.co.id – Dalam dunia trading, penting untuk memahami kondisi pasar yang sedang berlangsung. Apakah trennya sedang naik dan turun atau bearish dan bullish. Di mana, sinyal pergerakan sebuah harga akan muncul dari pola divergensi. Divergensi sendiri merupakan kondisi pasar saat harga dan indikator bergerak menyimpang atau ke arah yang berbeda, salah satu pola yang dimaksud yaitu bullish divergence.

Bullish divergence sendiri menjadi salah satu pola yang wajib dipahami oleh para trader dalam menganalisa pergerakan pasar. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan bullish divergence dan manfaat yang didapat saat trader menggunakannya pada aktivitas trading?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Bullish Divergence

Pada dasarnya, bullish divergence atau convergence merupakan kondisi di mana pasar sedang membentuk harga yang berada di titik lower low. Di mana, secara bersamaan indikator yang dipilih berada di posisi higher low.

Kondisi ini berarti sebuah sinyal awal bagi para trader untuk masuk di reli upward. Indikator untuk analisa ini sendiri adalah arah dari harga sehingga indikator yang bergerak ke atas menunjukkan bahwa harga juga harus naik.

Oleh karena itu, bullish divergence bisa menjadi salah satu indikator untuk membuka posisi karena kemungkinan harga akan terus meningkat.

Indikator Bullish Divergence

Tentunya, untuk bisa mengetahui bahwa pasar sedang mengalami bullish divergence, trader bisa mengacu pada indikator teknis. Di mana, indikator teknis ini digunakan dalam mendeteksi keberadaan divergence. Adapun indikator analisis yang bisa digunakan dalam melihat posisi bullish divergence di antaranya seperti:

Moving Average Convergence Divergence atau MACD

Indikator berbasis moving average ini mampu menunjukkan di mana sinyal bisa diambil pada crossover. Di mana, cara ini mengacu pada indikator dengan karakter tertinggal. Hanya saja karakter tertinggal dari MACD ini hanya terkait sinyal utamanya saja yaitu sinyal crossover. Adapun fungsi dari indikator ini di antaranya:

  • Kemampuan dalam melihat kondisi pasar yang diperpanjang saat garis mendekati tanda overbought atau oversold.
  • Ketika puncak atau titik bawah MACD berada di arah berlawanan dari puncak atau bawah harga, maka trader memiliki divergensi.

Stochastic Oscillator

Lalu, ada indikator yang terdiri dari dua garis sering berinteraksi antar satu sama lainnya. Di bagian atas dan bawah indikator, terdapat dua area meliputi area overbought dan oversold. Indikator ini sangat tepat digunakan dalam mengenali pengaturan terkait divergence trading. Perbedaan antara aksi harga dan Stochastic terdapat di bagian tops atau bottoms keduanya.

Hanya saja, Stochastic Oscillator mampu memberikan lebih banyak sinyal divergence dibandingkan dengan MACD karena adanya karakter dinamis milik Stochastic sehingga indikator ini memberi lebih banyak peluang.

Relative Strength Index atau RSI

Selanjutnya ada Relative Strength Index yang terdiri dari satu garis bergerak di antara zona overbought dan oversold. Di mana, RSI memiliki karakter terdepan sehingga menjadi indikator yang baik dalam melihat divergensi melalui grafik aset.

Jenis Pola Bullish Divergence

Bullish divergence sendiri memiliki dua jenis yang dapat ditemukan pada grafik harga suatu aset yaitu regular divergence dan hidden divergence. Lalu, apa perbedaan di antara kedua jenis bullish divergence ini? Berikut penjelasannya:

Regular Divergence

Jenis ini sendiri terbagi lagi menjadi dua kategori divergence yaitu regular bullish divergence dan regular bearish divergence. Di mana, keduanya memiliki peranan penting untuk menunjukkan pembalikan harga. Regular bullish divergence sendiri terjadi saat harga sebenarnya menunjukkan posisi lowest low jika dibandingkan dengan posisi highest low yang ditunjukkan pada indikator.

Hidden Divergence

Lalu, hidden divergence yang juga memiliki dua tipe meliputi hidden bullish divergence dan hidden bearish divergence. Di mana, hidden divergence berlawanan dengan regular divergence serta menunjukkan retracement turun telah berakhir dan juga tren kemungkinan bakal berlanjut.

Hidden bullish divergence sendiri terjadi saat harga saham aktual tampak di posisi terendah lebih tinggi jika dibandingkan dengan lower low pada indikator. Sedangkan bullish divergence menunjukkan pembalikan tren yang di masa mendatang atau setidaknya menelusuri kembali tren yang turun.

Perbedaan Bullish Divergence dengan Bearish Divergence

Di antara bearish divergence dan bullish divergence tentu memiliki perbedaan yang tampak. Di mana, bearish divergence berada di posisi saat harga menciptakan top lebih tinggi di grafik dan indikator memberikan top maupun puncak lebih rendah. Setelah terjadi bearish divergence, maka harga akan membuat pergerakan bearish secara cepat.

Sedangkan untuk bullish divergence memiliki karakteristik serupa dengan bearish divergence, hanya saja memiliki arah yang berlawanan. Di mana, sebuah harga dianggap mengalami bullish divergence saat harga membuat titik terendah lebih rendah di grafik sebelumnya dan indikator memberikan titik terendah lebih tinggi. Setelah pola ini terjadi, harga akan cenderung naik secara cepat.

Bagaimana Melakukan Trading dengan Kondisi Pasar Divergence

Pada dasarnya, menemukan divergence merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam membuat keputusan trading secara lebih baik. Dengan begitu, trader akan lebih mudah mengetahui strategi trading dengan kondisi pasar divergence. Di mana, kamu harus menemukan waktu yang tepat untuk masuk sehingga dibutuhkan kesabaran.

Selain itu, saat harga menembus level support dan resistance, lalu kamu melihat salah satu konfirmasi tersebut, maka waktu tersebut menjadi waktu yang pas untuk ambil posisi. Jangan lupa juga untuk menempatkan stop loss di atas batas atas dan di bawah batas bawah reversal. Dengan begitu, stop loss bisa membantu kamu berada di sisi aman demi menghindari pergerakan harga yang tidak terduga.

Selain itu, tetapkan target keuntungan secara tepat dan bijaksana yang bisa dilakukan dengan membuat garis tren.

Oleh karena itu, penting dalam menerapkan strategi yang tepat saat trading. Walaupun kamu tidak bisa memprediksi pergerakan harga secara akurat, setidaknya kamu dapat meminimalisir risiko merugi.

Jika trading saham dirasa berisiko, kamu tetap bisa berinvestasi saham secara jangka panjang. Di mana, kamu tidak perlu repot-repot memantau pergerakan harga di chart.

Cukup memilih emiten dengan kondisi bisnis yang akan terus berkembang. Apalagi kini investasi saham bisa dilakukan secara online melalui Ajaib.

Media investasi online ini menawarkan kemudahan bagi kamu untuk berinvestasi saham melalui aplikasinya. Di mana, ada sejumlah saham-saham yang bisa kamu pilih dengan menganalisanya langsung melalui aplikasi.

Cocok bagi kamu yang ingin memulai investasi saham secara jangka panjang maupun pendek untuk memenuhi rencana keuangan di masa depan. Mulai dari membuka usaha, membeli properti, dan kebutuhan lainnya secara mudah bisa dilakukan melalui Ajaib.

Yuk, download aplikasi Ajaib melalui smartphone kamu untuk memulai investasi dan hasilkan keuntungan sesuai target yang diinginkan.

Artikel Terkait