Persiapan Pensiun Harus Dimulai Sejak Usia 20-an, Mengapa?

Boneka yang menggambarkan pasangan di usia pensiun mesra dan bahagia
Boneka yang menggambarkan pasangan di usia pensiun mesra dan bahagia

Dalam rentang usia 20-an hingga usia 40-an, persiapan pensiun barangkali bukanlah hal yang kerap terlintas di kepalamu. Jelas saja, kamu masih aktif dan produktif untuk bekerja dan menambah penghasilan.

Sekarang, telah banyak rencana yang kamu persiapkan, mulai dari membeli rumah pertamamu, mengganti mobil pribadi dengan keluaran terbaru, hingga mempersiapkan liburan ke Eropa bersama sahabat-sahabatmu.

Di sela kesibukan dan padatnya rencanamu, pernah tidak sih kamu berpikir untuk mulai membuat perencanaan keuangan di hari tuamu? Apa kamu yakin sekarang belum saatnya untuk memikirkan hal itu?

Padahal, tidak ada kata ‘terlalu cepat’ untuk mempersiapkan dana pensiun. Bahkan, kalau kamu ingin masa tuamu bisa dihabiskan dengan leyeh-leyeh dan foya-foya, perencanaan tunjangan hari tua harus sudah kamu lakukan semenjak kamu menerima gaji pertamamu.

Selain itu, sedari dini memikirkan pengelolaan uang di usia pensiun dapat membantumu agar terbiasa mengelola uang dengan bijak.

Kesadaran Kaum Muda Terhadap Persiapan Pensiun

Di Indonesia sendiri, pola pikir untuk mempersiapkan dana pensiun sedari dini memang tidak begitu populer di kalangan anak muda. Data yang dihimpun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kisaran jumlah pekerja produktif yang sudah merencanakan program pensiun hanya 13,5 juta atau sekitar 27 persen dari jumlah keseluruhan pekerja formal di Indonesia.

Sementara itu di kalangan pekerja informal yang jumlah totalnya mencapai 68,2 juta tidak banyak juga yang memiliki jaminan pensiun, sebagaimana terungkap dari data Badan Pusat Statistik (BPS).

Tentu saja dibutuhkan kesadaran untuk dapat memulai langkah perencanaan tunjangan hari tua yang matang. Jika kamu sudah sadar mengenai pentingnya pengelolaan keuangan di usia pensiun, prioritas finansialmu pun akan berubah. Dari yang tadinya berpusat pada keinginan foya-foya di masa muda, kamu akan lebih mementingkan untuk menjadi sejahtera di hari tua.

Bahkan, para pakar mengatakan bahwa 90 persen pekerja di Indonesia hari ini tidak siap menghadapi usia pensiun karena merasa belum memiliki persiapan finansial yang matang.

Apakah kamu salah satu dari golongan yang tidak siap menghadapi hari pensiun? Bisa jadi tidak, jika kamu menerapkan prinsip-prinsip ini dalam hidupmu, mulai dari sekarang.

Mulai Penganggaran dan Pencatatan

Kebiasaan paling penting yang harus kamu terapkan selagi masih muda adalah untuk hidup sederhana. Tapi, bagaimana sebenarnya memahami arti kata ‘sederhana’ tersebut? Kuncinya, jumlah pengeluaran kamu harus lebih sedikit dari yang kamu hasilkan.

Maksimal, kamu hanya boleh menghabiskan 85 persen dari penghasilanmu, sementara 15 persen sisanya harus masuk ke dalam pos tabungan atau kamu investasikan. Itu adalah rumus anggaran pendapatan yang harus terus kamu pegang teguh agar pengelolaan keuanganmu tetap stabil hingga usia pensiun nanti.

Tidak cukup sekedar menganggarkan, kamu juga harus mencatat setiap pendapatan dan pengeluaranmu. Paling utama adalah untuk mencatat pengeluaran, tidak peduli sekecil apa pun itu. Di era digital ini, metode pencatatan yang bisa kamu lakukan pun beragam. Kamu tidak perlu repot-repot membawa pensil dan buku catatan kemana-mana, cukup manfaatkan ponsel pintarmu.

Mencatat setiap pengeluaran akan membantumu untuk lebih bijak memutuskan keputusan keuangan yang sesuai dengan kemampuanmu.

Memahami Efek Compounding

Efek compounding dikenal juga dengan istilah ‘bunga berbunga’. Istilah ini memang lebih santer terdengar dalam dunia investasi. Secara sederhana, efek compounding adalah kemampuan sebuah aset untuk menghasilkan keuntungan ketika diinvestasikan, keuntungan ini bahkan dapat memberikan kamu keuntungan yang lebih besar lagi ketika diinvestasikan kembali.

Sekarang, di usia muda, hal paling berharga yang kamu miliki adalah waktu. Artinya, ketika kamu mulai berinvestasi di usia muda maka semakin besar keuntungan yang akan kamu dapatkan ketika kamu memasuki usia pensiun nanti. Dalam dunia investasi, semakin lama sebuah aset kamu investasikan maka nilainya akan semakin berlipat ganda.

Mari simulasikan dengan rumus matematika dasar. Jika di umur 45 tahun kamu berinvestasi sebesar Rp6.000.000 dengan jumlah return atau keuntungan saham sebesar 7% setiap tahunnya, keuntungan yang kamu dapatkan di usia pensiun yakni 65 tahun adalah sebesar Rp263.191.061. Tapi jika kamu mulai berinvestasi di umur 35 tahun, keuntunganmu di umur 65 tahun sebesar Rp606.438.248. Bayangkan jika kamu berinvestasi di umur 25 tahun, dana pensiun yang akan kamu miliki di umur 65 tahun mencapai Rp1.281.657.419!

Dengan persiapan keuangan semacam ini, menikmati usia senja dengan leyeh-leyeh dan foya-foya bukan lagi mimpi di siang bolong!

Tidak perlu bingung bagaimana memulai perencanaan keuangan yang matang dan menguntungkan untuk masa depanmu. Belajar dan berkembang terus bersama Ajaib, kamu pasti bisa!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait