Sebelum Menyesal, Ini 4 Kerugian Tidak Melakukan Investasi

Investasi adalah bagian penting dari rencana keuangan apa pun. Sayangnya, banyak orang tidak menginvestasikan tabungan mereka dengan berbagai macam alasan untuk mencegah uang mereka masuk ke pasar investasi.

Tidak berinvestasi bisa melumpuhkan kesehatan finansial jangka panjang kamu. Untuk lebih memahami alasannya, mari kita lihat beberapa hitungan sehingga kamu dapat melihat dengan tepat kerugian apa yang kamu dapatkan dengan tidak melakukan investasi.

1. Kamu Akan Membutuhkan Dana Pensiun

Sebelum kita masuk ke perincian tentang kerugian kamu dengan tidak berinvestasi, penting untuk memahami kebutuhan kamu di masa depan. Bagi kebanyakan orang, tonggak finansial terbesar adalah hari dimana kamu berhenti dari pekerjaan dan tidak kembali bekerja untuk selamanya. Tetapi sejak hari itu, kamu masih bertanggung jawab untuk membayar pengeluaran kamu, bahkan ketika gaji kamu telah berhenti masuk.

Banyak yang mengabaikan fakta investasi ini. Bahkan, sebagian besar milenial tidak pernah memikirkannya. Sulit memenuhi kebutuhan dasar bagi banyak pensiunan, terutama jika kamu ingin mempertahankan standar hidup yang sama dalam masa pensiun.

Ketika kamu pensiun, kamu masih harus membayar makanan, pakaian, dan biaya hidup lainnya meskipun dengan biaya yang relatif lebih kecil. Tanpa berinvestasi, dana pensiun hampir bisa dipastikan tidak akan cukup untuk mendukung kebutuhan pengeluaran di masa tua kamu. Karena itu, ada baiknya manfaat investasi ini sudah diperhitungkan sejak dini.

2. Tidak Berinvestasi 200 Ribu/Bulan, Apa Ruginya?

Banyak orang berdalih tidak punya cukup uang untuk diinvestasikan, tetapi ini semua sebenarnya hanya salah kaprah. kamu tidak perlu menabung belasan atau puluhan juta rupiah (atau lebih) per bulan untuk mulai berinvestasi. Tidak apa dimulai dengan menabung sedikit demi sedikit untuk mendapat manfaat investasi yang optimal. Untuk lebih jelasnya, mari kita simulasikan bagaimana jadinya jika kamu menyisihkan Rp200 ribu untuk rutin berinvestasi di tiap bulannya.

Dengan mengabaikan bunga yang diperoleh, Rp200 ribu per bulan akan menjadi Rp2,4 juta per tahun. Dalam 25 tahun, uang tersebut akan bertambah menjadi Rp60 juta. Tentu saja jumlah tersebut tidaklah sedikit. Namun, berkat kekuatan pasar saham, nilai uang tersebut akan terus bisa bertambah.

Jika kamu menginvestasikan Rp2,4 juta setiap tahun di instrumen investasi saham selama 25 tahun, dan mendapatkan pengembalian kira-kira 10 persen per tahun, seiring dengan peningkatan harga saham maupun tahunan IHSG dari waktu ke waktu, kamu akan memiliki Rp236 juta di tahun ke-25. Jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan menabung di bank saja, bukan?

Bisa dikatakan, bila kamu tidak berinvestasi sekurang-kurangnya Rp200 ribu per bulan selama kamu berkarir, nilai keuntungan yang hilang dari kamu adalah lebih dari Rp200 juta.

Bahkan jika kamu memasukkan uang kamu ke dalam rekening tabungan, hasil yang kamu dapatkan tetap lebih rendah dibandingkan dengan berinvestasi di pasar modal. Suku bunga rekening tabungan terbaik dari salah satu bank terkemuka di Indonesia adalah sekitar 0.5% persen, itupun kamu harus memiliki puluhan hingga ratusan juta di rekening.

Anggap saja kamu berhasil menemukan rekening tabungan dengan bunga 1% per tahun. Maka, selama 25 tahun menabung dengan nilai Rp200 ribu per bulan, kamu hanya akan mendapat 68 juta saja.

Angka tersebut tentu lebih besar ketimbang menyimpan tabunganmu di rumah. Namun, nilai tersebut masih lima kali lipat lebih rendah dari yang kamu dapatkan dengan berinvestasi di pasar modal.

Itu baru dengan perkiraan keuntungan secara finansial dari menabung Rp200 ribu per bulan, lho. Bayangkan kalau kamu bisa menabung hingga jutaan rupiah per bulan.

3. Biaya Tidak Berinvestasi Meningkat Seiring dengan Kemampuan Kamu untuk Menabung

Kemungkinan kamu menghabiskan setidaknya 1 juta per bulan untuk sesuatu yang tidak benar-benar kamu butuhkan. Sebagai contoh, saya pernah berlangganan TV kabel. Namun, kemudian saya memutuskan bahwa saya lebih suka nonton YouTube ketimbang menikmati acara di TV kabel tersebut. Jika saya membatalkan akses tv kabel dan menginvestasikan 1 juta per bulan, saya akan berpotensi menghasilkan Rp1,3 miliar rupiah selama 25 tahun berinvestasi, dengan anggapan bahwa saya berinvestasi di produk investasi yang menawarkan suku bunga majemuk kurang-lebih 10%.

Tentu saja, dengan adanya inflasi, Rp1,3 pada 25 tahun kemudian tidak sebeharga Rp1,3 miliar di zaman sekarang.  Jumlah ini memang masih di bawah apa yang diperlukan oleh sebagian besar pensiunan, tetapi itu tentu akan membuat rencana finansial kamu lebih baik dengan manfaat investasi ini.

4. Jangan Sampai Mengabaikan Kekuatan Investasi

Bahkan investor sehebat Warren Buffet pun pernah mengalami kegamangan untuk melakukan investasi pertamanya. kamu bisa menyusun daftar panjang alasan untuk tidak berinvestasi, tapi, daftar alasan mengapa kamu harus berinvestasi bisa jadi beratus-ratus kali lipat panjangnya!

Setidaknya, mulailah berinvestasi senilai Rp200 ribu per bulan agar kamu bisa mengetahui manfaat investasi yang bisa menjamin kehidupan di masa tua nanti.

Setiap hari kamu menunggu untuk berinvestasi, semakin kamu akan rugi. Berhentilah kehilangan momen, dan beranilah memulai. Uang kamu tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali kamu membuatnya berfungsi.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait