Analisa Saham

Membedah Kinerja Saham BNGA, Emiten Perbankan Syariah

Ajaib.co.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan. Perusahaan berkode saham BNGA ini memulai bisnis dengan prinsip syariah pada tahun 2004.

BNGA yang memiliki induk CIMB Group ini menawarkan berbagai produk serta layanan meliputi perbankan konsumer, komersial, perbankan syariah, investment banking, hingga manajemen aset.

Jaringan bisnis yang dimiliki oleh BNGA meliputi kantor cabang konvensional, kantor cabang syariah, ATM, mobil kas keliling cash deposit & recycle machine, hingga multifunction device yang ada di beberapa wilayah DKI Jakarta, Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur,  Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Saham BNGA mulai diperdagangkan melalui bursa pada tahun 1989 dengan harga penawaran Rp12.500 per lembar saham. Mayoritas pemegang saham BNGA dipegang oleh CIMB Group Sdn Bhd, Malaysia dengan 91,48 kepemilikan.

Pergerakan saham BNGA saat ini tampak positif namun di angka Rp1.030 per lembar saham, pada penutupan perdagangan 1 April 2021 lalu.

Lalu, apakah saham ini layak untuk dikoleksi? Bagaimana dengan keadaan fundamental perusahaan saat ini dan rencana bisnis seperti apa yang akan dilakukan? Mari kita bedah kinerja saham BNGA.

Catatkan Rp2,01 Triliun, Kinerja Laba BNGA di Tahun 2020 Turun 44,79 Persen

Sepanjang tahun 2020, kinerja keuangan BNGA kurang memuaskan dengan raihan laba bersih senilai Rp2,01 triliun turun 44,79 persen YOY dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp3,64 triliun.

Pendapatan bunga bersih BNGA secara konsolidasi juga turun 0,77 persen menjadi Rp12,47 triliun dari Rp12,58 triliun.

Pendapatan berbasis bunga juga turun 21,23 persen menjadi Rp1,73 triliun dari Rp2,20 triliun. Selain itu, kredit yang disalurkan BNGA juga turun 11,93 persen di mana ending balance mencapai Rp141,90 triliun dari Rp161,13 triliun di tahun 2019.

Bisnis BNGA dalam 5 Tahun Terakhir Terus Mengalami Pertumbuhan

Terlepas dari kondisi pandemi yang membuat bisnis BNGA turun di tahun 2020, namun emiten perbankan syariah ini memiliki kinerja keuangan yang sangat positif dalam 5 tahun terakhir.

Hal ini mengacu pada realisasi pendapatan bunga dan raihan laba yang konsisten meningkat setiap tahunnya.

Adapun data ikhtisar keuangan berdasarkan informasi finansial perseroan yang dapat dilihat seperti berikut (dalam triliun rupiah):

Dari data tersebut dapat diketahui kinerja keuangan BNGA dalam 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Mulai dari tahun 2015 hingga 2019, pendapatan bunga yang direalisasikan perseroan konsisten meningkat. Begitu juga dengan raihan laba bersih yang dibukukan dalam laporan keuangan BNGA konsisten meningkat nominalnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa emiten perbankan memang memiliki prospek saham yang baik untuk dipertimbangkan. Dengan begitu, saham BNGA bisa menjadi pilihan para investor yang mempertimbangkan fundamental perusahaan melalui kinerja keuangan dalam 5 tahun terakhir.

Di samping itu, jika dilihat berdasarkan rasio keuangan di tahun 2019, saham BNGA memang berada dalam kondisi yang sehat.

Berikut data yang diambil berdasarkan ikhtisar keuangan BNGA untuk tahun buku 2019 melalui informasi finansial perseroan:

Bagaimana Prospek Bisnis BNGA ke Depannya? Apakah Sahamnya Layak untuk Dikoleksi?

Emiten perbankan berprinsip syariah, PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik pertumbuhan bisnis mencapai 10 persen YOY di tahun 2021. Di mana, angkat tersebut adalah target pencapaian untuk masing-masing lini bisnis seperti pembiayaan, dana pihak ketiga, dan laba.

Pihak BNGA menyampaikan bahwa tahun 2021 ekonomi diperkirakan mulai mengalami perbaikan dan pertumbuhan.

Dengan begitu, pertumbuhan kinerja BNGA diharapkan bisa mencapai double digit. Menurut BNGA, jika bank-bank lain optimistis di single digit, maka perseroan yakin dengan raihan 10 persen untuk semua sisi.

Untuk bisa merealisasikan pencapaian target pembiayaan sebesar 10 persen, BNGA bakal mendorong segmen konsumer untuk pembiayaan kepemilikan rumah atau KPR syariah yang diyakini masih memiliki potensi begitu besar.

Saat ini KPR yang menjadi tulang punggung pembiayaan karena masih membukukan pertumbuhan yang positif. Mengingat, porsi korporasi atau komersial yang permintaannya belum besar untuk pembiayaan karena konsumsi yang belum kembali jalan, maka tahun 2021 akan difokuskan untuk pembiayaan KPR. Ditambah konsumsi masyarakat kian meningkat saat ini.

Selain KPR, BNGA juga bakal menggarap segmen usaha kecil dan menengah atau UMKM karena potensi pertumbuhan yang cukup menjanjikan di tahun ini. Mengingat, prinsip bisnis BNGA adalah syariah, maka perseroan juga bakal membidik islamic community dengan potensi yang sangat besar melebihi Rp500 triliun.

Akan tetapi, potensinya masih belum semua masuk ke dalam sistem perbankan sehingga BNGA perlu membuka aksesnya kembali. BNGA sendiri mengharapkan potensi sekitar 10 hingga 20 persen untuk sektor ini.

Mengacu pada catatan transaksi, untuk segmen islamic community pada tahun 2020 sudah mencapai sekitar Rp1,3 triliun sampai Rp1,5 triliun sehingga tahun 2021 diharapkan bakal tumbuh dua kali lipat dari tahun lalu.

Di samping itu, BNGA sendiri tengah mempersiapkan proses pemisahan diri atau spin off dari induk perusahaan sesuai dengan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan pada 2023 mendatang.

Akan tetapi, tahap tersebut masih membutuhkan proses lebih jauh karena terdapat sejumlah UUS dari kelompok bank kecil serta BPD yang pastinya akan mengalami kesulitan saat perseroan melepaskan diri dari induk.

Walaupun begitu, pihak BNGA sendiri masih terus memproses pemisahan diri karena prosesnya yang membutuhkan waktu. Ditambah adanya persiapan Omnibus Law perbankan sehingga harus menunggu hal tersebut terealisasi.

OJK sendiri menginformasikan untuk pemisahan diri dengan persiapan selama dua tahu sehingga BNGA masih terus mempersiapkannya.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait