Analisa Saham

Fundamental Kuat, Saham BJTM Cocok untuk Jangka Panjang

1. Profil Singkat Emiten

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur atau Bank Jatim adalah sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Jawa Timur. Bank Jatim didirikan pada tanggal 17 Agustus 1961 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1961. Lingkup kegiatan bank ini adalah untuk bergerak dalam bidang layanan perbankan umum, termasuk kegiatan perbankan berdasarkan prinsip Syariah dan kegiatan perbankan konvensional.

Pada tanggal 12 Juli 2012, Bank Jatim mencatatkan saham perdana di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-13 dengan kode saham BJTM. 79,48% lembar saham BJTM dimiliki oleh pemerintah daerah Jawa Timur sedangkan saham publik di emiten ini ada sebesar 22,89%.

Saat ini BJTM memiliki market cap sebesar 12,12 T dengan harga penutupan Rp800 per tanggal 4 Februari harga saham BJTM telah naik sebesar 86% dari harga penawaran Rp430.

Mari kita analisis lebih dalam isi BJTM untuk dapat menilai seberapa menarik saham perusahaan ini.

2. Dilihat dari Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Dari laporan keuangan BJTM per November 2020, menunjukkan kinerja keuangan yang baik. Perusahaan seperti tidak terlalu terdampak oleh pandemi.

Aset BJTM dapat tumbuh cukup tinggi, mencapai 15,01% YoY. BJTM masih mampu membukukan kenaikan kredit sebesar 7,29% YoY hingga November 2020 saat rata-rata kredit bank umum per November 2020 justru turun sebesar -1,39% YoY (berdasarkan data OJK). BJTM membukukan kenaikan kredit pada tiap segmennya, baik komersial, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maupun konsumer. Kredit UMKM bahkan tumbuh dua digit.

Sementara itu, Dana pihak ketiga (DPK) juga melesat 17,92% YoY, masih lebih unggul juga jika dibandingkan rata-rata industri bank umum yang hanya tumbuh 11,55% YoY. Dari data tersebut, terlihat bahwa BJTM adalah salah satu bank daerah yang mampu bertahan dengan sangat baik selama pandemi.

Selain itu, kinerja laba BJTM pun dapat tetap dijaga. Berikut ini laporan kinerja laba BJTM (dalam Rp miliar):

BJTM masih mampu membukukan laba di atas Rp1 triliun, meskipun kali ini hanya tumbuh tipis 1,07% YoY. Selanjutnya mari kita bahas dulu rasio-rasio keuangan umum BJTM. Berikut ini datanya:

Dari rasio-rasio tersebut menunjukkan bahwa kondisi bisnis BJTM dalam kondisi sehat. ROA dan ROE serta NIM yang turun menunjukkan kemampuan bank ini untuk menghasilkan keuntungan sedikit melemah sepanjang 2020, namun hal tersebut wajar mengingat masih dalam kondisi pandemi.

LDR yang menurun mencerminkan longgarnya likuiditas BJTM. Artinya, dana yang dihimpun BJTM lebih banyak ketimbang yang disalurkan sebagai kredit. Umumnya kondisi likuiditas yang longgar memang dinilai positif, tetapi jika terlalu longgar juga bisa berarti BJTM kurang efektif menyalurkan kredit.

BOPO yang masih 70,58% menunjukkan bank ini cukup efektif dalam menjalankan bisnisnya, sehingga beban operasionalnya hanya memangkas 70,58% dari capaian pendapatannya. Sementara itu, COF yang relatif stabil dan cenderung turun juga menunjukkan beban dana yang relatif terkendali.

CASA yang lebih dari 50% artinya bank ini memiliki lebih banyak dana murah, yakni tabungan dan giro, ketimbang dana mahal yakni deposito. Dengan demikian, beban keuangannya pun lebih ringan.

Sementara itu, NPL gross dan net yang meningkat menunjukkan naiknya tingkat kredit bermasalah di bank ini akibat kesulitan dari nasabahnya untuk mengembalikan pinjaman mereka. Namun, selagi masih di bawah 5%, kondisi NPL ini relatif masih akan mampu tertangani dengan baik. Perusahaan juga memiliki CAR yang cukup tinggi, yakni 21,58%, jadi masih cukup untuk meredam risiko bisnisnya.

3. Riwayat Kinerja

Kinerja unggul Bank Jatim sudah relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. Berikut ini rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/ CAGR) sejumlah komponen kinerja BJTM periode 2016 hingga 2020:

Tingkat pertumbuhan dalam 5 tahun terakhir mencerminkan solidnya bisnis BJTM ditambah kemampuan perusahaan dalam bertahan selama pandemi cukup membuktikan kuatnya strategi bisnis bank daerah ini.

4. Track Record Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

BJTM termasuk emiten yang tiap tahun membagi dividennya. Hal tersebut memang benar. Berikut adalah besaran pembayaran dividen BJTM beberapa tahun terakhir:

BJTM konsisten membayarkan dividen kepada pemegang sahamnya tiap tahun dengan nilai yang terus meningkat. Pembayaran dividen rutin menjadi nilai tambah bagi suatu emiten, sebab tidak banyak emiten yang mampu secara konsisten terus membayarkan dividen kepada pemegang sahamnya.

Hal ini menjadikan saham BJTM cocok untuk investor jangka panjang yang ingin menikmati pendapatan rutin dari dividen tiap tahun, tanpa perlu menjual kepemilikan sahamnya.

5. Prospek Bisnis BJTM

Bank Jatim adalah bank pembangunan daerah yang bisnisnya berfokus hanya di satu provinsi tertentu dan untuk kepentingan provinsi tersebut. Tingginya PDB suatu provinsi tentu besar pengaruhnya bagi bisnis bank daerahnya.

Tahun lalu, BJTM juga menjadi salah satu penerima dana PEN negara senilai Rp2 triliun. Bantuan dana murah ini dapat dimanfaatkan secara efektif oleh BJTM, sehingga bisa menyalurkan kredit hingga Rp5,62 triliun yang melebihi target semula yaitu Rp4 triliun.

BJTM tampaknya sangat serius dalam pengembangan bisnisnya dan berambisi menjadi BPD nomor satu di Indonesia. Hal tersebut sudah menjadi visi bank ini. Dengan tingginya potensi kredit konsumsi dari Aparatur Sipil Negara (ASN), serta kredit komersial dan UMKM dari pelaku usaha di Jawa Timur, mimpi itu tampaknya tidak mustahil terwujud, apalagi jika melihat pertumbuhan konsisten bisnis BJTM beberapa tahun terakhir.

BJTM juga tengah fokus mengembangkan ekosistem perbankan digital mereka. Saat ini, sudah ada beberapa aplikasi perbankan digital Bank Jatim yang tersedia di Play Store atau App Store. Beberapa aplikasi itu yakni Bank Jatim Mobile, SMS Banking Bank Jatim, Jatim E-KMG, Bank Jatim Lelang, Jatim Kilat, dan Jatimcode QRIS Merchant.

BJTM sudah memiliki peta jalan transformasi digital 2020-2024 yang mencakup sistem keamanan IT, peningkatan sistem core banking, peningkatan perbankan digital, digitalisasi proses bisnis, kemitraan strategis, dan analisis big data.

Digitalisasi adalah masa depan perbankan. Dengan persiapan yang matang menuju penguatan sistem perbankan digital, BJTM akan mampu memanfaatkan peluang bisnis digital yang lebih besar di masa mendatang. Hal ini tentu akan membuka ruang bagi pertumbuhan kinerja BJTM yang lebih besar di masa depan.

6. Harga Saham (Kesimpulan)

PER dan PBV BJTM saat ini masih tergolong sangat rendah. Dengan kata lain, saham BJTM kini sedang terdiskon. Berdasarkan data RTI, PER dan PBV BJTM per Jumat (5 Februari 2020) ada di level 8,35 kali dan 1,27 kali.

Secara umum, level PER dan PBV ini memang tergolong sangat rendah. Sebagai pembanding, saham BBRI PER dan PBV-nya ada di level 29,23 kali dan 2,86 kali. Sementara itu, PER dan PBV saham BMRI ada di level 17,72 kali dan 1,60 kali.

Meskipun demikian, jika menilik kinerja keuangannya secara umum serta prospek bisnisnya yang masih menjanjikan sehingga saham BJTM layak dipertimbangkan untuk dibeli.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait