Investasi, Saham

Betah di Zona Hijau, Saham BJTM Masih Belum Bangkit

saham bjtm

Ajaib.co.id – Saham BJTM (Bank Jatim) masih berada di zona hijau, yakni di posisi Rp645 per lembar sahamnya per tanggal 18 September 2019. Kendati demikian, mereka belum berhasil bangkit.

Ya, saham BJTM sempat berada di level tertinggi pada tahun 2019. Tepatnya terjadi pada 11 Februari 2019, yakni di anka Rp750 per unitnya. Namun sejak saat itu, saham BJTM turun hingga 14 persen.

Strategi Saham BJTM

Untuk meningkatkan kinerja mereka di lantai saham, Bank Jatim memacu penyaluran kredit investasi setelah realisasi pertumbuhan kredit belum maksimal pada semester pertama di tahun 2019.

Pejabat Pengganti Sementara (PGS) Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, dirinya optimistis dengan kegiatan ini. Pasalnya, kredit investasi akan meningkat seiring dengan banyaknya pencairan kredit, terutama pada sektor infrastruktur.

“Kredit investasi akan meningkat karena banyaknya pemberian kredit investasi di pembangunan jalan tol, maupun infrastruktur lainnya yang pencairannya berdasarkan progres,” katanya, dinukil dari Bisnis.

Pertumbuhan positif kredit investasi Bank Jatim tercermin dari penyaluran yang tumbuh sebesar 25,42 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juli 2019. Ferdian mengatakan, kontribusi terbesar pada pertumbuhan tersebut didorong oleh kredit sektor infrastruktur.

Perseroan pun mematok pertumbuhan tinggi untuk kredit investasi, yakni 13,23 persen hingga akhir tahun 2019. Ferdian mengatakan perseroan juga akan mendorong penyaluran kredit lainnya pada sektor infrastruktur, seperti konstruksi dan pendidikan.

Adapun, berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan kredit investasi meningkat secara industri. Per Juli 2019, kredit investasi tumbuh 13,8 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan Juni 2019 yang tercatat sebesar 13,3 persen yoy.

Secara keseluruhan, total portofolio kredit yang disalurkan Bank Jatim pada semester pertama di tahun 2019 sebesar Rp34,77 triliun atau tumbuh 8,25 persen yoy.

Sektor pendorong pertumbuhan, yaitu komersial dan usaha kecil menengah, dengan pertumbuhan masing-masing 17,72 persen yoy dan 11,63 persen yoy, sedangkan segmen pendorong lainnya adalah konsumer yang berkontribusi hingga 61 persen dengan pertumbuhan 4,33 persen.

Sekilas Tentang Bank Jatim

Bank Jatim mulai melakukan kegiatan operasional sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. BUM 9-4-5 pada tanggal 15 Agustus 1961. Sedangkan Unit Usaha Syariah (UUS) dibentuk dan mulai beroperasi sejak tanggal 21 Agustus 2007 sesuai dengan surat Persetujuan Prinsip Pendirian UUS dari Bank Indonesia No. 9/75/DS/Sb tanggal 4 April 2007.

Entitas induk terakhir dari Bank adalah Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Bank memperoleh ijin untuk beroperasi sebagai Bank Devisa berdasarkan SK Direksi Bank Indonesia (“BI”) No 23/28/KEP/DIR tanggal 2 Agustus 1990. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank tersebut, ruang lingkup kegiatan Bank adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan, termasuk perbankan berdasarkan prinsip Syariah serta kegiatan perbankan lainnya yang lazim sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Artikel Terkait