Kesalahan Anggaran Pernikahan yang Harus Kamu Hindari

Mempersiapkan acara pernikahan biasanya memberikan perasaan senang sekaligus pusing. Senang karena ingin mewujudkan konsep pernikahan untuk hari paling bahagia bersama pasangan. Pusing ketika akan menyusun anggaran pernikahan dan biaya yang dikeluarkan untuk resepsi pernikahan.

Kata-kata seperti “mahal” dan “stres” mungkin dua hal yang terlintas dalam pikiranmu ketika memikirkan perencanaan pernikahan. Pada dasarnya, dana berapa pun rasanya tidak akan cukup untuk hari yang seharusnya menjadi best day of your life itu. Namun kamu sebaiknya membuat anggaran pernikahan agar bisa memanfatkan dana yang tersedia dengan efektif dan efisien.

Baik kamu memiliki Rp100 juta atau Rp1 milyar untuk dibelanjakan, kamu harus tetap membuat anggaran untuk rencana pernikahan. Sama sama anggaran finansial lainnya, gunakan untuk mengetahui bagaimana uangmu digunakan untuk apa saja dan mendapatkan hasil yang terbaik.

Kesalahan Anggaran Pernikahan yang Kerap Dilakukan Calon Pengantin

Anggaran pengantin haruslah disusun bersama oleh kedua mempelai dengan mempertimbangkan kondisi keuangannya masing-masing. Semua orang ingin tentunya ingin menggunakan jasa vendor terbaik dan resepsi terindah namun tidak semuanya mampu membiayainya.

Salah-salah kamu malah bisa terjebak utang usai pesta berakhir karena salah pengaturan anggaran saat pernikahan. Pernah dengar istilah, “nikah di gedung tingga di kontrakan?”. Kalimat itu menunjukkan pasangan yang salah mempriorotaskan anggaran keuangannya dengan mengutamakan resepsi daripada memiliki rumah yang akan ditinggali selama pernikahan.

Kadangkala pernikahan di rumah akan lebih baik dari segi keuangan. Jangan terlalu banyak mengalokasikan dana yang kamu miliki untuk kesenaan sesaat di Hari H jika berikutnya harus hidup penuh utang dan terlilit krisis keuangan. Bahkan banyak pasangan yang kemudian berpisah karena perkara keuangan yang diawali dengan anggaran pernikahan yang salah.

Pada artikel berikut, temukan kesalahan penganggaran yang harus kamu hindari untuk membuat proses perencanaan pernikahanmu menjadi menyenangkan dan seefisien mungkin.

 

# Menjadi Terlalu Takut untuk Mencari Tahu Siapa Membayar untuk Apa

Bicaralah dengan keluarga dan pasanganmu tentang siapa yang akan membayar untuk apa. Tanyakan kepada kedua orang tuamu apakah mereka berencana untuk berkontribusi pada biaya pernikahan nantinya. Jika demikian, minta mereka berkomitmen untuk sejumlah uang tertentu, dan kemudian tambahkan semua kontribusimu dan pasangan untuk membuat anggaran pernikahan.

Atau, mungkin lebih mudah untuk meminta setiap orang tua untuk membiayai aspek tertentu dari pernikahan, seperti untuk kateringnya, dekorasi atau sewa gedung. Sedangkan kamu dan pasangan membiayai acara lamaran, baju pengantin, dan undangan. Putuskan berapa banyak yang dapat kamu sumbangkan dari sekarang sampai hari pernikahan tiba.

Bagaimana caranya membuka percakapan? Bagi banyak pasangan, berbicara dengan setiap keluarga secara terpisah adalah cara terbaik untuk melakukan diskusi terbuka. Saat kamu berbicara, berikut adalah strategi untuk menentukan anggaran awal pernikahanmu.

  • Pertimbangkan Biaya

Jika kamu berencana makan malam di grand ballroom hotel bintang lima di pusat kota, anggarannya jelas harus jauh lebih besar daripada jika membuat pesta kebun di belakang rumah orang tua. Jangan paksakan keinginamu jika memang biayanya tidak memungkinkan.

Misalnya daripada biaya menyewa grand ballroom hotel, mungkin dananya kamu alokasikan untuk bulan madu atau membiayai KPR rumah pertama bersama pasangan. Secara umum, ada beberapa faktor utama yang benar-benar akan memengaruhi apa yang harus kamu sisihkan.

  • Pertimbangkan Jumlah Undangan

Pernikahan di Indonesia biasanya dihadiri banyak tamu undangan karena mengundang kenalan orang tua dan keluarga selain juga si pengantin. Ada biaya per kepala untuk makanan dan minuman, dan keduanya biasanya merupakan pengeluaran terbesar dari seluruh pernikahan, jadi mengubah ukuran daftar tamu adalah cara paling tepat untuk menambah atau mengurangi biayamu.

Selain itu, semakin kecil daftar tamu, semakin banyak kamu dapat menghemat untuk semua detail lainnya, termasuk dekorasi, souvenir, atau event organizer. Mengubah jumlah tamu mungkin adalah hal yang sulit untuk dilakukan dan disampaikan kepada orang tua. Namun jelaskan dengan terbuka dan uraikan alasannya mengapa hal itu harus dilakukan.

  • Pertimbangkan Tanggal dan Waktu

Pada tanggal atau hari-hari tertentu, biaya bisa meningkat, dan harus menjadi bahan pertimbanganmu. Orang Indonesia umumnya menikah dengan pertimbangan hari baik namun kadang hal ini bisa menjadi kendala bagi anggaran pernikahanmu. Misalnya di akhir tahun biasanya harga sewa gedung atau kebutuhan pernikahan lainnya jauh lebih mahal dibandingkan awal tahun.

Jika mengubah tanggal pernikahan karena pertimbangan harga sulit dilakukan, cobalah berkompromi. Bisa dengan melangsungkan akad nikah atau pemberkatan di akhir tahun dan resepsi pernikahan selang beberapa waktu kemudian yang dananya lebih sesuai anggaran.

Selain itu, resepsi malam biasanya lebih mahal daripada resepsi siang atau sore, bukan hanya karena biaya katering yang lebih tinggi untuk makan malam, tetapi juga karena orang cenderung minum lebih sedikit di siang hari, dan banyak pasangan memilih untuk mengurangi elemen seperti pencahayaan, musik, dan dekorasi pada siang hari.

 

# Tidak Mengalokasikan Dana dengan Benar

Sama seperti membeli sepatu, apartemen atau celana jeans dan pengeluaran lainnya, dalam hal membiayai pernikahan, kamu harus mencari tahu berapa banyak yang harus kamu keluarkan untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Misalnya 30 persen dari anggaranmu haruslah dialokasikan untuk katering sedangkan sisanya dibagi untuk kebutuhan lainnya.

Kamu dapat menemukan rincian dasar dari apa yang dapat kamu harapkan untuk membayar vendor pernikahan tertentu dan perlu diingat bahwa kamu harus mengalokasikan dana untuk resepsi, upacara agama, pakaian, bunga, hiburan dan musik, fotografi dan videografi, souvenir, cincin kawin, transportasi dan biaya lain-lain.

Untuk menghindari stres, alokasikan 5 persen dari anggaran Anda untuk dana “jaga-jaga”. Jika kamu membayar untuk bulan madumu sendiri, ingatlah untuk menganggarkan itu juga. Anggaplah biaya bulan madu sebagai bonus bagimu dan pasangan setelah stres mengurus acara pernikahan dan anggarannya.

Jika kamu bertanya pada diri sendiri bagaimana bisa menabung untuk sesuatu yang memerlukan biaya besar untuk pernikahan, jangan khawatir, hal itu bisa dilakukan. Segera setelah bertunangan, mulailah menyisihkan sebanyak mungkin penghasilanmu untuk pernikahan.

Menyimpan 20 persen dari pendapatan bulanan adalah hal yang baik. Semakin lama masa tunanganmu, semakin kamu bisa menyisihkan lebih banyak uang. Kamu juga dapat menghemat dengan membatasi pengeluaran bulanan untuk hal-hal kecil seperti menonton di rumah daripada menonton di bioskop, membatasi kebiasaan Starbucks , dan sebagainya.

Perubahan-perubahan ini tidak akan mempengaruhi kualitas hidupmu, tetapi setelah satu tahun, uang ekstra ini akan membantu pada pernikahan. Bonus lainnya adalah jika kamu bertahan pada gaya hidup berhemat ini maka uang yang biasanya untuk bioskop dan kopi bisa dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat usai menikah misalnya investasi.

 

# Lupa Melacak Berapa Banyak yang Kamu Habiskan

Kamu telah menetapkan anggaran, tetapi kamu juga harus menghabiskan beberapa bulan ke depan untuk melacak dan mengalokasikan dana tersebut.

  • Buat Sistem

Uji keterampilan akuntansimu dengan memutuskan sistem penganggaran untuk melacak semua uang yang masuk dan keluar. Catat berapa banyak yang harus kamu keluarkan untuk segala hal, mulai dari musik hingga hadiah untuk tamu, dan lacak semua pembayaran dan tanggal jatuh tempo mereka. Pastikan kamu mencatat setiap pembayaran yang dilakukan dan kepada siapa kamu berhutang.

  • Analisa Biaya dan Tambahan Tersembunyi

Mengetahui semua biaya di muka akan menjamin bahwa anggaranmu benar-benar dapat menutupi semuanya. Jangan lupakan hal-hal kecil. Hal-hal seperti perangko untuk pengiriman undangan atau biaya kecil lainnya mungkin mudah untuk Anda abaikan. Membuat anggaran sedikit berlebih dapat menjagamu untuk tidak melewati anggaran.

 

# Tidak Mengurangi Anggaran Pernikahan di Kategori Tertentu

Membuat anggaran pernikahan yang cermat adalah soal mengatur alokasi dana yang tepat tanpa mengorbankan kebahagiaan hari pernikahan. Ikuti beberapa tips berikut untuk memiliki pernikahan yang lebih hemat tanpa mengorbankan keindahannya.

  • Putuskan Apa yang Paling Penting

Pilih tiga prioritas utama dan alokasikan sedikit uang tambahan untuk prioritas tersebut, seperti gaun, katering, dan tempat pernikahan. Selanjutnya, pilih tiga hal yang paling rendah pada daftar prioritas, mungkin bunga, kue pernikahan dan undangan, dan sesuaikan anggaran yang ada.

  • Pertimbangkan Biaya Pencetakan

Memiliki dua warna tinta pada undangan mungkin cocok dengan skema pesta pernikahan idamanmu, tetapi juga dapat menambah biaya cetak yang besar.

  • Gunakan Mobil yang Lebih Kecil

Mobil yang kecil sekalipun akan mengantarkan kamu dan pasangan ke resepsi pesta pernikahan sama efektifnya dengan mobil limusin yang membutuhkan beberapa kali lipat biaya lebih besar.

  • Mengganti Bunga Lebih Murah.

Pilih bunga yang sedang musim, dan pilih bunga yang ditanam secara lokal yang tidak perlu diterbangkan dari jauh untuk mengurangi biaya.

  • Sederhanakan Menu Anda

Kurangi jumlah menu makan malam keseluruhan, membuat tiga course memerlukan biaya lebih murah dari melayani lima course dan menjaga menu tetap sederhana. Tetapkan menu sesuai dengan musim dan wilayah agar lebih hemat dan tetap dinikmati tamu.

 

Buat anggaran pernikahan segera setelah kamu bertunangan. Semakin cepat kamu dan pasangan melakukannya, semakin banyak uang yang bisa dikumpulkan dan semakin matang persiapan pernikahan impianmu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Share to :
Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Artikel Terkait