Investasi, Perencanaan Keuangan

Pertanyaan Umum dalam Menabung dan Berinvestasi Untuk Kuliah

berinvestasi untuk kuliah

Banyak yang meremehkan perkara menabung dan berinvestasi untuk kuliah. Padahal, biaya pendidikan lanjutan bisa dibilang tidak murah dan harus dihimpun dari jauh-jauh hari. Oleh karena itu, ada baiknya kamu simak ulasan ini.

Jika kamu saat ini sedang duduk di bangku SMA, dan mulai memikirkan untuk berkuliah, maka kamu perlu khawatir tentang biaya masuk kuliah yang tidak sedikit. Banyak beasiswa yang menawarkan untuk kuliah gratis, namun banyak juga yang tidak mendapatkan tawaran itu karena minimnya prestasi.

Ini adalah beberapa pertanyaan umum tentang manabung dan berinvestasi untuk kuliah, semoga bisa membantu!

Berapa yang Harus Ditabung untuk Kuliah?

Biaya kuliah tergantung pada berbagai faktor, termasuk apakah universitas itu negeri atau swasta. Sementara perguruan tinggi negeri menerima dana dari negara, perguruan tinggi swasta sangat bergantung pada sumbangan dan biaya kuliah. Jadi biaya kuliah di sekolah swasta cenderung lebih tinggi.

Pada 2016-2017, biaya rata-rata uang sekolah dan biaya untuk siswa di perguruan tinggi negeri selama empat tahun adalah Rp40-50 juta, sementara sebuah perguruan tinggi swasta (empat tahun) berkisar Rp40-80 juta. kamu dapat menggunakan angka-angka itu sebagai patokan untuk memperkirakan biaya kuliah kamu. Perlu diingat bahwa biaya cenderung lebih tinggi dalam 10 atau 12 tahun ke depan.

Bagaimana Jika Terlambat Menabung?

Cari cara untuk memangkas anggaran kamu sehingga kamu dapat membebaskan uang untuk ditabung. Kamu juga dapat meminta kerabat dan keluarga untuk berkontribusi pada tabungan kuliahmu sebagai pengganti hadiah ulang tahun. Pertimbangan untuk bekerja paruh waktu selama sekolah, carilah pekerjaan yang menerima murid SMA yang bisa menyesuaikan jam.

Jika kamu ingin sekali kuliah, tapi sudah di penghujung kelulusan kuliah, maka kamu harus bersabar dan carilah pekerjaan dan menunda kuliah selama satu hingga dua tahun setelah lulus SMA. Cara ini banyak dipilih oleh mereka yang tidak memiliki biaya yang cukup untuk kuliah.

Bagaimana Jika Tabungan Tidak Cukup?

Keluarga membayar biaya kuliah dari berbagai sumber. Kebanyakan dari mahasiswa saat ini, biaya kuliah masih ditanggung orang tua. Namun ada sumber-sumber lain, di antaranya beasiswa, hibah dan pinjaman, program kuliah dari pemerintah dan swasta, termasuk sekolah itu sendiri, menawarkan biaya kuliah gratis. Mulailah cari dan memanfaatkan peluang itu untuk kuliah.

Apakah Berinvestasi Untuk Kuliah Membantu?

Jawabannya adalah iya. Investasi sejak duduk di bangku sekolah adalah cara terbaik untuk mengumpulkan dana kuliah. Investasi mulai Rp10.000 pun jika kamu rutin untuk berinvestasi setiap hari, maka ada jalan untukmu agar uangmu terkumpul untuk biaya masuk kuliah.

Banyak produk investasi yang bisa kamu coba, ada investasi saham, forex, hingga emas. Memiliki investasi bisa menjadi jalan keluar untuk biaya kuliah sekaligus mendapatkan uang jajan selama kuliah.

Salah satu platform investasi yang cocok adalah Ajaib. Platform ini telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang terjamin aman. Ajaib banyak menawarkan investasi reksa dana yang tepat untukmu.

Jadi, sudah siapkah kamu berinvestasi dan menabung sejak dini? Semangat!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait