5 Langkah Mudah Membuat Rencana Keuangan

Perhitungan yang matang dan terstruktur adalah hal yang penting dalam perencanaan keuangan

Rencana keuangan sangat berguna salah satunya ketika kamu ingin membeli rumah atau menyiapkan biaya pendidikan anak untuk masa depan. Bisa pula dijadikan cara untuk mengatur keuangan kalau kamu sudah memiliki rencana untuk hidup santai dan tenang di masa tua.

Rencana finansial penting karena pada dasarnya semua orang punya tingkat kemapanan yang ingin dicapai.Perencanaan keuangan adalah langkah awal yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuan-tujuan kamu.Tentunya strategi keuangan ini sangat bergantung dengan kondisi finansial setiap orang. Namun, dengan dana yang dimiliki paling tidak pemanfaatnya maksimal baik untuk kebutuhan saat ini atau di masa mendatang.

Perencanaan keuangan, atau financial planning, adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan seseorang, melalui pengelolaan keuangan yang tepat dan terencana. Tujuannya untuk memastikan kamu memiliki uang dalam jumlah yang tepat, waktu yang tepat dan dalam bentuk yang tepat untuk memenuhi semua tujuan-tujuan keuangan kamu.

Memang, kita terbiasa mendengar istilah “jalanin aja dulu” atau You Only Live Once (YOLO). Namun, istilah ini berbahaya sekali jika diterapkan dalam kehidupan keuanganmu. Keuangan yang tidak direncanakan dengan baik akan membuat hidupmu bermasalah di masa depan salah satunya dengan terjerat hutang.

Panduan Membuat Rencana Keuangan Agar Tercapai Keinginanmu

Agar tak salah dalam mengelola keuangan, kamu bisa menerapkan lima langkah rencana keuangan ini. Pastinya kamu sudah lelah terus-terusan kehabisan uang sebelum masa gajian tiba kan? Dengan perencanaan keuangan yang baik kamu juga bisa mewujudkan keinginan liburan atau bahkan membeli rumah untuk masa depan.

  • Ketahui Arus Kas Kamu

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menentukan arus kas bulanan kamu. Hitunglah jumlah uang yang masuk dan keluar dari akun kamu setiap bulannya. Kamu bisa memulai dengan mencatat penghasilan bersih per bulan yang kamu terima. Sertakan juga sumber penghasilan lain jika ada, seperti tip, bonus, tunjangan, dividen, bunga penghasilan, dan lain-lain.

Kemudian catatlah biaya bulanan kamu. Kamu bisa memisahkannya ke dalam tiga kategori, yaitu pengeluaran tetap, fleksibel, dan tersier. Pengeluaran tetap adalah biaya yang jumlahnya sama setiap bulan, seperti biaya sewa, pembayaran pinjaman, asuransi atau premi kesehatan.

Biaya fleksibel adalah biaya yang bisa kamu atur jumlah uang yang dikeluarkan. Contoh pengeluaran fleksibel yaitu barang rumah tangga atau pakaian. Misalnya, jika uang bulananmu hanya sisa sedikit, kamu bisa menunda untuk membeli sepatu atau baju yang kamu sukai.

Biaya tersier adalah barang-barang yang tidak diperlukan untuk kelangsungan hidup yang hanya sebatas keinginan. Biaya ini termasuk biaya untuk hiburan seperti menonton bioskop, jalan-jalan ke luar kota/luar negeri, atau membeli tiket konser. Hindari kemungkinan pengeluaran lain seperti penggunaan kartu kredit yang tidak terlalu bermanfaat itu.

  • Buatlah Tujuan Keuangan

Setelah mengetahui arus kas dan berapa banyak yang dapat disisihkan untuk diinvestasikan, cari tahu soal tujuan keuanganmu. Hal ini sangat penting dalam menentukan strategi keuangan kamu karena perencanaan yang matang butuh jangka waktu tertentu. Contohnya seperti menyiapkan dana pensiun untuk 30 tahun ke depan, membeli rumah dalam 5 tahun, atau membayar biaya pendidikan untuk calon anakmu.

Menentukan tujuan keuangan bisa kamu lakukan dengan menjawab pertanyaan berikut. Apakah tiga hal yang menjadi prioritas utama kamu saat ini? Membeli rumah? Membuka akun investasi? Membayar pinjaman pendidikan? Setelah memiliki susunan tujuan keuangan sesuai jangka waktu, kamu dapat mengelompokkannya berdasarkan jangka waktunya. Apakah tujuan tersebut termasuk jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang.

Tujuan keuangan yang masuk ke dalam kategori jangka pendek adalah yang kurang atau sama dengan 1 tahun. Sementara jangka waktu di atas 1 tahun hingga 5 tahun termasuk dalam jangka waktu menengah. Tujuan keuangan dengan jangka waktu di atas 5 tahun merupakan tujuan keuangan jangka panjang. Kategori berdasarkan jangka waktu akan memudahkan kamu untuk memperhitungkan berapa dan sampai kapan dana harus dikumpulkan

  • Pastikan Jangka Waktunya Realistis

Setelah kamu menetapkan sasaran, pertimbangkan kembali apakah jangka waktu yang ditargetkan realistis dengan kemampuan finansial saat ini. Jika kamu menginginkan uang muka untuk memiliki sebuah rumah, dan mengharapkan untuk mengubah Rp5 juta menjadi Rp500 juta dalam dua tahun, kamu mungkin harus berpikir ulang.

Namun, jika kamu menabung Rp500.000 per bulan dengan tujuan untuk memiliki handphone baru tanpa harus mencicil, atau jika kamu berinvestasi rata-rata Rp2,5 juta per bulan sejak usiamu 25 tahun, dan ingin pensiun dengan nyaman atau bahkan kaya pada usia 65 tahun, target kamu bisa direalisasikan.

  • Tetapkan Alokasi Aset Kamu

Selanjutnya, saatnya untuk melihat opsi investasi yang dimiliki dan merumuskan alokasi dananya. Besaran dana ini yang akan membantu kamu mencapai tujuan finansial itu dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan.Perumusan ini dilakukan sesuai dengan tujuan dan batasan investasi investor, serta dengan mempertimbangkan profil risikonya.

Pada dasarnya, setiap jenis kelas aset memiliki profil return dan risiko yang berbeda. Masing-masing jenis instrumen investasi juga memiliki karakteristik yang berbeda pula.Saat ini pilihan instrumen investasi yang tersedia seperti Sertifikat Bank Indonesia, saham, obligasi (pemerintah maupun korporasi), reksa dana, dan lain sebagainya.

Penyusunan model alokasi dana bisa dilakukan sendiri oleh investor jika ia memahami seluk-beluk investasi, serta tingkat toleransi risiko yang dimilikinya.Bagi yang tidak memiliki pengetahuan yang memadai, kami menyarankan untuk memulai perjalanan investasimu di reksa dana.

Misalnya di Ajaib. Kamu bisa berinvestasi di aneka reksa dana pilihan yang telah teruji performanya selama bertahun-tahun. Ajaib juga bisa memberikan saran investasi berdasarkan dengan tujuan investasi kamu.

  • Terus Mengevaluasi dan Menyesuaikan Rencana Keuanganmu

Setiap rencana investasi akan membutuhkan beberapa penyesuaian saat kamu berjalan. Kamu bahkan mungkin perlu membuat perubahan signifikan jika sesuatu yang besar dan tidak terduga terjadi. Pastikan untuk mengevaluasi portofolio investasi kamu setidaknya setahun sekali dan lakukan perubahan yang diperlukan sesuai dengan kondisi keuangan terbarumu.

Misalnya, ketika kamu berusia 25 tahun, portofolio kamu bisa saja banyak di pasar saham atau P2Plending yang risikonya cenderung lebih besar dan pengembaliannya juga besar. Namun, jelang usia pensiun, portofolio kamu bisa saja banyak di instrument investasi yang cenderung lebih aman, seperti deposito atau reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang. 

Jangan takut untuk mengambilan keputusan yang ekstrem yang merubah arah perencanaan keuanganmu. Bisa saja hasilnya malah lebih baik dari yang kamu targetkan semula.

Nah, sudah mengerti ‘kan pentingnya mengelola rencana keuangan sejak dini? Mumpung masih muda, kamu masih punya banyak waktu untuk memiliki rencana keuangan. Jangan lupa untuk menerapkan tips-tips di atas agar tujuan keuanganmu bisa segera tercapai, ya!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait