5 Langkah Mudah Membuat Rencana Keuangan

Apakah Anda ingin membeli rumah atau menyiapkan dana pendidikan anak di masa depan? Semua orang punya tujuan finansial yang ingin dicapai.

Perencanaan keuangan adalah langkah awal yang harus Anda lakukan untuk mencapai tujuan-tujuan Anda.

Perencanaan keuangan adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan seseorang melalui manajemen keuangan yang tepat dan terencana. Perencanaan keuangan bertujuan untuk memastikan Anda memiliki uang dalam jumlah yang tepat, waktu yang tepat dan dalam bentuk yang tepat untuk memenuhi tujuan-tujuan keuangan Anda.

Simak 5 langkah mudah berikut untuk menyiapkan rencana keuangan Anda.

# Ketahui Arus Kas Anda

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan arus kas bulanan Anda. Hitunglah jumlah uang yang masuk dan keluar dari akun Anda setiap bulannya.

Anda bisa memulai dengan mencatat penghasilan bersih per bulan yang Anda terima. Sertakan juga sumber penghasilan lain jika ada, seperti tips, bonus, tunjangan, dividen, bunga penghasilan, dan lain-lain.

Kemudian catatlah biaya bulanan Anda. Anda bisa memisahkannya ke dalam tiga kategori, yaitu pengeluaran tetap, fleksibel, dan tersier. Pengeluaran tetap adalah biaya yang jumlahnya sama setiap bulan, seperti biaya sewa, pembayaran pinjaman, asuransi atau premi kesehatan.

Biaya fleksibel adalah biaya yang bisa Anda atur jumlah uang yang dikeluarkan. Contoh pengeluaran fleksibel yaitu barang rumah tangga atau pakaian.

Biaya tersier adalah barang-barang yang tidak diperlukan untuk kelangsungan hidup yang hanya sebatas keinginan. Biaya ini termasuk biaya untuk hiburan seperti menonton bioskop, jalan-jalan atau membeli tiket konser.

# Buatlah Tujuan Keuangan

Setelah Anda mengetahui arus kas Anda dan berapa banyak yang dapat Anda sisihkan untuk diinvestasikan, hal berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu tujuan investasi Anda. Hal ini sangat penting dalam menentukan strategi keuangan Anda.

Tujuan keuangan merupakan perencanaan yang membutuhkan persiapan dana dalam jangka waktu tertentu. Contohnya seperti menyiapkan dana pensiun untuk 20 tahun ke depan, membeli rumah dalam 5 tahun atau membayar biaya kuliah untuk anak Anda.

Menentukan tujuan keuangan bisa Anda lakukan dengan menjawab pertanyaan berikut. Apakah tiga hal yang menjadi prioritas utama Anda saat ini? Membeli rumah? Membuka akun investasi? Membayar pinjaman pendidikan?

Setelah memiliki susunan tujuan keuangan sesuai jangka waktu, Anda dapat mengelompokkannya berdasarkan jangka waktunya. Apakah tujuan tersebut termasuk jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang.

Tujuan keuangan yang masuk ke dalam kategori jangka pendek adalah yang kurang atau sama dengan 1 tahun. Sementara jangka waktu di atas 1 tahun hingga 5 tahun termasuk dalam jangka waktu menengah. Tujuan keuangan dengan jangka waktu di atas 5 tahun merupakan tujuan keuangan jangka panjang.

Kategori berdasarkan jangka waktu akan memudahkan Anda untuk memperhitungkan berapa dan sampai kapan dana harus dikumpulkan

# Pastikan Jangka Waktu Anda Realistis

Setelah Anda menetapkan sasaran Anda, periksa kembali bahwa jangka waktu yang Anda targetkan masih realistis. Jika Anda menginginkan uang muka untuk sebuah rumah dan mengharapkan untuk mengubah 5 juta menjadi 500 juta dalam dua tahun, Anda mungkin harus berpikir ulang.

Namun, jika Anda memiliki 15 juta untuk berinvestasi pada usia 25 tahun dan ingin pensiun dengan nyaman atau bahkan kaya pada usia 65 tahun, target Anda bisa direalisasikan.

# Tetapkan Alokasi Aset Anda

Selanjutnya, saatnya untuk melihat opsi investasi Anda dan merumuskan alokasi aset yang akan membantu Anda mencapai tujuan keuangan Anda dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan.

Perumusan ini dilakukan sesuai dengan tujuan dan batasan investasi investor, serta dengan mempertimbangkan profil risikonya. Pada dasarnya, setiap jenis kelas aset memiliki profil returndan risiko yang berbeda. Masing-masing jenis aset juga memiliki karakteristik yang berbeda pula.

Saat ini pilihan instrumen investasi yang tersedia seperti Sertifikat Bank Indonesia, saham, obligasi (pemerintah maupun korporasi), reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), dan lain sebagainya.

Penyusunan model alokasi aset bisa dilakukan sendiri oleh investor jika ia memahami horizon investasi serta tingkat toleransi risiko yang dimilikinya.

Bagi yang tidak memiliki pengetahuan yang memadai, beruntung bagi Anda, platform baru bernama robo advisor bisa membantu Anda. Platform investasi ini dapat membantu menyesuaikan alokasi aset yang sempurna untuk Anda.

# Terus Memeriksa

Setiap rencana investasi akan membutuhkan beberapa penyesuaian saat Anda berjalan. Anda bahkan mungkin perlu membuat perubahan signifikan jika sesuatu yang besar dan tidak terduga terjadi. Di sini lagi teknologi bisa penolong Anda. Anda bisa menggunakan robo advisor untuk memantau kesehatan portofolio Anda.

Namun, pastikan untuk melakukan rebalancing portofolio investasi Anda setidaknya setahun sekali dan lakukan perubahan yang diperlukan.

Share to :
Tags: , , ,
Artikel Terkait
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com