Milenial, Perencanaan Keuangan

5 Tips Mendapatkan Biaya Pernikahan Impian Tanpa Utang!

Ajaib.co.id – Mereka mengatakan uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Tapi ketika hari pernikahan sudah dekat, masalah keuangan juga menentukan masa depanmu dan gelaran hajatmu. Untuk bersiap memulai pernikahan, inilah tips memenuhi biaya pernikahan yang dirancang untuk bisa membantumu dan pasangan menjalani pernikahan dengan hati yang tenang dan senang.

Rincian Biaya Pernikahan di Rumah

Di era pandemi seperti saat ini, menyewa gedung untuk menikah menjadi salah satu hal yang cukup berat. Belum lagi jika kita sudah menyewanya, namun ada aturan PSBB atau PPKM yang mengharuskan kita untuk tidak boleh melakukan acara pernikahan.

Hal inilah yang menjadikan pernikahan di rumah menjadi salah satu solusinya. Lalu, berapa biaya pernikahan yang dibutuhkan untuk ini? Berikut ini adalah rinciannya.

1. Biaya Administrasi KUA

Sebelum menikah, kamu harus menyiapkan berkas-berkas dan biaya administrasinya untuk didaftarkan di KUA. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2014, jika akad nikah diselenggarakan di luar KUA akan dikenakan biaya penghulu sebesar Rp600.000.

2. Biaya Hantaran

Hantaran atau seserahan telah menjadi tradisi turun-temurun yang masih diterapkan hingga sekarang. Biasanya, seserahan ini dalam bentuk perlengkapan ibadah, perlengkapan wanita, hingga makanan atau buah-buahan. Perkiraan biaya untuk hantaran sangat bervariasi, biasanya dimulai dari Rp5 juta atau bisa disesuaikan dengan kemampuan pengantin/

3. Biaya Mahar

Mahar atau mas kawin menjadi aspek penting dalam pernikahan yang jelas tak boleh dilupakan. Biasanya, mahar ini berbentuk seperangkat alat ibadah, sejumlah uang, atau emas. Biaya yang diperlukan juga bervariasi dan bisa disesuaikan dengan keinginan pengantin.

4. Biaya Cincin Kawin

Cincin kawin juga merupakan salah satu aspek penting yang menjadi simbol terikatnya janji suci kedua pasangan. Biasanya, calon pengantin kerap dilanda kegalauan dalam memilih cincin kawin yang pas di hati.

Dalam memilih cincin kawin, sebaiknya kamu mendiskusikannya dengan matang dengan pasangan. Untuk harga cincin ini juga bervariasi sesuai emas yang digunakan, karat, hingga aksesoris di dalamnya.

5. Biaya Busana dan Make Up

Jika kamu ingin ingin busana dan make up yang bagus, tentunya perlu mengeluarkan uang yang cukup besar. Perkiraan paket jasa rias dan sewa baju sekitar Rp8 juta.

6. Biaya Wedding Organizer

Meski diselenggarakan di rumah, ada baiknya kamu menggunakan jasa wedding organizer (WO) agar pernikahan berjalan mulus tanpa hal-hal mengganggu. Dengan WO inilah kamu bisa berdiskusi masalah dekorasi, katering, konsep pernikahan, dan sebagainya. Untuk menggunakan jasa WO, kamu perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp8 juta.

7. Biaya Dekorasi

Jika kamu menggunakan jasa WO, kamu lebih mudah menentukan biaya dekorasi. Selain itu, konsep dekorasi pernikahanmu pun akan lebih matang dan menarik tamu undangan. Perkiraan biaya dekorasi di rumah sekitar Rp1 juta, dengan catatan dekorasinya tidak terlalu rumit.

8. Biaya Dokumentasi

Jasa dokumentasi pernikahan umumnya sudah mencakup paket lengkap foto dan video. Untuk menemukan vendor terbaik, kamu bisa coba melakukan riset terlebih dulu. Biasanya, jasa ini membutuhkan biaya sekitar 8 jutaan

9. Biaya Katering

Biaya katering pesta pernikahan juga perlu dipersiapkan dan menjadi salah satu hal yang penting. Katering yang enak dapat memanjakan tamu undangan dan tidak membuat mereka berkomentar buruk di belakang. Perkiraan biaya katering dengan ketentuan undangan sebanyak 100 orang adalah Rp50.000 x 100 = Rp5 juta.

10. Biaya Undangan

Di era pandemi ini kamu tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk biaya undangan. Kamu bisa coba menggunakan undangan digital yang bisa kamu pesan di vendor undangan.

Dengan mengadakan pesta pernikahan di rumah, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya sewa gedung dengan harga sewa yang bisa menguras tabunganmu.

Tips Memenuhi Biaya Pernikahan

1. Kenali Keuangan Diri dan Pasangan

Banyak pasangan mungkin senang berbicara tentang uang sebelum menikah, tetapi mengetahuinya secara dangkal bisa sangat merugikan. Kesalahan masa lalu dapat memengaruhi masa depan kamu bersama. Kenali keuangan masing-masing, seperti jumlah kartu kredit yang kamu miliki dan bagaimana kamu membelanjakan uang kamu, termasuk hal-hal seperti apa yang kamu dapatkan, sebelum kamu menjalani pernikahan.

Memperoleh pemahaman tentang pengeluaran belanja dan ikhtisar keuangan pasangan, akan membantumu membuat keputusan tentang cara mengeluarkan uang setelah menikah.

2. Pahami Utang Pasangan Kamu

Ketahui seperti apa yang menjadi beban finansial terbesar pasangan kamu. Salah satunya adalah utang yang dimiliki pasangan. Jika perlu, kamu dapat bekerja sama untuk mendapatkan uang untuk membayar utang tersebut bersama-sama.

Sebelum itu terjadi, pisahkan keuangan kamu. Misalnya, hindari menggunakan rekening joint atau rekening bersama. Alasannya, agar poin riwayat kreditmu dan pasanganmu tidak tercampur. Lebih baik tetap menggunakan rekening tabungan berbeda namun tetap bersama melunasi utang itu bersama-sama.

3. Menabung untuk Pernikahan dan Lainnya

Setelah kamu mengumumkan pertunangan, buka rekening tabungan yang diperuntukkan bagi tujuan keuangan dan pengeluaran kamu di masa depan. Secara umum, banyak pakar yang setuju untuk mengumpulkan penghasilan setidaknya 10% dari penghasilan masing-masing pasangan.

Jika menabung untuk pernikahan, kamu mungkin mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah yang diperlukan. Kamu dapat terus berkontribusi pada tabungan pribadi milikmu sambil tetap menyisihkan uang untuk hari besar (hari pernikahanmu).

Bagaimana pun jika kamu akan mendapatkan bantuan untuk membayar pernikahan dari keluarga, kamu masih perlu menyisihkan uang dari rekening tabungan pernikahan. Misal, untuk keperluan bulan madu atau uang muka rumah baru yang akan kamu tempati bersama pasangan.

4. Buat Anggaran untuk Kamu Berdua

Kumpulkan semua tagihan dan dokumen, lalu lengkapi semuanya di atas meja. Hitung berapa banyak kamu akan membayar utang setiap bulan, berapa banyak jumlah yang akan kamu terima. Jangan lupa pertimbangkan biaya pernikahan atau bulan madu. Selain itu, sangat membantu untuk menetapkan batas pengeluaran.

Sebelum semua berkata ‘sah’, sepakati jumlah batas uang untuk kebutuhan pribadi dari masing-masing, tanpa harus meminta izin setiap kali akan menggunakan uang. Harus ada batas maksimal pengeluaran per bulan yang sudah disepakati saat membuat anggaran bersama.

5. Tentukan Siapa yang Mengatur Apa

Ketika membahas kiat dalam mengendalikan keuangan pernikahan, cukup bagus jika pasangan memiliki perannya masing-masing. Sebagai contoh, pasanganmu akan mengatur keuangan harian atau mingguan. Sedangkan kamu akan mengelola keuangan jangka panjang, seperti membuat perencanaan pensiun dengan investasi.

Memilih investasi yang tepat untuk perencanaan hari tua bisa kamu percayakan ke platform investasi reksa dana, AJAIB, yang telah dilindungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, hari tuamu bisa aman dan terjamin. Jadi sudah siapkah kamu memulai pernikahan dan mulai berinvestasi?

Artikel Terkait