Kenali WEGE Saham Milik WIKA Bangunan Gedung

WEGE Saham

Tahun 2018 lalu, WEGE saham menutup tahun dengan harga saham per lembarnya yang naik-turun. Pergerakan sahamnya sempat berada pada Rp220 per lembar. Namun, di tahun 2019 berhasil merangkak naik kembali hingga mampu mencapai Rp400-an per lembar di pertengahan tahun.

WEGE Saham Milik WIKA Gedung

WEGE saham sebagian besar dimiliki oleh Wijaya Karya Bangunan Gedung, salah satu anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero). Bergerak di bidang konstruksi, PT Wijaya Karya memiliki banyak terobosan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

WIKA Bangunan Gedung berdiri di tahun 2008. Usahanya mencakup berbagai bidang seperti properti, konstruksi bangunan gedung, pengelolaan kawasan niaga terpadu, dan sebagainya. WIKA Bangunan Gedung sudah melakukan banyak proyek besar mulai dari pembangunan gedung-gedung apartemen, kampus-kampus, bahkan hingga pembangunan bandara. Perusahaan ini memang memiliki prospek yang cukup cerah sehingga sahamnya pun diincar oleh para investor.

Pemegang WEGE saham mayoritas dimiliki oleh PT WIKA Gedung dengan presentase 69,3%, lalu ada Koperasi Karyawan WIKA 0,7%, dan sebanyak 30% dimiliki oleh publik mulai dari investor Indonesia, hingga investor luar Indonesia.

Lalu diketahui pada bulan Maret tahun ini, investor dari Indonesia yang tertarik dengan WEGE saham turun sebesar 23,46%, tapi mengalami kenaikan pada jumlah investor asing sebesar 6,54%.

WEGE saham mulai melakukan penawaran umum pada publik di tahun 2017 dan dibuka pada angka Rp296 per lembar. Angkanya naik cukup signifikan jika dibandingkan dengan harga saham yang dibuka pada tanggal 4 September 2019 yaitu sebesar Rp350 per lembar. Meski angkanya cenderung naik-turun, tapi karena laba yang didapatkan WIKA Gedung selalu naik setiap tahunnya, membuat perusahaan ini menarik perhatian para investor. Dibuka dengan harga yang cukup terbilang murah, WEGE saham cenderung berkembang hingga saat ini.

Keuangan Bagus, Tanpa Utang

Bisa kamu perhatikan dari keuntungan per tahun yang dihasilkan oleh WIKA Gedung. Pada tahun 2017, WIKA Gedung mencatat laba bersih sebesar Rp294 miliar, lalu tahun 2018 laba bersihnya naik hingga mencapai 50%, dan ditotal dengan angka Rp444 miliar.

Tahun 2019 ini belum diketahui apakah laba bersih yang didapatkan ini naik atau tidak. Tapi jika melihat tahun sebelumnya pertumbuhan laba bersih yang signifikan itu menjadi sinyal yang bagus untuk para investor. WIKA Gedung sendiri menargetkan perusahaannya bisa mendapatkan laba bersih sebesar Rp555 miliar atau naik sekitar hampir 20% dari tahun 2018.

Selain memiliki usaha bisnis yang prospeknya cukup baik, WIKA Gedung sendiri merupakan perusahaan stabil yang setiap tahunnya terus berinovasi. Stabilnya perusahaan tentu akan sangat memengaruhi nilai jual sahamnya.

Diketahui berdasarkan laporan keuangan terakhir yang dikeluarkan oleh WIKA Gedung, perusahaan ini sama sekali tidak memiliki utang bank. Utang bank itu berhasil dilunasi dengan baik.

Lalu apakah kamu tertarik memiliki WEGE saham ini? Semua keputusan tentunya hanya ada di tanganmu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait