Analisa Saham, Saham

Garap Laptop Merah Putih, Bagaimana Prospek Saham ZYRX?

Sumber: Pexels

Ajaib.co.id – Nama PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (kode saham ZYRX) mendadak populer baru-baru ini setelah disebut-sebut sebagai mitra pemerintah dalam proyek pengadaan laptop Merah Putih (Dikti Edu) bernilai Rp17 Triliun. Namun, perusahaan sebenarnya sudah malang-melintang di industri perakitan komputer dan hardware selama lebih dari dua dekade.

Perusahaan memproduksi laptop hasil rakitan dalam negeri dengan merek Zyrex, berikut Desktop PC, server, dan aksesoris seperti earphone. ZYRX telah memiliki 4 jalur perakitan, dan berinvestasi pada 4 jalur lagi pada bulan Agustus 2021. Kapasitas produksi 125.000 unit per bulan dan kapasitas gudang PC lebih dari 20.000 unit.

Secara keseluruhan, ZYRX menggarap tiga segmen: 

  1. Perangkat komputasi portabel, seperti smartphone, tablet, dan laptop. 
  2. Produk IT, seperti desktop, server, digital signage, dual touchscreen monitor, dan digital board. 
  3. Segmen lain-lain, yaitu produk-produk selain produk gadget dan IT products, seperti aksesoris.

Segmen perangkat komputasi portabel memberikan kontribusi terbesar, yaitu sekitar 77,14% dari total penjualan perusahaan per 31 Maret 2021. 

Zyrexindo Mandiri Buana melakukan pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia pada 30 Maret 2021 dengan harga penawaran Rp250 per lembar. Saham ZYRX saat ini memiliki market cap sebesar Rp1,02 triliun dengan harga Rp765 per lembar pada 26 Juli 2021.

Kepemilikan saham ZYRX terbesar berada di tangan pemegang saham pengendalinya, yaitu Timothy Siddik (56,25%). Timothy Siddik juga memegang posisi sebagai Direktur Utama. Pemegang saham lainnya adalah Colleen Siddik (18.75%) serta masyarakat (25.00%). 

Ada banyak perusahaan perakitan komputer lokal lain, tetapi ZYRX merupakan satu-satunya yang telah tercatat di bursa. Bagaimana kinerja keuangan dan prospek bisnisnya? Mari kita analisis aspek fundamental saham ZYRX bersama-sama.

Kinerja Laporan Keuangan Terakhir

Zyrex mencatat penurunan penjualan dan pendapatan usaha yang sangat signifikan pada kuartal I/2021. Laba usaha juga anjlok. Berikut rangkuman kinerja laba ZYRX berdasarkan laporan tersebut (dalam miliar rupiah kecuali jika dinyatakan secara khusus):

Komponen LabaKuartal I-2021Kuartal I-2020
Penjualan dan pendapatan usaha52,52105,78
Beban pokok penjualan dan pendapatan40,3964,70
Laba bruto12,1341,08
Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk3,6327,93
Laba per saham (rupiah penuh)3,657

Total aset ZYRX meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp215,94 miliar dalam laporan kuartal I/2021 dibandingkan Rp129,67 miliar pada akhir tahun 2020. Ekuitas dan liabilitas juga sama-sama meningkat. Pertambahan aset yang fantastis ini terutama karena penerimaan dana IPO yang belum dialokasikan, serta peningkatan persediaan bahan baku untuk produksi.

Menarik untuk diperhatikan pula, arus kas operasi perusahaan tercatat minus Rp44,96 miliar per kuartal I/2021. Situasi ini berlawanan dengan posisi arus kas pada periode yang sama tahun 2020 yang sebesar Rp14,09 miliar.

Laporan keuangan ZYRX ini terinterupsi oleh suntikan dana hasil IPO yang sudah tentu menimbulkan perubahan cukup besar. Lantas, bagaimana dengan kinerja keuangan ZYRX dari tahun ke tahun sebelumnya? Mari kita bahas pada bagian berikutnya. 

Riwayat Kinerja ZYRX

Berdasarkan laporan akhir tahun 2020, laba ZYRX meningkat drastis secara year-on-year. Perusahaan meraup laba Rp36,38 miliar di penghujung tahun 2020, jauh lebih besar dibandingkan laba Rp8,24 miliar pada akhir tahun 2019. Lebih lanjut, berikut ini perbandingan rasio-rasio keuangan ZYRX selama dua (2) tahun terakhir:

RasioKuartal IV-2020Kuartal IV-2019
ROE70,06%150,04%
ROA28,05%9,79%
NPM16,28%6,40%
DER149,71%14,33%

Zyrex baru saja melantai di bursa pada awal tahun 2021, sehingga tidak tersedia banyak laporan keuangan yang dapat kita tinjau. Padahal jika kita hanya mengamati data 2019-2020 saja, terlihat ada anomali yang cukup mencolok 

ROE jatuh hingga setengahnya, sedangkan ROA, NPM, dan DER melonjak. Mengapa bisa terjadi demikian? Pasalnya, jumlah ekuitas dan aset ZYRX meningkat pesat dalam kurun waktu tersebut. 

Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik induk meroket sampai Rp51,93 miliar per kuartal IV/2020 dibandingkan dengan Rp5,49 miliar per kuartal IV/2019. Sedangkan kenaikan aset terutama karena piutang usaha yang bertambah berkat kenaikan penjualan, serta pembelian tanah dan bangunan yang saat ini ditempati.

Dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan ZYRX antara tahun 2019 hingga akhir kuartal I/2021 belum mapan. Penjualan maupun pendapatan masih fluktuatif. Perubahan aset dan ekuitas perusahaan dari waktu ke waktu juga sangat besar. Kita belum dapat menggunakannya untuk menghasilkan analisis fundamental yang andal tentang prospek saham ZYRX.

Prospek Bisnis ZYRX dan Proyek Laptop Merah Putih

Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan pada 22 Juli 2021 mengatakan bahwa Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 17 triliun untuk pengembangan laptop dan produk teknologi informasi lokal lainnya mulai 2021 hingga 2024. Proyek yang belakangan dijuluki “Laptop Merah Putih” tersebut berhubungan dengan substitusi impor untuk pengadaan produk TIK bagi sektor pendidikan.

Menurut Luhut, terdapat enam produsen laptop dalam negeri dengan nilai TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) sebesar 25 persen dan dapat memenuhi kebutuhan pengadaan Kemendikbud Ristek dan Pemda untuk tahun 2021 ini. Keenam produsen tersebut adalah PT Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX), PT Tera Data Indonusa, PT Supertone, PT Evercoss Technology Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia, dan Acer Manufacturing Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pangsa pasar laptop besutan domestik baru sekitar 5% dari pangsa pasar laptop nasional, atau sekitar 150.000 unit. Sebesar 95% sisanya bersumber dari impor. Dengan adanya pesanan Kemendikbud, laptop yang bisa dirakit di dalam negeri bisa meningkat hingga 400.000 unit dan menyerap output keenam pabrikan lokal pada tahun 2021.

Apabila upaya peningkatan penggunaan produksi dalam negeri semakin digencarkan, misalnya lembaga pemerintah wajib membeli laptop dengan TKDN minimum 25 persen di atas, maka diharapkan dapat mensubstitusi impor 35 persen sampai tahun 2022. Utilisasi enam pabrikan laptop domestik yang baru mencapai 15-20 persen pun diharapkan dapat ditingkatkan.

Harga saham ZYRX meroket seusai beredarnya kabar tentang proyek Laptop Merah Putih, karena perusahaannya termasuk salah satu yang konon bakal digandeng oleh pemerintah. Namun, kita perlu memerhatikan bahwa ZYRX bukanlah satu-satunya mitra pemerintah dalam proyek ini. Singkat kata, anggaran Rp17 triliun di atas tidak akan serta-merta masuk ke kantong ZYRX saja. 

Penjualan ZYRX memang berpotensi mendapatkan support signifikan dari proyek Laptop Merah Putih dan prospek kenaikan permintaan laptop instansi pemerintah, tetapi dampaknya belum tentu sebesar euforia pasar. Investor yang cermat akan memerhatikan pula berapa besar kapasitas produksi ZYRX, skala pangsa pasarnya, dan bagaimana perkembangan berikutnya terkait proyek ini. 

Pangsa pasar Zyrex saat ini masih di bawah 3%, dan perusahaan berencana menaikkannya ke angka 5-6% pada 2021. Artinya perusahaan ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan pangsa pasarnya lebih lanjut, tetapi bukan pemain dominan di bidangnya untuk saat ini.

Kesimpulan

Saat artikel ditulis (16/07/2021), saham ZYRX memiliki PBV sebesar 7,71x dan PER sebesar 70,77x. Angka-angka seperti ini biasanya mengisyaratkan harga saham yang sudah terlalu mahal. Sayangnya, kita tidak dapat membandingkan valuasi saham ZYRX dengan emiten lain yang menggarap pasar yang sama secara objektif, karena produsen komputer lokal lain belum masuk bursa.

Mengingat saham ZYRX baru saja IPO, kita juga belum bisa mengevaluasi bagaimana kebijakan dividennya kelak. Alhasil, investasi dalam saham ZYRX saat ini cenderung bersifat spekulatif. 

Saham ZYRX kurang cocok bagi value investors dan para investor lain yang menginginkan income dari dividen. Kita perlu mewaspadai fluktuasi kinerja keuangannya dan kemungkinan harga saham yang sudah terlalu mahal. Akan tetapi, saham ZYRX mungkin termasuk pilihan ciamik untuk masuk portofolio para investor yang menyukai prospek pertumbuhan saham-saham new economy dan para risk-taker yang ingin memetik keuntungan dari euforia pasar.

Artikel Terkait