e-Billing Online Pajak: Alternatif Bayar Pajak dengan Mudah

e-billing online pajak
e-billing online pajak

Menurut Direktorat Jenderal Pajak (DJP), e-Billing online pajak merupakan cara atau metode pembayaran pajak secara elektronik dengan kode billing. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Pajak menjadi sumber utama pendapatan negara untuk pengembangan pembangunan nasional. Pemerintah juga harus mencapai target pajak yang sudah ditetapkan setiap tahunnya.

e-Billing online pajak ditetapkan pada 1 Januari 2016. Seluruh channel pembayaran pajak, mulai dari ATM atau bank wajib menggunakan sistem e-Billing.

Fungsi Pajak

Pajak merupakan salah satu sumber dana utama bagi pembangunan negara. Begitu juga dengan sistem pemungutan pajak di Indonesia.

Sistem pemungutan pajak merupakan mekanisme untuk menghitung besaran pajak yang harus dibayarkan oleh Wajib Pajak.

Sebagai Wajib Pajak, apakah kamu pernah bertanya-tanya bagaimana sistem pemungutan pajak di Indonesia?

Bagi kamu yang tidak sempat datang ke Kantor SAMSAT, bisa membayar pajak secara online. Sebelumnya, kamu harus mengetahui cara membayar pajak online terlebih dahulu.

Sebelum mengetahui fungsi dari e-Billing online pajak, maka kamu harus mengenal istilah billing system dan kode billing terlebih dahulu.

Billing system merupakan sistem penerbitan kode billing untuk pembayaran atau penyetoran dari penerimaan negara secara elektronik.

Sistem e-Billing sendiri membimbing penggunanya saat mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) dengan tepat sesuai transaksi yang ingin diselesaikan.

Sementara itu, kode billing merupakan kode unik yang didapatkan dari e-Billing dan digunakan sebagai kode pembayaran pajak.

Membayar Pajak Lewat e-Billing Online Pajak

Pemerintah telah menawarkan banyak cara dalam membayar pajak. Salah satunya adalah membayar pajak melalui e-Billing online pajak.

Manfaat e-Billing Online Pajak

Dengan menggunakan e-Billing online pajak, ada berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan, yaitu:

  • Bayar pajak jadi lebih mudah. Dengan membuat ID Billing, kamu bisa membayar pajak di mana pun dan kapan pun.
  • Meminimalisir kesalahan dari catatan transaksi. Biasanya, terdapat kesalahan pencatatan transaksi di dalam pembayaran secara manual. Dengan adanya e-Billing online pajak, kesalahan dalam pencatatan transaksi bisa berkurang.
  • Transaksi yang bersifat real-time. Nantinya, data dan hasil transaksi akan tersimpan di dalam sistem DJP, sehingga dapat mengurangi risiko kehilangan data akibat kelalaian dan lainnya.

Jenis-Jenis Surat Setoran Pajak (SSP)

Surat Setoran Pajak (SSP) terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • SSP Standar merupakan surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran dan menyetorkan pajak ke Kantor Penerima Pembayaran. Kemudian, juga digunakan untuk bukti pembayaran dalam bentuk, ukuran, dan isi yang sudah ditetapkan.
  • SSP Khusus merupakan bukti pembayaran atau penyetoran pajak terutang kepada Kantor Penerima Pembayaran yang dicetak oleh Kantor Penerima Pembayaran dengan mesin transaksi yang isinya sudah ditetapkan.
  • Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak dalam Rangka Impor (SSPCP) merupakan SSP yang digunakan oleh importir atau Wajib Pajak dalam rangka impor.
  • Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN Hasil Tembakau Buatan dalam Negeri merupakan SSP yang digunakan oleh Pengusaha untuk cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN Hasil Tembakau buatan dalam negeri.

Langkah Membayar e-Billing Online Pajak

Ada dua langkah yang harus dilakukan oleh para Wajib Pajak jika ingin menggunakan e-Billing online pajak. Caranya, kamu harus membuat kode billing atau ID Billing. Kemudian, kamu tinggal melakukan proses pembayaran pajak online.

Membuat Kode Billing atau ID Billing

Berikut ini adalah cara membuat kode billing atau ID Billing yang bisa kamu lakukan:

  • Membuat kode billing atau ID Billing melalui aplikasi OnlinePajak. Aplikasi tersebut merupakan Application Services Provider (ASP) atau agen pajak yang telah disahkan oleh DJP untuk membuat ID Billing.
  • Melalui teller di bank tertentu yang sudah disetujui, yaitu BNI, BCA, Mandiri, dan Citibank. Selain itu, kamu juga bisa membuatnya di Kantor Pos Indonesia.
  • Melalui laman resmi DJP Online https://djponline.pajak.go.id/account/login.
  • Jika kamu pelanggan Telkomsel, bisa mendaftar melalui SMS ID Billing *141*500#.
  • Lewat layanan billing di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang bisa dilakukan secara mandiri.
  • Layanan Kring Pajak melalui nomor 1-500-200 (khusus Wajib Pajak Pribadi).
  • Layanan internet banking (bank tertentu).

Membayar Pajak Melalui Online

Setelah selesai membuat kode billing, maka kamu harus melakukan pembayaran melalui:

  • Aplikasi OnlinePajak dengan fitur bayar pajak online (bagi nasabah CIMB Niaga dan BNI).
  • ATM.
  • Teller bank yang telah bekerja sama dan juga bisa melalui Kantor Pos.
  • Mini ATM di seluruh KPP atau KP2KP.
  • Internet banking.
  • Agen branchless banking.
  • Mobile banking.

Cara Membayar Pajak Online

Cara membayar pajak online merupakan metode baru dalam pembayaran pajak yang dilakukan secara real-time.

Berikut ini adalah cara membayar pajak online yang harus kamu ketahui:

Mendaftar di Online Pajak.

Sebelum menggunakan sistem e-Billing Online Pajak melalui ASP Online Pajak, kamu harus mendaftarkan perusahaan dan mengisi profil perusahaan, termasuk dengan NPWP nya.

Membuat ID Billing di ASP Online Pajak.

  • Menggunakan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) di Online Pajak.
  • Tidak menggunakan SPT yang ada di Online Pajak (khusus Wajib Pajak yang ingin memanfaatkan fitur e-Filing dan e-Billing).

Sebagai informasi, ID Billing yang sudah dibuat hanya berlaku selama tujuh hari saja. Jika setelah tujuh hari pajak belum dibayar, maka kamu harus membuat ID Billing yang baru.

Memanfaatkan ID Billing untuk Membayar Pajak Online.

  • Memasukkan nomor ID Billing yang sudah dibuat dengan fitur pembayaran pajak online di Online Pajak (khusus CIMB Niaga dan BNI), bank persepsi, ATM, SMS banking, internet banking, atau langsung datang ke teller bank.
  • Kemudian, kamu akan mendapatkan Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN) setelah melakukan pembayaran. Lalu, NTPN tersebut akan masuk ke laporan SPT saat melakukan e-Filing.

Kalau tagihan pajakmu lebih besar dikarenakan adanya denda telat bayar pajak, maka hal tersebut adalah kesalahan kamu sendiri.

Dengan adanya metode pembayaran e-Billing online pajak, maka akan memudahkan kamu ketika membayar pajak dengan cepat dan praktis.

Jadi, tidak ada lagi alasan kenapa kamu terlambat membayar pajak. Usahakanlah membayar pajak sebelum waktu yang ditentukan, agar kamu tidak dikenakan denda keterlambatan.

Bacaan menarik lainnya:

Nasucha, Chaizi. 2004, Reformasi Administrasi Publik. PT Grasindo: Jakarta.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait