Dasar Investasi dan Saham untuk Investor Pemula

Persoalan mengenai saham dan investasi untuk investor pemula sering sekali dianggap terlalu rumit, terutama jika sudah menyangkut istilah-istilah yang jarang dikenal sebelumnya. Sebagai salah satu instrumen investasi yang paling populer, instrumen yang satu ini memang kerap menjanjikan. Jika kamu sudah memiliki pengalaman dan pemahaman tentang bagaimana saham bekerja, serta lingkungan pasar modal itu sendiri.

Namun pada beberapa kasus, banyak orang yang takut terjun ke dunia ini karena masih belum memahami hal-hal mendasar tentang bagaimana sistem kerja instrument ini. Berikut hal dasar  yang harus diketahui para investor pemula pahami jika ingin investasi saham berjalan dengan lancar:

Bisakah Kamu Menghadapi Kerugian

Pertanyaan besar pertama yang harus kamu jawab: apakah kamu siap menerima kerugian ketika investasi saham? Selama kamu melakukan diversifikasi—atau meletakkan dana ke beberapa tempat—untuk portofolio atau kumpulan saham milik  kamu, saham individu yang kamu punya seharusnya tidak memberikan dampak keseluruhan untuk portofolio yang kamu miliki. Jadi, diversifikasi adalah kunci utama yang harus kamu lakukan jika tidak ingin mendapatkan kerugian terlalu besar.

Membeli Saham Individu Tidak Dianjurkan

Jika kamu seorang investor pemula, satu hal yang harus kamu pahami adalah keberuntungan berbeda dengan keterampilan. Pada beberapa kasus, banyak pemula yang memutuskan untuk membeli dan mendapatkan return investasi (hasil keuntungan) yang signifikan.

Namun seperti yang telah disinggung sebelumnya, keberuntungan pada akhirnya akan kalah dengan keterampilan. Pahami, bahwa banyak orang cerdas yang setiap hari berkecimpung di urusan penanaman modal, tentunya mereka lebih memahami bagaimana menghasilkan peluang. Jika kamu seorang investor pemula, ada baiknya kamu memulai dengan reksa dana yang memberikan keuntungan sama rata dengan risiko yang lebih kecil.

Komitmen Jangka Panjang Untuk Portofolio Kamu

Kesabaran untuk tidak mengecek portofolio secara terus menerus adalah kunci untuk investor pemula. Investasi dan saham adalah aktivitas jangka panjang. Oleh karenanya, penting untuk memisahkan diri kamu dari siklus berita saham harian.

Coba batasi untuk mengecek portofolio kamu jika tujuannya untuk jangka panjang. Salah satu caranya adalah tetapkan tanggal di kalender untuk waktu mengevaluasi portofolio yang kamu miliki.

Tidak Ada Waktu Sempurna Untuk Memulai

Menentukan waktu yang sempurna untuk terjun dan investasi di pasar modal biasanya tidak akan berjalan dengan baik. Tidak ada orang yang yakin 100% waktu yang tepat untuk terjun ke dunia investasi. Dan sekali lagi, investasi dalam bentuk apapun adalah aktivitas jangka panjang. Jadi, mulailah investasi saham dari sekarang!

Investasi Jangka Pendek Sama Dengan Tidak Berinvestasi Sama Sekali

Memahami bahwa kamu berinvestasi saham untuk masa depan atau jangka pendek bisa menentukan strategi yang kamu jalankan, bahkan bisa menjadi alasan apakah kamu harus berinvestasi sama sekali. Terkadang, investor pemula memilih jangka pendek memiliki harapan yang tidak realistis tentang pertumbuhan uang mereka. Jika tujuan kamu adalah jangka pendek, mungkin saham bukanlah pilihan yang cocok untuk kamu.

Memahami hal dasar tentang saham sangat penting untuk memastikan bahwa kamu siap dan memiliki konteks tentang dunia yang akan kamu jalani. Selain pemahaman, hal lain yang perlu kamu garisbawahi adalah saham berati kesabaran. Jangan tergesa-gesa untuk mencari imbal hasil yang akan berdampak kepada kecerobohan kamu dalam menentukan langkah.

Share to :
Tags: , , , , , , , , ,
Artikel Terkait