Cara Menghitung Bunga KPR Bagi yang Ingin Mengambil KPR

cara menghitung bunga kpr
cara menghitung bunga kpr

Ajaib.co.id – Kredit Kepemilikan Rumah atau biasa kita dengan KPR merupakan salah satu solusi yang bisa diandalkan dalam memiliki rumah. Rumah merupakan kebutuhan pokok yang harganya tinggi, dan dalam hitungan tahun nilainya juga akan selalu naik. Tidak semua orang mampu membelinya secara tunai, sehingga mengandalkan KPR, tapi kebanyakan bingung dengan cara menghitung bunga KPR.

Cara menghitung bunga KPR perlu diketahui olehmu yang ingin mengambil KPR agar kamu bisa memilih rumah yang total pembayarannya sesuai dengan kemampuanmu membayarnya.

Mengapa harus disesuaikan dengan kemampuan? Agar kamu juga mampu membayarnya tanpa ada hambatan. Ada aturan-aturan yang harus dipatuhi ketika mengikuti KPR seperti membayar tepat waktu. Jika kamu tidak bisa membayar sesuai dengan tanggal dalam kurun waktu beberapa bulan, KPR yang telah diajukan bisa saja jadi hangus dan rumahmu diambil kembali oleh pihak bank. Tentu kamu tidak ingin hal itu terjadi.

Menurut data dari Bank Indonesia, sebanyak 70 % transaksi di bidang properti ada dengan menggunakan KPR sebagai cara membayarnya. Cara ini dinilai cukup efektif meskipun pada dasarnya yang mengajukan KPR harus membayar lebih mahal harga properti yang dibelinya karena bunga yang berlaku. Tidak semua orang memiliki uang tunai yang jumlahnya banyak dan langsung membeli rumah secara tunai.

Sebelum Mengambil KPR Pikirkan Dulu Hal-hal Berikut

Ini adalah hal-hal yang perlu kamu pikirkan sebelum memilih KPR yang akan membantumu memiliki rumah.

Memilih KPR yang Sesuai dengan Kemampuan

Saat ini hampir semua bank di Indonesia memiliki produk KPR dengan penawaran dan bonusnya masing-masing, tapi tetap saja kamu harus memilih KPR yang sesuai dengan kemampuan. Hal ini agar nanti tidak ada masalah yang menjeratmu. Kasus kredit macet merupakan hal yang sering terjadi dan tidak hanya merugikan pihak bank, kamu juga akan dirugikan karena rumah yang kamu idam-idamkan jadinya malah tidak berhasil didapatkan.

Menghitung Cicilan per Bulan Terlebih Dahulu

Jika kamu sudah menemukan KPR yang sesuai dan kamu inginkan, sekarang saatnya melakukan simulasi KPR. Simulasi KPR ini untuk mengetahui berapa cicilan per bulannya yang harus dibayar. Saat ini ada bank-bank yang menyediakan simulasi di website-nya masing-masing. Contohnya adalah Bank Mandiri. Menggunakan simulasi ini tidak perlu bantuan kalkulator dan alat hitung lainnya karena mesin yang akan melakukan perhitungan secara otomatis.

Kamu tinggal memasukkan beberapa data yang diperlukan, dan jumlah total harga cicilan yang harus dibayarkan pun akan keluar dengan sendirinya.

Perhatikan Biaya-biaya Tambahan Lainnya

Biasanya pihak developer akan memintamu tambahan biaya lainnya dan jika di luar dari biaya KPR, kamu bisa menolak membayar biaya tambahan tersebut karena tidak sesuai dengan perjanjian KPR. Karena perjanjian KPR itu kamu lakukan dengan pihak bank, jadi untuk biaya tambahan lainnya ini kalau diminta kamu harus hati-hati.

Menghitung Uang DP

Selain cara menghitung bunga KPR, yang perlu kamu ketahui lainnya adalah cara menghitung uang DP KPR. Uang DP ini terhitung wajib dilakukan dan sudah menjadi aturan dari Pemerintah. Untuk saat ini uang DP yang wajib kamu bayar adalah 15 % dari harga total rumah yang ingin kamu miliki. Simulasi perhitungannya adalah sebagai berikut.

Misalnya kamu ingin membeli rumah dengan harga total Rp600.000.000. Jadi, perhitungan uang DP atau muka-nya adalah:

Uang DP = 15 % x Harga total rumah yang ingin dimiliki

Uang DP = 15 % x Rp600.000.000

Uang DP = Rp90.000.000

Menghitung Uang Pokok Kredit

Uang pokok kredit ini merupakan total biaya rumah yang harus dibayar setelah kamu membayar DP. Uang pokok kredit ini perlu diketahui juga agar kamu nanti bisa menghitung bunga dengan benar. Beginilah cara perhitungan uang pokok kreditnya.

Uang pokok kredit = Harga total beli rumah – Uang DP

Uang pokok kredit = Rp600.000.000 – Rp90.000.000

Uang pokok kredit = Rp510.000.000

Menghitung Cicilan per Bulan

Setelah mengetahui uang pokok kredit, kamu juga perlu tahu bagaimana cara menghitung bunga KPR. Cara menghitung bunga KPR ini ada bermacam-macam. Cara yang paling umum dilakukan adalah perhitungan bunga tetap. Jumlah bunga yang harus dibayar oleh mereka yang mengajukan KPR ini bisa berbeda-beda, meskipun sudah ditentukan acuan suku bunga dari Bank Indonesia.

Misalnya saja kamu memilih rumah yang memiliki bunga 10% dengan waktu cicilan harus lunas selama 5 tahun. Cara menghitung cicilan dan bunganya adalah sebagai berikut.

Cicilan rumah per bulan = (Jumlah Pokok Kredit x Bunga per Bulan) / [1-(1 + Bunga per Bulan) ^(- Tenor KPR dalam Satuan Bulan)]

Cicilan rumah per bulan = (Rp510.000.00 x 10%/12) / [(1-(1 + 10%/12) ^(- 60)]

Cicilan rumah per bulan = Rp10.835.992,80

Itu adalah jumlah cicilah rumah per bulan yang harus dibayarkan.

Selanjutnya adalah total bunga yang dibebankan padamu.

Total Pinjaman dan Bunga = Cicilan per Bulan x Tenor KPR dalam Satuan Bulan

Total Pinjaman dan Bunga = Rp10.835.992,80 x 60

Total Pinjaman dan Bunga = Rp650.159.568,16

Sekarang tinggal mengetahui total bunga dari cicilan yang kamu ambil

Total bunga = Total Pinjaman dan Bunga – Uang Pokok Kredit

Total bunga = Rp650.159.568,16 – Rp510.000.000

Total bunga = Rp140.159.568,16

Memang jumlah bunga ini cukup besar, dan kamu bisa saja mengajukan penurunan bunga jika sudah lama membayar. Apabila kamu membayar teratur, bisa saja pihak bank mengabulkan permintaanmu itu.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait