IHSG Menguat 1,04% ke 6.093, Defisit APBN Terjaga dan Saham BIKE ARA Usai Akuisisi Tambang Batu Bara
Ratih Mustikoningsih•October 9, 2026

Key Takeaway
- IHSG menguat 1,04% ke level 6.093 dengan nilai transaksi Rp9,95 triliun dan net foreign sell pasar reguler Rp141,50 miliar.
- Defisit APBN hingga September 2026 tercatat Rp319 triliun atau 1,24% terhadap PDB, mencerminkan realisasi fiskal yang masih terjaga.
- Saham BIKE menyentuh Auto Reject Atas (ARA) ke Rp2.140 atau naik 24,78% setelah mengakuisisi 72% saham perusahaan tambang batu bara.
- Meski prospek diversifikasi BIKE berpotensi menambah pendapatan, lonjakan harga saham sebesar 170% sejak September 2026 meningkatkan risiko profit taking jangka pendek.
IHSG Menguat 1,04% ke Level 6.093

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,04% atau naik 62,47 poin ke level 6.093 pada Jumat (9/10/2026). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 5.995–6.100.
Nilai transaksi di seluruh pasar tercatat Rp9,95 triliun dengan volume 383 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 1,43 juta kali. Sementara itu, aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) di pasar reguler menyusut menjadi Rp141,50 miliar, mengindikasikan tekanan jual asing yang mulai mereda.
Dari sisi sektoral, sektor material dasar menguat 1,67% dan menjadi salah satu penopang IHSG. Penguatan saham berbasis emas sejalan dengan penurunan imbal hasil (yield) Treasury Amerika Serikat.
Saham LQ45 dengan Kenaikan dan Penurunan Terbesar
Berikut saham-saham anggota indeks LQ45 dengan pergerakan harga terbesar pada perdagangan 9 Oktober 2026.
| Top Gainer | Perubahan | Top Loser | Perubahan |
|---|---|---|---|
| INDY | +6,08% | PGAS | -1,39% |
| HRTA | +4,81% | MEDC | -1,04% |
| AMMN | +4,01% | ISAT | -0,93% |
| BUMI | +3,45% | AMRT | -0,80% |
| TLKM | +2,65% | PTBA | -0,60% |
Defisit APBN September 2026 Terjaga di 1,24% PDB
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga September 2026 menunjukkan defisit sebesar Rp319 triliun atau setara 1,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pendapatan negara mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2% dari target, sedangkan belanja negara tercatat Rp2.660,5 triliun atau 69,2% dari pagu anggaran.
| Indikator APBN | Realisasi September 2026 | Capaian |
|---|---|---|
| Pendapatan negara | Rp2.341,5 triliun | 74,2% dari target |
| Belanja negara | Rp2.660,5 triliun | 69,2% dari pagu |
| Defisit APBN | Rp319 triliun | 1,24% terhadap PDB |
Defisit yang masih terjaga menunjukkan pengelolaan fiskal yang relatif terkendali. Kondisi ini berpotensi mendukung persepsi investor terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia, sekaligus menjadi faktor pendukung bagi pasar keuangan domestik, termasuk pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Meski demikian, perkembangan APBN tetap perlu dicermati bersama faktor lain, seperti kondisi ekonomi global, pergerakan yield Treasury AS, dan aliran dana investor asing.
Saham BIKE ARA Usai Akuisisi Tambang Batu Bara

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) menjadi sorotan setelah resmi melakukan diversifikasi usaha ke sektor batu bara melalui akuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri. Perusahaan yang diakuisisi tersebut dilaporkan memiliki cadangan batu bara sebesar 22 juta metrik ton.
Aksi korporasi tersebut direspons positif oleh pasar. Pada perdagangan 9 Oktober 2026, saham BIKE menyentuh Auto Reject Atas (ARA) di level Rp2.140, menguat 24,78%.
Potensi Pertumbuhan dan Risiko Saham BIKE
Akuisisi ini berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi BIKE. Perusahaan tambang yang diakuisisi memiliki target produksi sebesar 1,5–2,5 juta ton batu bara per tahun, yang dapat menjadi salah satu faktor pendukung prospek bisnis BIKE ke depan.
Namun, investor juga perlu mencermati risiko dari kenaikan harga saham yang signifikan. Berdasarkan riset Ajaib, saham BIKE telah melonjak sekitar 170% sejak September 2026. Kenaikan tajam tersebut meningkatkan potensi aksi ambil untung (profit taking) dalam jangka pendek.
Selain itu, detail nilai transaksi material akuisisi masih perlu dicermati setelah dipublikasikan. Informasi tersebut penting untuk membantu investor menilai implikasi transaksi terhadap kondisi keuangan dan prospek bisnis perusahaan.
Dengan demikian, meskipun akuisisi berpotensi memberikan peluang pertumbuhan jangka panjang, investor perlu mempertimbangkan valuasi, perkembangan realisasi bisnis, dan risiko volatilitas harga saham BIKE.
Intip Siapa Yang Borong BIKE hari ini. Cek fiturnya di Broker Summary.

Pantau Pergerakan Saham dan Trading Sesuai Strategimu
Pergerakan IHSG, perkembangan kebijakan fiskal, dan aksi korporasi seperti akuisisi BIKE dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi investasi maupun trading.
Pantau pergerakan harga saham, cermati informasi terbaru dari emiten, dan sesuaikan keputusan transaksi dengan profil risiko serta strategi yang kamu gunakan.
Pantau saham potensial dan mulai trading di Ajaib sesuai strategi trading-mu.
Sumber: Ajaib Research, Keterbukaan Informasi BEI (9 Oktober 2026), Kementerian Keuangan RI
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Informasi ini disusun berdasarkan riset internal Ajaib Sekuritas, tidak dipengaruhi pihak mana pun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan, atau paksaan untuk melakukan transaksi jual maupun beli efek. Harga saham dapat berfluktuasi secara real-time. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!