PT Indika Energy Tbk didirikan pada 19 Oktober 2000, dan melantai di bursa saham pada 11 Juni 2008.
PT Indika Energy Tbk memiliki visi untuk menjadi perusahaan energi Indonesia kelas dunia yang diakui karena kompetensinya dalam hal sumber daya energi, layanan, dan infrastruktur.
📢 Hore! Portofolio $INDY saya naik dengan ⚡️XTRA Day Trading 0x di Ajaib 🎉
INDY
Indika Energy Tbk.
Energi
Day Trading
Trading Limit
2,69090 (3.46%)
Invalid Date Invalid Date WIB
34.34 M
Volume
$BBNI Buyback Rp627 Miliar. Rebalancing Index LQ45 Cs. Bursa KOSPI Trading Halt
Selamat pagi
Berikut adalah berita dan saham pilihan Ajaib Sekuritas Selasa, 28 Juli 2026.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup -0,17% atau -10,64 poin ke level 6.185.
IHSG kembali koreksi dalam 4 hari beruntun. Pada perdagangan kemarin, investor asing outflow di pasar reguler Rp 491 miliar. Outflow sejalan dengan depresiasi rupiah ke Rp18.056/USD atau 7,9% sejak awal tahun (ytd) (28/7). Dari Emiten, BBNI melaksanakan buyback saham senilai maksimal Rp627 miliar selama periode 27 Juli 2026-26 Oktober 2026 (3 bulan). Buyback tersebut untuk mencegah fluktuasi harga saham. Sementara, pasar menanti rilis laporan keuangan 1H26 BBNI yang mundur pada awal Agustus 2026 dikarenakan limited review. Di sisi lain, pasar mencermati rebalancing indeks domestik, seperti LQ45 dan IDX30. $NCKL dan $INDY sebagai konstituen baru di indeks LQ45 menggantikan $SMGR dan $TOWR. Sedangkan, $DEWA jadi konstituen baru di IDX30 menggantikan $PTBA.
Dari Global, Bursa Wall Street bergerak terbatas, Indeks S&P 500 +0,02% dan Dow Jones +0.51% (27/7). Investor mencermati rilis laporan keuangan Big Tech pekan ini, seperti Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon. Selain itu, pasar juga menunggu rilis suku bunga The Fed pada FOMC 30 Juli 2027. The Fed diproyeksikan masih menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Harga minyak Brent ambles -12% dalam 2 hari terakhir ke level USD 88/barel (27/7). Penurunan harga minyak diakibatkan oleh jeda atau penghentian sementara aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran selama tiga hari beruntun. Dari Asia, Bursa Asia Pasifik dilanda aksi profit taking secara intraday, index KOSPI -8% dan Nikkei 225 -4% (28/7). Saham teknologi jadi pemberat pergerakan indeks yang membuat pasar Korsel dihentikan sementara. IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam range 6.100-6.200.
Sumber :Keterbukaan Informasi BEI (27/7), Investing, Ajaib Research
Disclaimer
Analisis Teknikal $INDY: Kejar MACD
Berdasarkan data harga saham $INDY yang tersedia, kita bisa melakukan analisis MACD. Pada periode terbaru Januari 2025, kita melihat tren bullish seiring harga penutupan yang beranjak naik dari level 1640 menuju 1750. Jika MACD menunjukkan garis sinyal berada di atas, ini bisa jadi indikasi momentum positif. Tetap semangat!
$BBNI Buyback Rp627 Miliar. Rebalancing Index LQ45 Cs. Bursa KOSPI Trading Halt
Selamat pagi
Berikut adalah berita dan saham pilihan Ajaib Sekuritas Selasa, 28 Juli 2026.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup -0,17% atau -10,64 poin ke level 6.185.
IHSG kembali koreksi dalam 4 hari beruntun. Pada perdagangan kemarin, investor asing outflow di pasar reguler Rp 491 miliar. Outflow sejalan dengan depresiasi rupiah ke Rp18.056/USD atau 7,9% sejak awal tahun (ytd) (28/7). Dari Emiten, BBNI melaksanakan buyback saham senilai maksimal Rp627 miliar selama periode 27 Juli 2026-26 Oktober 2026 (3 bulan). Buyback tersebut untuk mencegah fluktuasi harga saham. Sementara, pasar menanti rilis laporan keuangan 1H26 BBNI yang mundur pada awal Agustus 2026 dikarenakan limited review. Di sisi lain, pasar mencermati rebalancing indeks domestik, seperti LQ45 dan IDX30. $NCKL dan $INDY sebagai konstituen baru di indeks LQ45 menggantikan $SMGR dan $TOWR. Sedangkan, $DEWA jadi konstituen baru di IDX30 menggantikan $PTBA.
Dari Global, Bursa Wall Street bergerak terbatas, Indeks S&P 500 +0,02% dan Dow Jones +0.51% (27/7). Investor mencermati rilis laporan keuangan Big Tech pekan ini, seperti Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon. Selain itu, pasar juga menunggu rilis suku bunga The Fed pada FOMC 30 Juli 2027. The Fed diproyeksikan masih menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Harga minyak Brent ambles -12% dalam 2 hari terakhir ke level USD 88/barel (27/7). Penurunan harga minyak diakibatkan oleh jeda atau penghentian sementara aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran selama tiga hari beruntun. Dari Asia, Bursa Asia Pasifik dilanda aksi profit taking secara intraday, index KOSPI -8% dan Nikkei 225 -4% (28/7). Saham teknologi jadi pemberat pergerakan indeks yang membuat pasar Korsel dihentikan sementara. IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam range 6.100-6.200.
Sumber :Keterbukaan Informasi BEI (27/7), Investing, Ajaib Research
Disclaimer
Analisis Teknikal $INDY: Kejar MACD
Berdasarkan data harga saham $INDY yang tersedia, kita bisa melakukan analisis MACD. Pada periode terbaru Januari 2025, kita melihat tren bullish seiring harga penutupan yang beranjak naik dari level 1640 menuju 1750. Jika MACD menunjukkan garis sinyal berada di atas, ini bisa jadi indikasi momentum positif. Tetap semangat!