PT AKR Corporindo Tbk didirikan di Surabaya pada 28 November 1977 dengan nama PT Aneka Kimia Raya. Perusahaan ini pertama kali melantai di bursa saham pada 3 Oktober 1994.
PT AKR Corporindo Tbk memiliki visi menjadi pemain utama di bidang penyedia jasa logistik dan solusi pengadaan untuk bahan kimia dan energi di Indonesia.
📢 Saya mengirim Order Beli $AKRA di harga Rp1.205.
AKRA
AKR Corporindo Tbk.
Energi
Day Trading
Trading Limit
1,40515 (1.08%)
Invalid Date Invalid Date WIB
5.1 M
Volume
IHSG -1,13%, Pengendali $AKRA Borong Saham Rp5,6 Miliar
Jakarta Composite Index (JCI)
Last 6.301 -1,13% -72,08
High 6.390 Low 6.281
Statistik Pasar
Nilai Transaksi (Rp) 13,63 Triliun
Volume Transaksi (Lot) 284 Juta
Frekuensi Transaksi (X) 1,93 Juta
LQ45 Top 5 Gainer
1. EXCL+2,73%
2. BBNI+0,84%
3. BBTN+0,83%
4. INDY+0,81%
5. INKP+0,59%
LQ45 Top 5 Loser
1. MBMA-7,27%
2. ESSA-7,04%
3. INCO-5,21%
4. BRPT-4,46%
5. DEWA-4,29%
Kesimpulan
IHSG kembali koreksi ditengah apresiasi bursa di Asia Pasifik, indeks Nikkei 225 +1,24% dan KOSPI +3,56% (13/8). Pasar respon negatif rilis rebalancing MSCI edisi Agustus 2026 yang membuat bobot Indonesia dalam Global Standard Index Emerging Market turun ke 0,44%. Selain itu, ketidakpastian indeks FTSE yang juga akan melakukan review pada 21 Agustus 2026 membuat investor asing melanjutkan outflow Rp1,39 triliun di pasar reguler (13/8). Dari emiten, PT Arthakencana Rayatama melakukan pembelian saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) pada 12 Agustus 2026. Setelah transaksi, total kepemilikannya bertambah menjadi 64,627% dari sebelumnya 64,607%. Volume pembelian 40.128 lot saham pada harga Rp1.395,00 per lembar saham, sehingga total transaksi mencapai sekitar Rp5,6 Miliar.
Sumber: MSCI, FTSE, Keterbukaan Informasi Bursa (13/8), Ajaib Research
*Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.*
Harga Brent Oil Kembali Sentuh Level US$95/brl
Harga minyak mentah melonjak pada Kamis, dengan Brent crude naik sekitar 4.5% ke kisaran US$95 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 4.8% ke sekitar US$88 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa blokade terhadap kapal Iran di Selat Hormuz resmi mulai berlaku, disertai penerapan biaya transit (toll) sebesar 20% bagi kapal-kapal non-Iran yang melintasi jalur tersebut. Langkah tersebut memperburuk gangguan terhadap arus perdagangan energi global, dengan data Kpler menunjukkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah level normal. Selain itu, Trump kembali menyatakan dukungannya terhadap sanksi yang lebih ketat terhadap pembeli minyak Rusia, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.
$MEDC$ELSA$ENRG$RAJA$AKRA
Komentar: Dampaknya terhadap pasar saham AS cenderung negatif untuk broad market karena lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi dan memperbesar kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sebaliknya, sektor energi berpotensi memperoleh manfaat, terutama Exxon Mobil (NYSE: XOM), Chevron (NYSE: CVX), ConocoPhillips (NYSE: COP), Occidental Petroleum (NYSE: OXY), dan EOG Resources (NYSE: EOG) yang diperkirakan menikmati peningkatan arus kas dari harga minyak yang lebih tinggi.
Sumber: CNBC, Ajaib Research
IHSG -1,13%, Pengendali $AKRA Borong Saham Rp5,6 Miliar
Jakarta Composite Index (JCI)
Last 6.301 -1,13% -72,08
High 6.390 Low 6.281
Statistik Pasar
Nilai Transaksi (Rp) 13,63 Triliun
Volume Transaksi (Lot) 284 Juta
Frekuensi Transaksi (X) 1,93 Juta
LQ45 Top 5 Gainer
1. EXCL+2,73%
2. BBNI+0,84%
3. BBTN+0,83%
4. INDY+0,81%
5. INKP+0,59%
LQ45 Top 5 Loser
1. MBMA-7,27%
2. ESSA-7,04%
3. INCO-5,21%
4. BRPT-4,46%
5. DEWA-4,29%
Kesimpulan
IHSG kembali koreksi ditengah apresiasi bursa di Asia Pasifik, indeks Nikkei 225 +1,24% dan KOSPI +3,56% (13/8). Pasar respon negatif rilis rebalancing MSCI edisi Agustus 2026 yang membuat bobot Indonesia dalam Global Standard Index Emerging Market turun ke 0,44%. Selain itu, ketidakpastian indeks FTSE yang juga akan melakukan review pada 21 Agustus 2026 membuat investor asing melanjutkan outflow Rp1,39 triliun di pasar reguler (13/8). Dari emiten, PT Arthakencana Rayatama melakukan pembelian saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) pada 12 Agustus 2026. Setelah transaksi, total kepemilikannya bertambah menjadi 64,627% dari sebelumnya 64,607%. Volume pembelian 40.128 lot saham pada harga Rp1.395,00 per lembar saham, sehingga total transaksi mencapai sekitar Rp5,6 Miliar.
Sumber: MSCI, FTSE, Keterbukaan Informasi Bursa (13/8), Ajaib Research
*Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.*
Harga Brent Oil Kembali Sentuh Level US$95/brl
Harga minyak mentah melonjak pada Kamis, dengan Brent crude naik sekitar 4.5% ke kisaran US$95 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 4.8% ke sekitar US$88 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa blokade terhadap kapal Iran di Selat Hormuz resmi mulai berlaku, disertai penerapan biaya transit (toll) sebesar 20% bagi kapal-kapal non-Iran yang melintasi jalur tersebut. Langkah tersebut memperburuk gangguan terhadap arus perdagangan energi global, dengan data Kpler menunjukkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah level normal. Selain itu, Trump kembali menyatakan dukungannya terhadap sanksi yang lebih ketat terhadap pembeli minyak Rusia, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.
$MEDC$ELSA$ENRG$RAJA$AKRA
Komentar: Dampaknya terhadap pasar saham AS cenderung negatif untuk broad market karena lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi dan memperbesar kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sebaliknya, sektor energi berpotensi memperoleh manfaat, terutama Exxon Mobil (NYSE: XOM), Chevron (NYSE: CVX), ConocoPhillips (NYSE: COP), Occidental Petroleum (NYSE: OXY), dan EOG Resources (NYSE: EOG) yang diperkirakan menikmati peningkatan arus kas dari harga minyak yang lebih tinggi.
Sumber: CNBC, Ajaib Research