Saham Terkait










Elnusa Tbk.
Energi
Day Trading
Trading Limit
Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Oil Setelah Kesepakatan AS-Iran Goldman Sachs memangkas proyeksi harga oil 2026 dan 2027 setelah kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz meningkatkan ekspektasi normalisasi supply energi global. Goldman menurunkan forecast Brent untuk 4Q26 menjadi US$80/bbl dari sebelumnya US$90/bbl, serta memangkas proyeksi rata rata Brent 2027 menjadi US$75/bbl dari US$80/bbl. Bank tersebut memperkirakan ekspor minyak kawasan Teluk dapat kembali ke level sebelum konflik pada akhir Juli, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, sehingga mengurangi risiko supply disruption. Sebelumnya, gangguan di Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20% perdagangan oil global sempat mendorong harga oil melonjak, namun ekspektasi kembalinya supply membuat Brent turun sekitar 5% ke sekitar US$78.96/bbl. $MEDC $AKRA $ENRG $RAJA $RATU $ELSA _*Komentar:* Dampaknya terhadap pasar saham AS cenderung positif untuk sektor consumer dan growth karena penurunan harga oil dapat membantu menekan inflasi dan meningkatkan peluang The Fed menjadi lebih dovish. Sektor airlines, transportasi, retail, dan consumer discretionary berpotensi diuntungkan karena biaya energi lebih rendah, sementara saham energy seperti Exxon Mobil dan Chevron dapat menghadapi tekanan karena margin upstream berpotensi turun jika oil price bergerak menuju US$75–80/bbl._ _Sumber: Investing, Ajaib Research_
$ELSA Tebar Dividen Yield 7,7% ELSA dalam RUPST 8 Juni 2026 resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp44,29 per yield dividend 7,7% (8/6). Total dividen Rp323 miliar, naik +13% yoy. Nilai tersebut setara 45% dari laba bersih FY25 sebesar Rp718 miliar. Sisa 55% laba atau Rp395 miliar dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha dan pengembangan teknologi. Sumber: Keterbukaan Informasi BEI
Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Oil Setelah Kesepakatan AS-Iran Goldman Sachs memangkas proyeksi harga oil 2026 dan 2027 setelah kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz meningkatkan ekspektasi normalisasi supply energi global. Goldman menurunkan forecast Brent untuk 4Q26 menjadi US$80/bbl dari sebelumnya US$90/bbl, serta memangkas proyeksi rata rata Brent 2027 menjadi US$75/bbl dari US$80/bbl. Bank tersebut memperkirakan ekspor minyak kawasan Teluk dapat kembali ke level sebelum konflik pada akhir Juli, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, sehingga mengurangi risiko supply disruption. Sebelumnya, gangguan di Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20% perdagangan oil global sempat mendorong harga oil melonjak, namun ekspektasi kembalinya supply membuat Brent turun sekitar 5% ke sekitar US$78.96/bbl. $MEDC $AKRA $ENRG $RAJA $RATU $ELSA _*Komentar:* Dampaknya terhadap pasar saham AS cenderung positif untuk sektor consumer dan growth karena penurunan harga oil dapat membantu menekan inflasi dan meningkatkan peluang The Fed menjadi lebih dovish. Sektor airlines, transportasi, retail, dan consumer discretionary berpotensi diuntungkan karena biaya energi lebih rendah, sementara saham energy seperti Exxon Mobil dan Chevron dapat menghadapi tekanan karena margin upstream berpotensi turun jika oil price bergerak menuju US$75–80/bbl._ _Sumber: Investing, Ajaib Research_
$ELSA Tebar Dividen Yield 7,7% ELSA dalam RUPST 8 Juni 2026 resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp44,29 per yield dividend 7,7% (8/6). Total dividen Rp323 miliar, naik +13% yoy. Nilai tersebut setara 45% dari laba bersih FY25 sebesar Rp718 miliar. Sisa 55% laba atau Rp395 miliar dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha dan pengembangan teknologi. Sumber: Keterbukaan Informasi BEI