PT Medco Energi Internasional Tbk didirikan pada 9 Juni 1980, dan melantai di bursa saham pada 12 Oktober 1994.
PT Medco Energi Internasional Tbk memiliki visi untuk menjadi perusahaan energi pilihan.
📢 Mantap! Saya berhasil beli $MEDC di harga Rp1.285, dengan ⚡XTRA Day Trading.
MEDC
Medco Energi Internasional Tbk.
Energi
Day Trading
Trading Limit
1,315-
Invalid Date Invalid Date WIB
28.22 M
Volume
Optimisme Konsumen Tertekan. Harga Minyak Brent Melonjak +5%
Selamat pagi
Berikut adalah berita dan saham pilihan Ajaib Sekuritas Selasa, 11 Agustus 2026.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup -0,69% atau -44,28 poin ke level 6.365. IHSG koreksi senada dengan outflow investor asing di pasar reguler senilai Rp 875,5 miliar (10/8). Pasar merespon negatif menjelang rebalancing indeks MSCI edisi 13 Agustus Pukul 04.00 WIB, meskipun dalam review Juli 2026 MSCI masih membekukan Indonesia dalam kenaikan bobot FIF/NOS maupun penambahan saham, namun potensi saham yang dikeluarkan dalam indeks tersebut tetap ada. Dari makro, Bank Indonesia melaporkan indeks keyakinan konsumen (IKK) edisi Juli 2026 sebesar 116,8, lebih rendah dibanding Juni dan Mei 2026 masing-masing 117,8 dan 120,9 poin. Penurunan optimisme konsumen akibat masyarakat menahan konsumsi barang tahan lama saat ini dan memiliki ekspektasi yang lebih rendah terhadap ketersediaan lapangan kerja serta kegiatan usaha di masa depan.
Dari Global, Bursa Wall Street kompak melemah terbatas mengikuti lonjakan harga minyak. Harga minyak Brent +5% ke level USD87,7/barel (10/8). Ketidakpastian kesepakatan pembukaan Selat Hormuz hingga serangan kelompok militan Houthi terhadap kilang minyak di Arab Saudi memperketat ketersediaan pasokan bahan bakar global. Dari emiten, (Nasdaq: NVDA) -2,86% (10/8) setelah bekerjasama dengan raksasa keuangan global (Apollo, BlackRock, Blackstone, Brookfield, Goldman Sachs, dan KKR) untuk memberikan pendanaan kepada pelanggan sebesar USD 500 miliar jika ingin membeli produk infrastruktur AI miliknya. Pasar merespon negatif akibat meningkatkan kekhawatiran financial risk yang semakin menyebar termasuk permintaan semu. IHSG hari ini diprediksi koreksi dalam range 6.350-6.480.
$MEDC$PGAS$ELSA$ESSA$RATU$AADI$PTBA
Sumber :Bank Indonesia, MSCI, Investing, Ajaib Research
Disclaimer on
Optimisme Konsumen Tertekan. Harga Minyak Brent Melonjak +5%
Selamat pagi
Berikut adalah berita dan saham pilihan Ajaib Sekuritas Selasa, 11 Agustus 2026.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup -0,69% atau -44,28 poin ke level 6.365. IHSG koreksi senada dengan outflow investor asing di pasar reguler senilai Rp 875,5 miliar (10/8). Pasar merespon negatif menjelang rebalancing indeks MSCI edisi 13 Agustus Pukul 04.00 WIB, meskipun dalam review Juli 2026 MSCI masih membekukan Indonesia dalam kenaikan bobot FIF/NOS maupun penambahan saham, namun potensi saham yang dikeluarkan dalam indeks tersebut tetap ada. Dari makro, Bank Indonesia melaporkan indeks keyakinan konsumen (IKK) edisi Juli 2026 sebesar 116,8, lebih rendah dibanding Juni dan Mei 2026 masing-masing 117,8 dan 120,9 poin. Penurunan optimisme konsumen akibat masyarakat menahan konsumsi barang tahan lama saat ini dan memiliki ekspektasi yang lebih rendah terhadap ketersediaan lapangan kerja serta kegiatan usaha di masa depan.
Dari Global, Bursa Wall Street kompak melemah terbatas mengikuti lonjakan harga minyak. Harga minyak Brent +5% ke level USD87,7/barel (10/8). Ketidakpastian kesepakatan pembukaan Selat Hormuz hingga serangan kelompok militan Houthi terhadap kilang minyak di Arab Saudi memperketat ketersediaan pasokan bahan bakar global. Dari emiten, (Nasdaq: NVDA) -2,86% (10/8) setelah bekerjasama dengan raksasa keuangan global (Apollo, BlackRock, Blackstone, Brookfield, Goldman Sachs, dan KKR) untuk memberikan pendanaan kepada pelanggan sebesar USD 500 miliar jika ingin membeli produk infrastruktur AI miliknya. Pasar merespon negatif akibat meningkatkan kekhawatiran financial risk yang semakin menyebar termasuk permintaan semu. IHSG hari ini diprediksi koreksi dalam range 6.350-6.480.
$MEDC$PGAS$ELSA$ESSA$RATU$AADI$PTBA
Sumber :Bank Indonesia, MSCI, Investing, Ajaib Research
Disclaimer on