16 Saham Tebar Dividen Oktober 2026: ASII, BSSR, Hingga GEMS Siap Bagi Yield Jumbo!
Stephanie Irena•October 9, 2026

Key Takeaways
- Sektor komoditas dan energi memimpin imbal hasil (dividend yield) terbesar pada Oktober 2026, dengan BSSR mencatatkan yield tertinggi hingga 7,89% dan GEMS sebesar 7,12%.
- Sebanyak 16 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) siap membagikan dividen di bulan Oktober 2026 dengan kisaran yield variatif mulai dari 0,25% hingga 7,89%.
- Trader perlu mencermati risiko dividend trap saat ex date serta memanfaatkan analisis teknikal di Ajaib Terminal untuk mengoptimalkan profit trading.
Membedah Potensi Imbal Hasil Jumbo di Musim Dividen Oktober 2026
Bulan Oktober 2026 menjadi momen yang sangat dinantikan investor pasar modal, di mana 16 emiten bersiap membagikan dividen tunai dengan penawaran yield yang menggiurkan. Sektor komoditas dan energi tampil mendominasi deretan imbal hasil tertinggi, di mana BSSR mencatatkan yield jumbo sebesar 7,89% dan GEMS menyusul di angka 7,12%.
Di luar kejayaan sektor pertambangan, konglomerasi raksasa seperti Grup Astra hingga emiten ritel AMRT turut menebar keuntungan dengan kisaran yield yang lebih stabil. Memahami bobot dividend yield serta momentum persis tanggal cum date dari masing-masing emiten menjadi kunci penting agar strategi perolehan dividen kamu tidak tergerus fluktuasi harga.
Daftar Emiten Pembagi Dividen Oktober 2026 dan Jadwal Cum Date
Memahami jadwal cum date (batas akhir pembelian saham agar berhak menerima dividen) dan mengkalkulasi persentase dividend yield sangat krusial agar kamu tidak salah mengeksekusi strategi entry. Berikut adalah rincian 16 emiten pembagi dividen di bulan Oktober 2026:
1. Saham Sektor Komoditas & Energi dengan Yield Tinggi
Sektor energi dan pertambangan menawarkan imbal hasil paling atraktif bulan ini, di mana emiten seperti BSSR, GEMS, dan HEXA memberikan yield di atas 6%.
| No | Kode | Nama Emiten | Sektor | Harga Saham | Nominal Dividen | Dividend Yield | Cum Date Reguler |
| 1 | BSSR | PT Baramulti Suksessarana Tbk | Energi (Batu Bara) | Rp5.150 | Rp406,16 | 7,89% | 29 September 2026 |
| 2 | GEMS | PT Golden Energy Mines Tbk | Energi (Batu Bara) | Rp8.550 | Rp608,94 | 7,11% | 8 Oktober 2026 |
| 3 | HEXA | PT Hexindo Adiperkasa Tbk | Perdagangan (Alat Berat) | Rp3.540 | Rp238,54 | 6,72% | 25 September 2026 |
| 4 | KKGI | PT Resource Alam Indonesia Tbk | Energi (Batu Bara) | Rp300 | Rp20 | 6,67% | 23 September 2026 |
| 5 | NICL | PT PAM Mineral Tbk | Barang Baku (Nikel) | Rp378 | Rp6 | 1,59% | 2 Oktober 2026 |
2. Saham Sektor Ritel, Otomotif, Perkebunan, dan Properti
Grup Astra beserta emiten ritel, perkebunan, dan properti juga turut menebar dividen dengan kisaran yield yang lebih stabil dan moderat.
| No | Kode | Nama Emiten | Sektor | Harga Saham | Nominal Dividen | Dividend Yield | Cum Date Reguler |
| 6 | ASII | PT Astra International Tbk | Perindustrian (Konglomerasi) | Rp4.820 | Rp98 | 2,03% | 12 Oktober 2026 |
| 7 | AALI | PT Astra Agro Lestari Tbk | Perkebunan (Sawit) | Rp8.525 | Rp233 | 2,73% | 8 Oktober 2026 |
| 8 | AUTO | PT Astra Otoparts Tbk | Otomotif (Komponen) | Rp3.390 | Rp72,52 | 2,14% | 13 Oktober 2026 |
| 9 | AMRT | PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk | Konsumer Non-Siklikal (Ritel) | Rp1.255 | Rp14,5 | 1,16% | 13 Oktober 2026 |
| 10 | TLDN | PT Teladan Prima Agro Tbk | Perkebunan (Sawit) | Rp600 | Rp20 | 3,33% | 12 Oktober 2026 |
| 11 | BSBK | PT Wulandari Bangun Laksana Tbk | Properti & Real Estate | Rp44 | Rp1 | 2,27% | 13 Oktober 2026 |
| 12 | DADA | PT Diamond Citra Propertindo Tbk | Properti & Real Estate | Rp24 | Rp0,27 | 1,12% | 2 Oktober 2026 |
| 13 | IFII | PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk | Industri Olahan Kayu | Rp206 | Rp5 | 2,43% | 28 September 2026 |
| 14 | VICO | PT Victoria Investama Tbk | Keuangan (Investasi) | Rp152 | Rp8 | 5,26% | 28 September 2026 |
| 15 | CRAB | PT Toba Surimi Industries Tbk | Konsumer Non-Siklikal (Perikanan) | Rp218 | Rp2 | 0,92% | 5 Oktober 2026 |
| 16 | CDIA | PT Chandra Daya Investasi Tbk | Konsumer Non-Siklikal (Perikanan) | Rp575 | Rp1,42 | 0,25% | 30 September 2026 |
Skenario Pergerakan Saham Jelang dan Sesudah Cum Date
Pergerakan harga saham pembagi dividen umumnya mengalami fluktuasi teknikal yang bisa kamu manfaatkan untuk meraih capital gain. Ada tiga skenario umum yang biasa terjadi di bursa:
- Kenaikan Harga Jelang Cum Date: Terjadi dorongan beli yang masif akibat spekulasi pasar untuk mendapatkan hak atas dividen.
- Koreksi Tajam saat Ex Date (Dividend Trap): Pada hari ex date, harga saham kerap dibuka terkoreksi tajam yang besarnya hampir setara dengan persentase dividend yield. Jika kamu membeli saham di puncak harga cum date, risiko penurunan harga ini bisa menggerus profit.
- Konsolidasi/Sideways: Terjadi pada saham dengan yield di bawah 2%, di mana tekanan jual saat ex date tidak terlalu signifikan sehingga pergerakan harga relatif stabil.
Agar kamu tidak sekadar menebak arah pasar dan terlewat jadwal cum date, kamu bisa langsung memantau pergerakan harga serta linimasa aksi korporasi emiten pilihanmu lewat fitur Kalender Dividen di aplikasi Ajaib terminal.

Tips Mengelola Risiko saat Transaksi Saham Dividen
Agar tidak terjebak dalam dividend trap dan bisa mengamankan profit trading secara optimal, perhatikan beberapa tips berikut sebelum melakukan eksekusi:
- Perhatikan Antrean Bid dan Offer: Bandingkan ketebalan lot di sisi beli dan jual pada beberapa level harga untuk mengukur tekanan pasar jelang cum date.
- Disiplin Menentukan Batas Stop Loss: Hitung potensi penurunan harga saat ex date. Pastikan kamu telah memasang batas stop loss untuk meminimalkan kerugian akibat penurunan tajam yang melebihi estimasi.
- Cek Fundamental dan Laporan Keuangan: Pastikan dividen yang dibagikan berasal dari laba bersih operasional yang berkelanjutan, bukan sekadar dari penjualan aset sesaat.
- Manfaatkan Strategi Sell on News: Jika capital gain yang kamu peroleh dari kenaikan harga sebelum cum date sudah melebihi nilai persentase dividennya, mempertimbangkan untuk melakukan take profit lebih awal bisa menjadi opsi yang aman.
Tips Mengelola Risiko saat Transaksi Saham Dividen
Agar tidak terjebak dalam dividend trap dan bisa mengamankan profit trading secara optimal, perhatikan beberapa tips berikut sebelum melakukan eksekusi:
- Perhatikan Antrean Bid dan Offer: Bandingkan ketebalan lot di sisi beli dan jual pada beberapa level harga untuk mengukur tekanan pasar jelang cum date.
- Disiplin Menentukan Batas Stop Loss: Hitung potensi penurunan harga saat ex date. Pastikan kamu telah memasang batas stop loss untuk meminimalkan kerugian akibat penurunan tajam yang melebihi estimasi.
- Cek Fundamental dan Laporan Keuangan: Pastikan dividen yang dibagikan berasal dari laba bersih operasional yang berkelanjutan, bukan sekadar dari penjualan aset sesaat.
- Manfaatkan Strategi Sell on News: Jika capital gain yang kamu peroleh dari kenaikan harga sebelum cum date sudah melebihi nilai persentase dividennya, mempertimbangkan untuk melakukan take profit lebih awal bisa menjadi opsi yang aman.
Pantau Pergerakan Saham dan Eksekusi Tradingmu di Ajaib
Menganalisis pergerakan teknikal saat kondisi pasar bergerak dinamis membutuhkan alat pantau yang responsif dan akurat. Kamu bisa mengeksekusi strategi trading serta memantau pergerakan harga saham secara real-time melalui fitur investasi saham di aplikasi Ajaib.
Oleh karena itu, yuk download aplikasi Ajaib sekarang dan manfaatkan Ajaib Terminal untuk pengalaman trading yang lebih cepat serta powerful!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait



Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

