Ajaib
Menu

Berita

Asing Out Rp828 M Picu Koreksi IHSG, Haji Isam Rampungkan Akuisisi BYAN Rp26 T di Harga Diskon

Stephanie Irena•October 8, 2026

Key Takeaways:

  • IHSG terkoreksi 0,75% ke level 6.146 dipicu aksi net sell investor asing sebesar Rp828 miliar di pasar reguler.
  • Haji Isam lewat PT Jhonlin Baratama merampungkan akuisisi 30,25% saham BYAN senilai Rp26,09 triliun di pasar negosiasi.
  • Transaksi crossing jumbo saham BYAN dilakukan pada harga diskon Rp2.588 per lembar saham atau 76,5% di bawah harga reguler.
  • Kenaikan yield obligasi AS dan harga minyak mentah Brent turut membayangi tekanan pada pergerakan indeks harian.

Mengapa Tekanan Asing dan Sentimen Global Menggoyang IHSG?

IHSG sempat menguat selama tiga hari beruntun, tapi sayangnya harus parkir di zona merah pada perdagangan Rabu (7/10). Indeks terkoreksi 0,75% ke level 6.146 setelah bergerak di rentang 6.136 hingga 6.214. Penurunan ini tidak lepas dari kombinasi aksi lego saham oleh investor asing dan sentimen pasar global yang lagi memanas.

Pasar saham Indonesia mencatatkan total nilai transaksi yang cukup ramai mencapai Rp36,2 triliun dengan volume 484 juta lot. Namun, tekanan jual dari investor asing tak terbendung dengan catatan net sell sebesar Rp828 miliar di pasar reguler.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai net sell mencapai Rp299 miliar. Selain aksi lepas saham di emiten big cap, ada beberapa faktor makro utama yang memicu kehati-hatian investor:

  • Yield Obligasi AS Melonjak: Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik +0,96% ke level 5,337% yang membuat aset berisiko di emerging market kurang menarik untuk sementara.
  • Harga Energi Naik: Harga minyak mentah Brent menguat +1,33% ke level USD102 per barel yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi.
  • Risiko Nilai Tukar: Kombinasi tingginya yield AS dan harga energi menekan pergerakan Rupiah, sehingga investor memilih untuk profit taking.

Detail Akuisisi BYAN Rp26 Triliun oleh Grup Jhonlin

Di sisi lain, panggung bursa diramaikan oleh transaksi berukuran jumbo dari emiten batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Saham BYAN turut membebani IHSG dengan menyumbang penurunan 0,24% terhadap indeks harian. Penurunan harga saham BYAN di pasar reguler ini terjadi di tengah selesainya proses akuisisi oleh Grup Jhonlin milik Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam).

Berikut perjalanan lengkap aksi korporasi jumbo ini:

  1. 16 September 2026: Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) awal dengan PT Jhonlin Baratama untuk pengalihan 10,00 miliar saham BYAN.
  2. 1 Oktober 2026: Para pihak menyepakati amandemen PJBS dengan menyesuaikan porsi pengalihan menjadi 10,08 miliar saham atau setara 30,25%.
  3. 6 Oktober 2026: Low Tuck Kwong melakukan divestasi mandiri sebanyak 33,33 juta saham di harga Rp11.025 per saham. Kepemilikannya turun tipis dari 40,25% menjadi 40,15% dan tetap memegang posisi pengendali.
  4. 7 Oktober 2026: Rampungnya transaksi crossing di Pasar Negosiasi senilai Rp26,09 triliun untuk 100,8 juta lot saham di harga kesepakatan Rp2.588 per saham.

Harga kesepakatan crossing tersebut berada di harga diskon 76,5% dibanding harga pasar reguler yang berada di kisaran Rp12.550 per saham. Meski harga crossing berada jauh di bawah harga reguler, manajemen memastikan transaksi ini murni pengalihan kepemilikan dan tidak berdampak negatif pada operasional maupun keuangan perseroan.

3 Hal yang Harus Dipantau Trader Saat Ada Transaksi Crossing Jumbo

Buat Kamu yang lagi mengasah skill trading, dinamika transaksi raksasa seperti ini penting banget buat dipahami supaya bisa membaca arah pergerakan harga dengan lebih mantap.

1. Bedakan Transaksi Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi

Transaksi crossing di pasar negosiasi dilakukan berdasarkan kesepakatan harga khusus antara pembeli dan penjual. Harga diskon di pasar negosiasi tidak otomatis menyeret harga di pasar reguler ke level yang sama, jadi Kamu tidak perlu panik secara berlebihan.

2. Cermati Bobot Emiten Terhadap Pergerakan IHSG

Emiten dengan kapitalisasi pasar raksasa seperti BYAN memiliki bobot besar terhadap pergerakan indeks. Ketika saham berbobot besar mengalami penyesuaian harga, IHSG bisa ikut tertekan walaupun saham emiten lain sebenarnya bergerak stabil.

3. Manfaatkan Volatilitas Pasca Aksi Korporasi

Aksi korporasi besar sering kali menciptakan volatilitas atau fluktuasi harga yang tinggi di pasar reguler. Sebagai trader, Kamu bisa memanfaatkan momentum pergerakan harga singkat ini dengan tetap disiplin memasang stop loss dan take profit.

Pantau Arus Modal dan Eksekusi Tradingmu di Ajaib

Memahami aksi korporasi dan pergerakan arus modal asing adalah kunci utama buat kamu yang ingin terus mengasah kemampuan trading. Lewat platform Ajaib, kamu bisa memantau pergerakan harga secara real-time, melihat keterbukaan informasi emiten, hingga menganalisis grafik teknikal dengan fitur yang lengkap dan mudah digunakan untuk memaksimalkan peluang investasi saham secara percaya diri.

Yuk, download aplikasi Ajaib sekarang dan optimalkan strategi trading Kamu langsung dari genggaman!

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Google Play StoreApple App Store

Profil Penulis

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!