IHSG Hari Ini Rebound 0,40% di Tengah Pelemahan Bursa Asia, UNVR Siap Hapus Saham Treasuri & TOTL Bagi Dividen
ajaib•November 6, 2026

Key Takeaways
- IHSG ditutup menguat 0,40% atau naik 20,17 poin ke level 5.050 pada perdagangan Jumat (6/11), setelah sempat terkoreksi hingga sekitar 2%.
- Penguatan IHSG didukung aksi beli bersih investor asing di pasar reguler sebesar Rp109,30 miliar, di tengah pelemahan sejumlah bursa Asia.
- UNVR akan menggelar RUPSLB pada 26 November 2026 dengan agenda penghapusan 168,77 juta saham treasuri.
- Direktur AKRA tercatat mengakumulasi 1,88 juta saham selama periode 30 Oktober–6 November 2026.
- TOTL mengumumkan dividen interim sebesar Rp40 per saham dengan estimasi dividend yield 2,86%.
IHSG Berbalik Menguat 0,40%, Sementara Bursa Asia Berguguran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (6/11). IHSG menguat 0,40% atau bertambah 20,17 poin ke level 5.050, setelah bergerak cukup volatil dan sempat mengalami tekanan hingga sekitar 2% sepanjang perdagangan.
Penguatan tersebut turut memangkas koreksi IHSG sepanjang pekan menjadi 0,13%. Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak di rentang level 4.925–5.050.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,32 triliun dengan volume sebanyak 473 juta lot. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai 1,10 juta kali.

Aksi beli bersih investor asing atau net foreign buy di pasar reguler sebesar Rp109,30 miliar turut menopang pergerakan indeks. Penguatan juga terlihat pada sejumlah indeks saham berkapitalisasi besar. IDX30 naik 0,95% ke level 291,88, sedangkan LQ45 menguat 0,90% ke posisi 518,28.
Kinerja IHSG tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang mengalami tekanan. Berikut pergerakan sejumlah indeks regional pada perdagangan hari ini:
| Indeks | Perubahan |
|---|---|
| Nikkei 225 | -6,04% |
| KOSPI | -6,02% |
| SET | -2,16% |
| Hang Seng | -1,27% |
| KLCI | -1,18% |
Tekanan di pasar regional terjadi di tengah berlanjutnya gelombang aksi jual global. Kekhawatiran terhadap pengetatan regulasi dan pembatasan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pasca kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat, turut menjadi sentimen yang membebani bursa.
Di tengah tekanan tersebut, kondisi makroekonomi domestik yang relatif solid menjadi salah satu faktor pendukung ketahanan IHSG. Sejumlah indikator yang menjadi perhatian meliputi inflasi sebesar 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy), surplus neraca perdagangan sebesar US$10,61 miliar, serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2026 sebesar 5,47%.
UNVR Agendakan Penghapusan 168,77 Juta Saham Treasuri
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 26 November 2026. Salah satu agenda utamanya adalah meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan penarikan kembali atau share retirement sebanyak 168.766.700 lembar saham treasuri.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 0,44% dari modal disetor perseroan. Saham treasuri yang akan ditarik kembali merupakan hasil pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) pada periode 31 Juli–30 Oktober 2025.
UNVR merealisasikan pembelian kembali saham tersebut dengan total nilai Rp285,05 miliar. Harga rata-rata pembelian tercatat sebesar Rp1.689,021 per saham.
Penghapusan saham treasuri akan mengurangi jumlah saham beredar perseroan. Dengan asumsi laba bersih tetap, berkurangnya jumlah saham beredar berpotensi meningkatkan laba per saham atau earnings per share (EPS). Kondisi ini juga dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menilai valuasi saham UNVR.
Sejalan dengan sentimen tersebut, saham UNVR mencatatkan kenaikan sekitar 9% dalam sepekan hingga Jumat (6/11). Pada perdagangan hari ini, UNVR juga masuk dalam jajaran saham dengan kenaikan terbesar di indeks LQ45.
Direktur AKRA Tambah Kepemilikan 1,88 Juta Saham

Selain UNVR, aktivitas transaksi saham oleh jajaran direksi juga menjadi perhatian pasar. Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Bambang Soetiono S., tercatat melakukan akumulasi sebanyak 1.877.600 lembar saham AKRA selama periode 30 Oktober–6 November 2026.
Transaksi tersebut dilakukan melalui tiga kali pembelian. Rinciannya sebagai berikut:
| Tanggal Transaksi | Jumlah Saham | Harga per Saham |
|---|---|---|
| 30 Oktober 2026 | 461.600 lembar | Rp1.355 |
| 3 November 2026 | 1.000.000 lembar | Rp1.315 |
| 3 November 2026 | 416.000 lembar | Rp1.310 |
| Total | 1.877.600 lembar |
Total nilai transaksi mencapai Rp2.485.428.000 dengan harga rata-rata tertimbang (weighted average) sebesar Rp1.323,73 per saham.
Pada perdagangan Jumat (6/11), saham AKRA menguat 4,58% dan menjadi saham dengan kenaikan tertinggi di antara konstituen indeks LQ45.
TOTL Bagikan Dividen Interim Rp40 per Saham, Yield 2,86%
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) resmi mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp40 per saham. Total nilai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp136,4 miliar.
Berdasarkan harga saham TOTL di level Rp1.400 per lembar pada Jumat (6/11), pembagian dividen interim tersebut menawarkan estimasi dividend yield sebesar 2,86%.
Adapun jadwal cum dividen ditetapkan pada 16 November 2026. Tanggal ini menjadi batas bagi investor yang ingin memiliki saham TOTL agar berhak atas pembagian dividen interim tersebut.
Daftar Saham Top Gainer dan Top Loser LQ45
Pada perdagangan Jumat (6/11), AKRA memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi di indeks LQ45. Sementara itu, JPFA menjadi saham dengan penurunan terdalam.
Berikut daftar lima saham dengan kenaikan dan penurunan terbesar di indeks LQ45:
Top 5 Gainer LQ45
Top 5 Loser LQ45
Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini menunjukkan bahwa indeks domestik mampu berbalik menguat meskipun mayoritas bursa Asia mengalami tekanan. Aksi beli bersih investor asing dan kondisi makroekonomi domestik yang solid menjadi beberapa faktor yang menopang pergerakan pasar.
Sementara itu, rencana penghapusan saham treasuri UNVR, transaksi akumulasi saham AKRA oleh direksi, serta pembagian dividen interim TOTL menjadi sejumlah aksi korporasi yang dapat dicermati investor.
Pantau pergerakan saham dan analisis aktivitas pasar lebih praktis melalui Ajaib Terminal. Manfaatkan juga promo Broker Fee Rp0 untuk mendukung aktivitas trading saham di Ajaib.
Sumber: Ajaib Research, Keterbukaan Informasi BEI.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak mana pun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
Ajaib merupakan aplikasi investasi online yang rilis sejak 2019. Ajaib mudah digunakan bagi investor pemula maupun berpengalaman, sesuai dengan visi untuk meningkatkan angka inklusi keuangan masyarakat Indonesia melalui investasi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!