Berita

18 Saham Delisting 10 November, Ada Emiten Saja?

stephanie_irena•November 6, 2026

Key Takeaways:

  • Bursa Efek Indonesia (BEI) mendesak 12 dari 18 emiten terancam delisting untuk menyelesaikan kewajiban buyback saham paling lambat 9 November 2026.
  • Sejumlah emiten besar seperti ENVY, LMAS, dan SRIL tercatat masih memiliki porsi kepemilikan saham publik (free float) yang relatif tinggi.
  • Penghapusan pencatatan saham secara resmi dilakukan sesuai Peraturan Bursa Nomor I-N akibat status pailit maupun suspensi perdagangan yang melampaui 50 bulan.

BEI Batasi Deadline Buyback 12 Emiten Hingga 9 November

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong belasan emiten yang masuk daftar delisting untuk segera menuntaskan kewajiban pembelian kembali (buyback) saham publik. Langkah tegas ini diambil karena sebanyak 12 dari 18 emiten yang dijadwalkan delisting pada 10 November 2026 tercatat belum menyelesaikan proses buyback tersebut.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa penghapusan pencatatan saham ini telah sesuai dengan prosedur dan aturan bursa yang berlaku. Keputusan ini mayoritas dipicu oleh status pailit emiten serta suspensi perdagangan saham yang telah berlangsung lebih dari 50 bulan.

Mencermati perubahan struktur kepemilikan saham serta pergerakan transaksi emiten semacam ini sangat krusial agar Kamu dapat mengambil keputusan investasi yang tepat. Kamu bisa memantau apakah suatu saham sedang mengalami akumulasi atau distribusi secara akurat melalui fitur Broker Flow di Ajaib Terminal. Nikmati Broker Fee Rp 0 dengan Transaksi di Ajaib Terminal.

Porsi Free Float Saham Publik ENVY LMAS dan SRIL Masih Tinggi

Meskipun batas waktu delisting sudah sangat dekat, porsi kepemilikan investor publik (free float) di sejumlah emiten tercatat masih cukup dominan. Sebagai contoh, saham PT Envy Technologies Indonesia Tbk ($ENVY) masih memiliki free float sebesar 86,18% dan PT Limas Indonesia Makmur Tbk ($LMAS) sebesar 78,78%.

Sementara itu, emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk ($SRIL) atau Sritex masih mencatatkan porsi kepemilikan publik sebesar 39,89% dengan kepemilikan investor kawakan Lo Kheng Hong sebesar 1,02%. Tingginya angka free float ini menandakan masih banyaknya saham ritel yang tertahan di pasar menjelang penghapusan pencatatan resmi dari bursa.

Nasib Investor Ritel dan Batas Akhir Keterbukaan Informasi Emiten

Berdasarkan Peraturan Bursa Nomor I-N, periode pelaksanaan buyback oleh emiten telah ditetapkan berlangsung sejak 11 Mei hingga 9 November 2026. Oleh karena itu, para emiten terkait hanya memiliki sisa waktu hingga Senin depan untuk merampungkan kewajiban perlindungan investor ritel tersebut.

Keputusan buyback ini menjadi aspek krusial bagi pemegang saham publik sebelum status pencatatan saham emiten resmi dicabut dari bursa. Setelah melewati tenggat waktu tersebut, saham perusahaan terkait secara resmi tidak lagi dapat diperdagangkan di bursa reguler.

Pantau Pergerakan Pasar dan Lakukan Diversifikasi Portofolio di Ajaib

Memantau pergerakan pasar serta dinamika saham secara berkala merupakan langkah penting dalam memitigasi risiko investasi Kamu. Nikmati kemudahan bertransaksi dan kelengkapan data pasar modal secara real-time langsung dari ponsel melalui aplikasi Ajaib atau Ajaib Terminal.

Gunakan berbagai fitur analisis teknikal modern untuk mengoptimalkan strategi perdagangan dan keputusan portofolio Kamu secara maksimal. Yuk, pantau pergerakan saham di Ajaib sekarang juga dan segera eksekusi strategi investasi Kamu secara presisi!

Google Play StoreApple App Store

Sumber: Investortrust, BEI, Ajaib Research

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Profil Penulis

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!