Ajaib
Menu

Berita

Efek MSCI: IHSG Anjlok 6%, Saham Big Caps dan Konglomerat Rontok

TikaJanuary 28, 2026

Penyebab IHSG Terjun 1% Lebih hingga Sentuh Level 7.074

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan tajam pada awal perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026), menyusul keputusan penyedia indeks global MSCI yang membekukan evaluasi indeks saham Indonesia. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada proses rebalancing Februari 2026 dan memicu aksi jual signifikan di pasar.

IHSG dibuka melemah tajam 6,53% ke level 8.393,51 dari posisi penutupan sebelumnya di 8.980,23. Hingga pukul 10.24 WIB, indeks masih tertekan 6,05% ke posisi 8.434,01 dan sempat menyentuh level terendah harian di 8.349,65. Secara keseluruhan, tekanan pasar cukup merata dengan 719 saham melemah, hanya 43 saham menguat, dan 38 saham stagnan.

Saham Konglomerat dan Big Caps Rontok

Tekanan jual terlihat jelas pada saham-saham berkapitalisasi besar serta emiten milik konglomerat nasional. Berikut daftar saham yang mengalami koreksi signifikan pada awal perdagangan hari ini:

1. Kelompok Barito (Prajogo Pangestu):

  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun hingga Auto Reject Bawah (ARB) 14,81% ke Rp2.300
  • PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) melemah hingga 11,84% ke Rp8.375

2. Grup Chandra Asri:

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkoreksi 5% ke Rp6.650
  • PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) anjlok 12,14% ke Rp1.230

3. Kelompok Bakrie:

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 11,58% ke Rp1.145
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 14,53% ke Rp294
  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 9,42% ke Rp125
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyentuh ARB 14,97% ke Rp1.420

4. Kelompok Hapsoro:

  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun ARB 15% ke Rp1.445
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melemah 15% ke Rp4.590
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) anjlok 14,97% ke Rp6.250

5. Kelompok Aguan:

  • PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) terkoreksi 14,89% ke Rp9.575
  • PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) turun 14,68% ke Rp6.250

Tekanan ini muncul setelah MSCI mengumumkan pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta penghentian sementara penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard.

Langkah tersebut diambil untuk membatasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas, sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar Indonesia untuk meningkatkan transparansi, khususnya terkait metodologi free float. MSCI juga menyebut kebijakan ini bertujuan mengurangi potensi reverse turnover pada peninjauan indeks Mei 2026.

Sumber:
https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8328916/ihsg-melorot-6-usai-pengumuman-msci-deretan-saham-konglomerat-ini-rontok
https://investasi.kontan.co.id/news/dampak-msci-ihsg-anjlok-653-bren-dan-bbca-merana-di-awal-perdagangan

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!