Ajaib
Menu

Berita

IHSG Rebound 2% ke Level 6.000, Sentimen Damai AS-Iran dan Reli Bursa Asia Dorong Penguatan

SalsabillaJune 12, 2026

IHSG Rebound 2% ke Level 6.000, Sentimen Damai AS-Iran dan Reli Bursa Asia Dorong Penguatan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke zona hijau pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026 setelah sempat terkoreksi pada sesi sebelumnya. Hingga perdagangan pagi, IHSG melonjak 2,02% ke level 6.005,08, sekaligus kembali menembus level psikologis 6.000 yang sempat ditinggalkan sehari sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah membaiknya sentimen global setelah muncul optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harapan meredanya konflik di Timur Tengah turut mendorong reli bursa Asia serta menekan harga minyak dunia, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.

Performa IHSG dan Aktivitas Perdagangan Menguat Signifikan

Mayoritas saham bergerak di zona hijau seiring menguatnya IHSG pada perdagangan Jumat. Sebanyak 554 saham tercatat naik, sementara 137 saham melemah dan 264 saham bergerak stagnan. Frekuensi transaksi mencapai 730,1 ribu kali dengan volume perdagangan 10,61 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp6,35 triliun.

Berikut ringkasan pergerakan pasar:

IndikatorData
IHSG6.005,08
Perubahan+2,02%
Saham Naik554
Saham Turun137
Saham Stagnan264
Volume Perdagangan10,61 miliar saham
Nilai TransaksiRp6,35 triliun
Frekuensi Transaksi730,1 ribu kali

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sebenarnya sudah menunjukkan sinyal positif dengan naik 1,27% ke level 5.960,63 dari posisi penutupan sebelumnya di 5.886,03. Penguatan kemudian berlanjut seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap perkembangan kondisi geopolitik global.

Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Katalis Utama Pasar

Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan pasar adalah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kedua negara berpotensi menandatangani perjanjian damai pada akhir pekan ini setelah proses negosiasi menunjukkan kemajuan signifikan.

Optimisme tersebut muncul setelah Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan memilih melanjutkan jalur diplomasi. Jika kesepakatan tercapai, Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi global berpotensi kembali beroperasi normal sehingga mengurangi risiko gangguan pasokan minyak dunia.

Beberapa dampak yang langsung terlihat di pasar global antara lain:

  • Harga minyak mentah WTI turun ke sekitar US$86,08 per barel.
  • Harga minyak Brent melemah ke sekitar US$89,08 per barel.
  • Indeks Nikkei Jepang melonjak 4,3%.
  • Indeks KOSPI Korea Selatan menguat 8,3%.
  • Bursa Australia naik sekitar 1,8%.

Penurunan harga energi dan berkurangnya kekhawatiran terhadap inflasi global membuat investor kembali memburu aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Sektor Energi dan Industri Pimpin Penguatan IHSG

Seluruh indeks sektoral bergerak di zona hijau pada awal perdagangan dan menjadi penopang utama kenaikan IHSG. Sektor basic materials menjadi sektor dengan penguatan terbesar, disusul sektor industri dan energi.

Tiga sektor dengan performa terbaik pada perdagangan pagi meliputi:

  • IDX Basic naik 2,75%
  • IDX Industry menguat 2,36%
  • IDX Energy bertambah 2,13%

Di kelompok saham LQ45, penguatan terbesar dicatatkan oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 4,76% ke Rp308. Selain itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 4,42% ke Rp6.500 dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,94% ke Rp1.715.

Meski mayoritas saham menguat, masih terdapat beberapa saham yang bergerak melemah. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 2,28% ke Rp2.570, sementara PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terkoreksi 0,83% ke Rp600.

Di sisi lain, pelaku pasar juga tetap mencermati sejumlah risiko global. Data inflasi AS yang masih meningkat berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Selain itu, Bank Sentral Eropa (ECB) baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,4% sebagai respons terhadap risiko inflasi yang dipicu kenaikan biaya energi dan ketegangan geopolitik.

Mulai Investasi Saham di Ajaib

Pergerakan IHSG yang kembali menguat menunjukkan bagaimana sentimen global dapat memengaruhi pasar saham Indonesia dalam waktu singkat. Karena itu, penting bagi kamu untuk selalu mengikuti perkembangan ekonomi, kebijakan bank sentral, hingga dinamika geopolitik yang dapat menjadi katalis pergerakan pasar. Untuk memanfaatkan berbagai peluang di pasar modal, kamu bisa memulai investasi saham dengan lebih mudah melalui aplikasi Ajaib. Nikmati akses ke berbagai saham pilihan, data pasar, serta fitur pendukung investasi yang membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih percaya diri. Download Ajaib sekarang!

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Google Play StoreApple App Store

Sumber:

  • https://www.cnbcindonesia.com/market/20260612100410-17-742250/breaking-news-ihsg-melesat-202-balik-ke-6000
  • https://id.tradingview.com/news/kontan:f50899e1287ea:0/

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

IHSG Rebound 2% ke Level 6.000, Sentimen Damai AS-Iran dan Reli Bursa Asia Dorong Penguatan - Ajaib