Ditopang Sentimen Positif, Rights Issue Jumbo CBRE Ditargetkan Rampung Juni 2026
Salsabilla•June 11, 2026

Sentimen positif kembali menyelimuti pasar modal Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan selama dua hari perdagangan berturut-turut. Pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, IHSG ditutup naik 2,71% atau bertambah 155 poin ke level 5.902, melanjutkan reli yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penguatan pasar tersebut didorong respons positif pelaku pasar terhadap berbagai kebijakan pemerintah serta langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia. Kondisi ini turut meningkatkan optimisme terhadap sejumlah aksi korporasi yang tengah berlangsung, termasuk rights issue PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE).
Sentimen Positif Minerba Perkuat Optimisme Pasar
Beberapa sentimen positif dari sektor pertambangan menjadi salah satu pendorong membaiknya kepercayaan investor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa skema gross split hanya berlaku untuk sektor minyak dan gas bumi, sehingga tidak berdampak terhadap sektor mineral dan batu bara.
Kepastian regulasi tersebut dinilai memberikan ruang yang lebih jelas bagi pelaku industri dalam menyusun strategi bisnis jangka panjang. Selain itu, munculnya potensi relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara juga menjadi katalis positif yang berpotensi meningkatkan fleksibilitas operasional perusahaan tambang.
CBRE Fokus Menuntaskan Rights Issue
Sejalan dengan membaiknya kondisi pasar, saham CBRE juga mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan terbaru, saham CBRE naik 3,70% ke level Rp700 per saham setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat kondisi pasar.
Direktur Utama CBRE, Suminto, menyampaikan bahwa manajemen saat ini fokus menyelesaikan seluruh tahapan rights issue bersama regulator. Menurutnya, kombinasi antara kondisi pasar yang membaik dan sentimen positif di sektor pertambangan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Menunggu Pernyataan Efektif OJK
Dari sisi proses, Perseroan saat ini masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rights issue CBRE menggunakan laporan keuangan dengan posisi Desember sebagai dasar pelaksanaan aksi korporasi tersebut. Berdasarkan perhitungan Perseroan, apabila mengacu pada penggunaan buku Desember, proses rights issue ditargetkan dapat rampung pada Juni 2026. Jika pernyataan efektif dari OJK diterbitkan dalam waktu dekat, maka aksi korporasi ini berpotensi menjadi salah satu rights issue jumbo pertama yang terealisasi pada tahun 2026.
Momentum penguatan IHSG dalam dua hari terakhir juga dinilai menjadi sinyal membaiknya kepercayaan investor terhadap pasar domestik. Dalam kondisi tersebut, manajemen CBRE tetap optimistis rights issue dapat terlaksana sesuai rencana dan memperoleh respons positif dari para pemegang saham.
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Pergerakan IHSG, aksi korporasi seperti rights issue, hingga perkembangan sektor pertambangan menjadi informasi penting yang dapat membantu kamu memahami dinamika pasar saham. Dengan akses informasi dan fitur investasi yang tepat, kamu bisa mengikuti berbagai peluang di pasar modal secara lebih praktis. Mulai perjalanan investasi saham kamu bersama Ajaib dan nikmati kemudahan bertransaksi saham, memantau pergerakan pasar, serta mengakses berbagai informasi emiten dalam satu aplikasi. Download Ajaib sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: https://emitennews.com/news/hajatan-cbre-makin-dekat-jadi-right-issue-jumbo-pertama-2026
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
