IHSG Melonjak 7,57% Usai BI Naikkan Suku Bunga, Ini Pemicunya!
Salsabilla•June 11, 2026

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,50% biasanya dipandang sebagai sentimen yang kurang positif bagi pasar saham. Secara teori, suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pendanaan perusahaan, memperlambat aktivitas ekonomi, dan membuat instrumen pendapatan tetap seperti deposito maupun obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan saham.
Namun yang terjadi kali ini justru berbeda. Setelah Bank Indonesia mengumumkan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melonjak 404 poin atau 7,57% ke level 5.747. Penguatan tersebut menjadi salah satu reli harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir setelah pasar sebelumnya mengalami tekanan akibat aksi jual yang cukup besar.
Stabilitas Rupiah Jadi Alasan Utama Pasar Menyambut Positif
Alih-alih melihat kenaikan suku bunga sebagai ancaman, pelaku pasar menilai langkah BI sebagai upaya strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pada hari yang sama, rupiah juga menguat 129,50 poin atau 0,71% ke level Rp18.058 per dolar AS di pasar spot.
Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik. Dengan suku bunga yang lebih tinggi, aset keuangan Indonesia menjadi lebih menarik bagi investor global sehingga berpotensi membantu menjaga arus modal dan mengurangi tekanan terhadap rupiah.
| Indikator | Pergerakan |
|---|---|
| BI Rate | Naik 25 bps menjadi 5,50% |
| IHSG | Naik 404 poin (+7,57%) ke 5.747 |
| Rupiah | Menguat 0,71% ke Rp18.058 per dolar AS |
Pasar menilai kebijakan ini sebagai sinyal bahwa otoritas moneter tetap proaktif dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang domestik.
Faktor yang Membuat IHSG Tetap Menguat
Terdapat beberapa alasan mengapa kenaikan suku bunga kali ini justru direspons positif oleh pasar saham:
- Menjaga nilai tukar rupiah: Kenaikan suku bunga membantu mengurangi tekanan terhadap rupiah yang sebelumnya menjadi salah satu kekhawatiran terbesar investor.
- Meningkatkan daya tarik aset domestik: Imbal hasil yang lebih tinggi dapat menarik minat investor asing untuk menempatkan dana di Indonesia.
- Mengurangi risiko outflow: Stabilitas rupiah dinilai mampu menahan potensi keluarnya modal asing secara besar-besaran dari pasar saham.
- Meningkatkan kepercayaan pasar: Langkah BI dipandang sebagai bentuk komitmen menjaga kondisi pasar keuangan tetap kondusif.
Meski secara teori suku bunga yang lebih tinggi dapat membebani kinerja perusahaan, pasar saat ini lebih fokus pada manfaat jangka pendek berupa stabilitas ekonomi dan nilai tukar. Karena itu, respons awal investor terhadap kebijakan BI cenderung positif.
Investor Asing Masih Net Sell, Tetapi Ada Saham yang Diakumulasi
Di balik reli tajam IHSG, investor asing sebenarnya masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp2,58 triliun. Tekanan jual terbesar terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama indeks.
Berikut saham dengan nilai net sell terbesar:
Sementara itu, investor asing juga melakukan akumulasi pada beberapa saham tertentu, antara lain:
- GOTO: net buy Rp26 miliar
- TINS: net buy Rp11 miliar
- PTRO: net buy Rp10 miliar
- RAJA: net buy Rp8 miliar
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun masih terdapat aksi jual pada saham-saham besar, pasar secara keseluruhan tetap merespons positif langkah BI dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Dampak Kenaikan Suku Bunga Belum Sepenuhnya Terlihat
Meski sentimen pasar saat ini positif, dampak penuh kenaikan BI Rate sepanjang 2026 dinilai belum sepenuhnya tercermin pada pasar saham. Hingga saat ini, BI telah menaikkan suku bunga total 75 bps sepanjang tahun berjalan. Transmisi kebijakan moneter ke sektor riil umumnya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan. Dalam periode tersebut, pasar akan mulai melihat pengaruh kenaikan suku bunga terhadap pertumbuhan kredit, ekspansi bisnis, konsumsi masyarakat, serta kinerja keuangan emiten.
Karena itu, respons positif IHSG saat ini lebih mencerminkan apresiasi pasar terhadap langkah BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Sementara dampak terhadap aktivitas ekonomi dan profitabilitas perusahaan masih akan terlihat secara bertahap dalam beberapa kuartal mendatang.
Mulai Investasi Saham dengan Mudah di Ajaib
Memahami faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG dapat membantu kamu mengambil keputusan yang lebih terukur saat berinvestasi. Perubahan suku bunga, pergerakan rupiah, hingga arus dana asing merupakan sejumlah indikator yang sering menjadi perhatian pelaku pasar. Untuk memantau perkembangan pasar dan memulai investasi saham, kamu bisa menggunakan aplikasi Ajaib yang menyediakan akses ke berbagai saham di Bursa Efek Indonesia secara praktis. Download Ajaib sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/06/10/055322526/mengapa-ihsg-melesat-usai-bi-naikkan-suku-bunga-acuan-ini-kata-analis?page=all
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
