Ajaib
Menu

Berita

Usai Kenaikan BI Rate, Investor Asing Borong SRBI dan SBN, Rupiah Kembali Menguat!

SalsabillaJune 12, 2026

Usai Kenaikan BI Rate, Investor Asing Borong SRBI dan SBN, Rupiah Kembali Menguat!

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik setelah kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026. Kebijakan yang diumumkan di luar jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan tersebut mendapat respons positif dari investor asing, terutama pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). Masuknya kembali dana asing turut memberikan dukungan terhadap nilai tukar rupiah yang dalam beberapa hari terakhir menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, rupiah kembali bergerak di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS setelah sebelumnya sempat berada di atas level tersebut.

Dana Asing Kembali Masuk ke SRBI dan SBN

Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, penguatan bauran kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia menjadi faktor yang meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik di mata investor global.

Berikut perkembangan aliran dana asing pasca kenaikan BI Rate:

InstrumenPerkembangan
SRBIAliran dana asing meningkat setelah lelang SRBI pada 10 Juni 2026
SBNInvestor asing kembali melakukan pembelian terutama pada tenor pendek dan menengah
BI RateNaik menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026
Imbal HasilYield SRBI dan SBN mengalami penguatan sehingga lebih menarik bagi investor

BI menilai kenaikan suku bunga yang diikuti peningkatan imbal hasil instrumen domestik berhasil meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah. Kondisi tersebut mendorong investor asing kembali menempatkan dana di pasar keuangan Indonesia.

Rupiah Menguat Kembali ke Bawah Rp18.000 per Dolar AS

Arus masuk modal asing memberikan sentimen positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, dolar AS berada di level Rp17.957. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan dolar AS sebesar 31 poin atau sekitar 0,17% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Dengan demikian, rupiah kembali bergerak di bawah level Rp18.000 per dolar AS, yang selama beberapa waktu terakhir menjadi salah satu level yang banyak diperhatikan pelaku pasar.

Beberapa faktor yang mendukung penguatan rupiah antara lain:

  • Kenaikan BI Rate menjadi 5,50%
    • Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik aset rupiah bagi investor global.
  • Meningkatnya minat investor asing pada SRBI
    • Instrumen ini menawarkan imbal hasil yang kompetitif dengan risiko relatif rendah.
  • Kembalinya pembelian asing pada pasar SBN
    • Terutama pada tenor pendek dan menengah yang dinilai menarik di tengah kondisi pasar global.
  • Penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia
    • Kebijakan moneter dan stabilisasi pasar berjalan secara bersamaan untuk menjaga kepercayaan investor.

BI Siapkan Langkah Stabilisasi Rupiah

Bank Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global maupun domestik guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan daya tarik instrumen keuangan domestik. Selain menjaga kebijakan suku bunga, BI juga akan mengoptimalkan berbagai instrumen stabilisasi nilai tukar. Langkah tersebut dilakukan secara konsisten dan terukur agar pergerakan rupiah tetap sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Beberapa instrumen yang akan terus digunakan BI meliputi:

  • Intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.
  • Transaksi spot di pasar valuta asing domestik.
  • Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
  • Optimalisasi bauran kebijakan moneter dan stabilitas pasar keuangan.

Melalui kombinasi kebijakan tersebut, BI berharap aliran modal asing dapat terus terjaga sehingga mendukung stabilitas pasar keuangan nasional sekaligus menjaga pergerakan rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

Ingin Mulai Investasi Saham di Tengah Dinamika Rupiah?

Pergerakan rupiah, suku bunga, dan aliran modal asing merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi sentimen pasar saham. Dengan memahami perkembangan makroekonomi seperti kebijakan Bank Indonesia dan arus dana asing, kamu dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih terinformasi. Untuk memantau pergerakan pasar dan mulai investasi saham secara mudah, kamu bisa menggunakan Ajaib. Nikmati berbagai fitur investasi yang membantu kamu mengakses pasar modal secara praktis. Mulai perjalanan investasi kamu bersama Ajaib!

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: https://finance.detik.com/moneter/d-8528812/usai-bi-rate-naik-asing-serbu-ri-rupiah-menguat

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Usai Kenaikan BI Rate, Investor Asing Borong SRBI dan SBN, Rupiah Kembali Menguat! - Ajaib