Ajaib
Menu

Berita

Danantara Siapkan Buyback Saham Himbara, Apa Tujuannya dan Dampaknya bagi Investor?

TikaJune 12, 2026

danantara

Key Takeaways

  • Danantara berencana membeli kembali saham bank-bank Himbara yang dinilai diperdagangkan di bawah nilai fundamentalnya.
  • Pemerintah menilai kinerja bank-bank BUMN masih solid, ditopang pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang positif.
  • Buyback diposisikan sebagai strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar upaya menopang harga saham.

Danantara Perkuat Rencana Buyback Saham Bank-Bank Himbara

PT Danantara Indonesia berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini muncul di tengah tekanan yang terjadi pada sejumlah saham perbankan BUMN meskipun kinerja operasional dan fundamental perusahaan dinilai masih kuat.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada penilaian bahwa harga saham sejumlah bank pelat merah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.

Menurutnya, buyback merupakan langkah yang wajar ketika saham diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Dalam kondisi seperti itu, pemilik perusahaan atau pemegang saham pengendali biasanya melihat peluang untuk meningkatkan kepemilikan pada aset yang dinilai masih memiliki prospek jangka panjang yang baik.

Dony menegaskan bahwa sektor perbankan BUMN saat ini berada dalam kondisi yang sehat dan memiliki fondasi bisnis yang kuat, sehingga penurunan harga saham yang terjadi di pasar dianggap tidak sejalan dengan performa perusahaan.

Fundamental Himbara Dinilai Tetap Solid

Optimisme terhadap sektor perbankan BUMN juga didukung oleh sejumlah indikator kinerja yang masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyebut pertumbuhan kredit bank-bank Himbara masih berada di kisaran 20%. Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) juga disebut tumbuh sekitar 20% hingga 30%, sementara rasio loan to deposit ratio (LDR) berada pada level yang relatif sehat, yakni sekitar 88% hingga 90%.

Indikator tersebut menunjukkan bahwa aktivitas intermediasi perbankan masih berjalan baik dan likuiditas sektor perbankan tetap terjaga.

Selain sektor perbankan, Danantara juga melihat fenomena undervaluation terjadi pada beberapa emiten infrastruktur nasional. Menurut Dony, sejumlah perusahaan dengan kinerja operasional yang kuat masih diperdagangkan pada valuasi yang dinilai belum mencerminkan prospek bisnis mereka.

Karena itu, langkah buyback dipandang sebagai peluang investasi untuk mengakumulasi aset berkualitas pada harga yang lebih menarik.

Buyback Jadi Sinyal Kepercayaan terhadap Prospek Jangka Panjang

Rencana buyback saham Himbara juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai buyback telah dilakukan bersama Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, dan sejumlah bank anggota Himbara.

Pemerintah menilai kondisi industri perbankan nasional masih cukup kuat untuk mendukung langkah tersebut. Dalam perspektif investasi, buyback sering dianggap sebagai sinyal bahwa manajemen atau pemegang saham utama memiliki keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Ketika saham dibeli kembali saat harga berada di bawah nilai wajarnya, langkah tersebut dapat meningkatkan efisiensi penggunaan modal sekaligus memberikan potensi nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Meski demikian, kebijakan ini juga memunculkan diskusi mengenai peran institusi negara dalam pasar modal. Sebagian pelaku pasar mempertanyakan sejauh mana intervensi diperlukan untuk merespons pelemahan harga saham.

Pemerintah menegaskan bahwa buyback bukan ditujukan semata-mata untuk menopang harga saham dalam jangka pendek. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang yang berlandaskan pada penilaian terhadap fundamental dan prospek bisnis perusahaan.

Apa Arti Buyback Saham bagi Investor?

Bagi investor, aksi buyback umumnya dipandang sebagai sinyal positif karena menunjukkan keyakinan pemegang saham utama terhadap nilai perusahaan. Ketika perusahaan atau pemegang saham pengendali membeli kembali saham di pasar, hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa saham dinilai berada di bawah nilai wajarnya (undervalued).

Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan faktor lain seperti kondisi makroekonomi, prospek industri, kualitas laba, hingga strategi bisnis masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Pada akhirnya, keberhasilan strategi buyback akan bergantung pada kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan kinerja dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Baca juga: Daftar Saham Murah dengan Fundamental Menarik di Tahun 2026

Investasi dan Trading Saham di Ajaib

Ingin memanfaatkan peluang dari saham-saham perbankan dan BUMN yang sedang menjadi perhatian pasar? Investasi dan trading saham lebih mudah melalui Ajaib.

Pantau pergerakan harga saham secara real-time, akses riset dan analisis pasar, serta bangun portofolio investasi sesuai tujuan finansialmu langsung dari satu aplikasi. Mulai investasi saham di Ajaib sekarang dan temukan peluang dari emiten-emiten unggulan Indonesia.

Google Play StoreApple App Store

Sumber:
https://afu.id/ekonomi/danantara-buyback-saham-bank-bumn-pemerintah-klaim-fundamental-tetap-kuat
https://investortrust.id/market/106002/fundamental-prima-danantara-nilai-saat-ini-momentum-tepat-buyback-saham-bank-himbara

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Danantara Siapkan Buyback Saham Himbara, Apa Tujuannya dan Dampaknya bagi Investor? - Ajaib