Daftar Saham Murah dengan Fundamental Menarik di Tahun 2026
Sarifa•June 8, 2026

Baru-baru ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh level terendah di kisaran 5.342, tertekan aksi jual di berbagai sektor. Banyak investor pemula mulai melirik saham dengan harga per lembar yang terjangkau, namun sayangnya tak sedikit yang justru terjebak dalam “value trap”. Oleh karena itu, memahami indikator saham yang tepat menjadi penting, mengingat lebih dari separuh saham di bawah harga Rp200 di BEI menunjukkan tanda-tanda kesulitan finansial (bukan sekadar murah). Artikel ini akan membantumu membedakan antara saham murah berkualitas vs perangkap nilai, dan menyoroti saham-saham dari berbagai sektor yang berpotensi bangkit dari tekanan makro ekonomi saat ini.
Apa yang Dimaksud Saham Harga Terjangkau Berpotensi?
Penting untuk membedakan antara “murah secara harga per lembar” dengan “murah secara valuasi” (undervalued). Saham dengan harga Rp100 per lembar bisa jauh lebih “mahal” daripada saham harga Rp5.000 jika rasio PER-nya lebih tinggi.
Fokus kita hari ini adalah kombinasi keduanya: harga per lembar yang terjangkau dan valuasi yang belum diapresiasi pasar. Metrik utama yang akan kita gunakan meliputi PER (Price to Earnings Ratio), PBV (Price to Book Value), ROE (Return on Equity), DER (Debt to Equity Ratio), dan dividend yield. Semua data ini bisa diakses secara gratis di situs resmi BEI atau aplikasi investasi saham seperti Ajaib.
Kenapa Saham Murah Berpotensi Menarik untuk Dikoleksi?
Ada tiga alasan mengapa saham harga murah dengan fundamental oke layak masuk radar:
- Modal awal lebih kecil: Kamu bisa diversifikasi ke lebih banyak lot. Jangan lupa selalu terapkan diversifikasi saham agar risiko tidak terkonsentrasi.
- Potensi upside lebih besar: Ketika pasar mulai apresiasi fundamental, kenaikannya bisa signifikan.
- Dividen yield kompetitif: Beberapa emiten BUMN atau sektor defensif menawarkan dividen besar. Contohnya, BBRI sempat membagikan yield 8–9%, dan PGAS di kisaran 9–10% (berdasarkan data analis 2026).
Bedanya Saham Undervalued dan Value Trap
Ini adalah bagian paling krusial. Jangan sampai tergiur harga murah tanpa mengecek fundamental!
| Saham Undervalued (Berkualitas) | Value Trap (Jebakan) |
|---|---|
| Harga turun karena sentimen, tapi fundamental masih solid. | Harga murah karena memang kinerja bisnisnya buruk. |
| Tren laba 3–5 tahun cenderung naik atau stabil. | Laba dan pendapatan terus turun 3 tahun berturut-turut. |
| Arus kas bebas (FCF) positif. | Arus kas negatif dan DER tinggi. |
| Ada katalis pertumbuhan (penurunan suku bunga, ekspansi). | Tidak ada dividen dalam 3 tahun terakhir. |
| Manajemen punya rekam jejak baik. | Bisnis kehilangan relevansi atau daya saing. |
Jadi, waspadalah jika hanya melihat PER dan PBV rendah tanpa kombinasi analisis lain.
Indikator Kunci untuk Menyaring Saham Murah Berkualitas
Gunakan tabel 5 indikator utama berikut untuk screening awal:
| Indikator | Acuan Minimal |
|---|---|
| PER | Bandingkan dengan rata-rata sektor, jangan absolut. |
| PBV | Di bawah 1 bisa menarik jika ROE masih kuat. |
| ROE | Minimal 10% sebagai batas bawah fundamental sehat. |
| DER | Idealnya di bawah 1x untuk non-bank. |
| Dividend Yield | Positif menunjukkan perusahaan menghasilkan kas nyata. |
Data ini bisa kamu pantau secara real-time di aplikasi, sehingga kamu bisa melihat peluang lebih cepat.
Pilihan Saham Harga Terjangkau yang Layak Diperhatikan di Mei–Juni 2026
Berikut beberapa sektor dengan potensi cerah di tengah gejolak:
1. Saham Perbankan: Tekanan Sementara, Fundamental Solid
Sektor ini sempat tertekan, tetapi fundamental bank-bank besar tetap solid.
- BBRI: Harga di kisaran Rp2.950–3.000 (per awal Juni 2026), turun sekitar 52% dari puncaknya. Namun laba bersih kuartal I/2026 tetap solid dengan pertumbuhan 13,73% YoY menjadi sekitar Rp15,49 triliun (pendapatan naik 5,94% menjadi Rp52,83 triliun). Analis mematok target harga 12 bulan rata-rata di Rp4.067, dengan rekomendasi beli dari OCBC Sekuritas di Rp4.500 dan Kiwoom di Rp4.620. Katalisnya adalah penurunan suku bunga BI yang diperkirakan positif untuk NIM dan pertumbuhan kredit.
- BRIS: Saham perbankan syariah ini mencatatkan laba kuartal I/2026 sebesar Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1% YoY, dan pendapatan naik 18% jadi Rp6,48 triliun. Momentumnya masih kuat dengan RSI di 60 dan KB Valbury Sekuritas mempertahankan target harga Rp3.670 (P/B 2,8x) dengan rekomendasi buy.
2. Saham Energi & Pertambangan: Didorong Harga Komoditas Global
- BRMS: Emiten tambang emas ini membukukan laba bersih kuartal I/2026 sebesar US$17,5 juta, naik 21,3% YoY, didorong oleh kenaikan harga emas. Analis rata-rata mematok target harga Rp1.171, artinya ada potensi kenaikan sekitar 35-36% dari level harga terbaru.
- PTBA: Saham energi ini mencatatkan lonjakan laba bersih 105% YoY (menjadi Rp801,79 miliar) di kuartal I/2026. Laba bruto juga naik 47% menjadi Rp1,54 triliun. Performa ini terjadi di tengah tekanan harga batu bara global, yang menunjukkan efisiensi internal perusahaan yang kuat.
3. Saham Telekomunikasi & Consumer: Pilihan Defensif Berbuah Dividen
- TLKM: Salah satu saham konsumen primer di sektor telekomunikasi. Selain defensif, baru-baru ini memutuskan membagikan dividen jumbo Rp21,9 triliun atau 123% dari laba bersih 2025. Nilai dividen ini setara dengan sekitar Rp221 per saham dengan jadwal pembayaran paling lambat 10 Juli 2026 bagi investor yang tercatat dalam DPS pada 19 Juni 2026. Ini adalah bentuk nyata dari perusahaan yang menghasilkan kas berlebih.
- PGAS: Emiten gas negara ini melaporkan laba bersih kuartal I/2026 yang membaik dengan pertumbuhan 31,43% YoY menjadi US$90,45 juta. RUPST juga menyetujui dividen sebesar Rp125,6 per saham atau setara dengan 80% dari laba bersih tahun buku 2025. Pendapatan dividen yield yang tinggi (sekitar 10,1%) membuatnya menarik bagi investor yang mencari arus kas.
Cara Mudah Mulai Menyaring Saham Murah Berpotensi
Lakukan langkah-langkah berikut secara berurutan:
- Tentukan sektor yang kamu pahami (jangan membabi buta).
- Cek harga vs PER dan PBV di rata-rata sektornya.
- Lihat tren laba 3 tahun terakhir (naik/turun/stabil).
- Periksa DER dan arus kas bebas.
- Cari katalis nyata (bukan karena harga sudah turun).
- Lakukan diversifikasi saham; jangan all-in di satu emiten.
Semua data fundamental ini bisa diakses praktis lewat genggaman melalui aplikasi investasi modern, termasuk platform yang menyediakan informasi real-time.
Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli Saham Murah
Hindari kekecewaan dengan memahami tiga risiko utama saham harga murah:
- Likuiditas rendah — Saham tertentu volumenya tipis. Hati-hati, bisa susah dijual saat kamu butuh dana.
- Rentan sentimen negatif — Satu berita buruk bisa berdampak besar secara persentase.
- Potensi delisting — Terutama saham-saham di papan pengembangan dengan fundamental lemah. Selalu cek status dan riwayat perusahaan.
Selalu lakukan manajemen risiko: tentukan cut loss sebelum masuk, dan jangan gunakan dana yang tidak bisa kamu tanggung jika rugi.
Perbedaan Saham Murah dan Saham Undervalued
Saham murah = harga nominal per lembar rendah. Saham undervalued = harga di bawah nilai intrinsik perusahaannya. Sebuah saham bisa sekaligus murah dan undervalued (itulah yang kita incar), tapi bisa juga harga rendah karena kinerja bisnisnya memang sedang memburuk (value trap). Perbedaan ini sangat krusial untuk menentukan langkah investasimu.
Temukan Berbagai Saham Potensial dari Berbagai Sektor di Ajaib
Investasi di saham harga terjangkau bukan soal nekat beli yang paling murah, melainkan soal jeli melihat nilai yang belum diapresiasi pasar. Dengan memahami indikator fundamental yang tepat, seperti PER, PBV, ROE, dan DER, serta selalu menerapkan diversifikasi portofolio, peluang meraih hasil optimal tetap terbuka lebar meski dengan modal awal terbatas. Apalagi saat ini banyak saham dengan fundamental oke yang sedang “diskon”, sehingga memberikan peluang masuk di harga menarik.
Mulai sekarang, yuk, kelola portofolio investasi saham dan reksa dana kamu lebih terarah dan mudah di Ajaib. Aplikasi ini menyediakan data fundamental real-time dan berbagai pilihan emiten dari berbagai sektor yang bisa diakses dalam satu genggaman. Download aplikasi Ajaib sekarang dan mulai perjalanan investasi cerdasmu!
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!