Ajaib
Menu

Saham

Daftar Saham Konsumen Primer dan Non Primer 2026, Cek Listnya!

SarifaMarch 4, 2026

barang konsumen non primer

Pernahkah Kamu memperhatikan bahwa saat ekonomi sedang lesu, orang tetap membeli beras, sabun, dan mi instan? Tapi di saat yang sama, mereka mungkin menunda beli baju baru atau ganti smartphone. Fenomena ini mencerminkan perbedaan mendasar dalam saham sektor konsumen. Sektor konsumen adalah kelompok saham perusahaan yang produknya langsung dikonsumsi masyarakat, dan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sektor ini dibagi menjadi dua: konsumen primer (barang kebutuhan pokok) dan konsumen non primer (barang sekunder/hiburan) . Artikel ini akan membahas daftar saham konsumen 2026, karakteristiknya, serta faktor yang memengaruhi kinerjanya. Simak baik-baik ya!

Apa Itu Saham Sektor Konsumen?

Saham sektor konsumen adalah saham perusahaan yang bergerak di bidang barang dan jasa yang dikonsumsi langsung oleh masyarakat . Di BEI, sektor ini terbagi menjadi dua kategori utama:

  • Consumer Non-Cyclicals (Primer): Barang kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, dan produk rumah tangga. Permintaannya cenderung stabil meski ekonomi lagi krisis.
  • Consumer Cyclicals (Non Primer): Barang sekunder seperti fashion, elektronik, dan otomotif. Penjualannya sangat tergantung pada daya beli dan kondisi ekonomi .

Sektor ini berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, yang mencakup lebih dari 55% aktivitas ekonomi Indonesia .

Perbedaan Saham Konsumen Primer dan Non Primer

Biar lebih jelas, yuk lihat tabel perbandingan berikut:

Aspek PerbedaanKonsumen Primer (Non-Cyclical)Konsumen Non Primer (Cyclical)
Jenis ProdukMakanan, minuman, rokok, produk kebersihan Fashion, elektronik, otomotif, properti konsumen 
Stabilitas PendapatanSangat stabil, kebutuhan sehari-hariFluktuatif, tergantung daya beli
Sensitivitas EkonomiRendah, tetap laku saat krisisTinggi, lesu saat ekonomi melambat
Ketahanan Saat KrisisTinggi (defensif)Rendah (siklikal)

Daftar Saham Konsumen Primer 2026

Berikut adalah beberapa emiten konsumen primer yang bisa Kamu pantau di 2026:

MYOR

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) bergerak di industri pengolahan makanan dan minuman dengan merek-merek terkenal seperti Kopiko, Beng-Beng, dan Torabika . Produknya sudah menembus pasar ekspor, terutama Asia. Kinerja MYOR didukung oleh permintaan yang stabil baik domestik maupun internasional. Potensi MYOR ke depan didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah yang diprediksi meningkatkan permintaan produk makanan ringan .

UNVR

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) adalah pemimpin pasar produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods), memproduksi dan mendistribusikan makanan, minuman, produk rumah tangga, serta perawatan diri . Meski sempat tertinggal kinerjanya di 2025 akibat tekanan biaya , UNVR tetap memiliki daya tarik dividen yang stabil. Potensi UNVR terletak pada portofolio merek kuat dan jaringan distribusi luas.

JPFA

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) bergerak di bidang produksi produk hewani, termasuk pakan ternak, ayam pedaging, dan makanan olahan . Kinerja JPFA dipengaruhi oleh harga komoditas pakan dan permintaan daging ayam. Potensi JPFA cukup cerah dengan adanya program MBG yang meningkatkan permintaan protein hewani . Analis merekomendasikan JPFA dengan target harga Rp2.330 per saham hingga akhir tahun .

CMRY

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) bergerak di bidang makanan dan minuman olahan, khususnya produk susu dan daging olahan. Perusahaan ini memiliki merek-merek terkenal seperti Cimory. Kinerja CMRY didukung oleh tren konsumsi produk sehat dan olahan susu yang terus meningkat. Potensi CMRY juga didorong oleh momentum Lebaran yang biasanya meningkatkan penjualan produk susu .

Bagaimana kinerja saham primer saat krisis?

Sektor konsumen primer relatif lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi. Buktinya, saat IHSG sempat tertekan pada awal Maret 2026, sektor konsumer primer justru mencatat penguatan tertinggi sebesar 4,42%  hingga 4,69% . Namun, sektor ini tetap terdampak tekanan margin akibat inflasi dan pelemahan rupiah yang menaikkan biaya bahan baku impor .

Daftar Saham Konsumen Non Primer 2026

Berikut saham-saham consumer cyclical yang perlu Kamu pantau:

MAPI

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bergerak di bidang gaya hidup, olahraga, dan F&B dengan mengelola merek-merek global seperti Zara, Starbucks, dan Skechers . Kinerja MAPI ditopang oleh portofolio merek internasional dan penetrasi pasar yang agresif. Pada Oktober 2025, saham MAPI naik signifikan 5,49% . Potensi MAPI didorong oleh peningkatan belanja kelas menengah atas saat momentum Lebaran dan tren gaya hidup sehat .

ERAA

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) bergerak di bidang ritel elektronik, terutama distribusi smartphone, tablet, dan aksesoris . Kinerja ERAA dipengaruhi oleh siklus peluncuran produk baru dan daya beli masyarakat. Menariknya, pembelian elektronik justru melesat di tengah kondisi ekonomi sulit, mungkin karena kebutuhan work-from-home atau gaya hidup . Potensi ERAA terletak pada pertumbuhan ekosistem digital dan kebutuhan gadget yang terus meningkat.

LPPF

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bergerak di bidang ritel melalui department store yang menjual produk pakaian, aksesoris, tas, sepatu, dan kosmetik . Setelah terpukul pandemi, LPPF berbenah melalui transformasi omnichannel . Pada Oktober 2025, saham LPPF diperdagangkan di kisaran Rp1.690 . Potensi LPPF bergantung pada pemulihan konsumsi kelas menengah dan strategi digitalisasi.

Kapan saham non primer biasanya menguat?

Sektor konsumen non primer cenderung tumbuh saat ekonomi ekspansif, suku bunga rendah, dan daya beli meningkat. Momentum musiman seperti pencairan THR Lebaran juga menjadi katalis positif, karena masyarakat cenderung membelanjakan sebagian THR untuk fashion dan gaya hidup .

Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Saham Sektor Konsumen

Beberapa faktor penting yang memengaruhi kinerja saham konsumen:

  1. Inflasi: Inflasi dapat menekan daya beli dan margin laba, terutama jika perusahaan tidak memiliki pricing power yang kuat .
  2. Suku bunga: Suku bunga tinggi menekan konsumsi kredit, terutama untuk barang non primer.
  3. Pertumbuhan ekonomi: Ekonomi tumbuh = daya beli naik = sektor konsumen untung.
  4. Kebijakan pemerintah: Program seperti MBG dan stimulus ekonomi 8+4+5 menjadi katalis positif .
  5. Momentum musiman: Lebaran dan Natal selalu mendongkrak penjualan ritel dan FMCG .

Bagaimana pengaruh inflasi terhadap sektor konsumen?

Inflasi bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, inflasi menaikkan harga jual produk. Di sisi lain, inflasi menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya bahan baku. Emiten dengan pricing power kuat seperti ICBP dan MYOR lebih mampu meneruskan kenaikan biaya ke konsumen . Sebaliknya, emiten tanpa kekuatan merek bisa terjepit marginnya.

Potensi dan Risiko Saham Sektor Konsumen

Potensi:

  • Populasi besar: Indonesia punya pasar domestik raksasa.
  • Kelas menengah meningkat: Meski sempat lesu, kelas menengah tetap jadi penopang konsumsi.
  • Ketahanan saat krisis: Produk primer tetap laku meski ekonomi sulit .

Risiko:

  • Fluktuasi harga bahan baku: Nilai tukar rupiah dan harga komoditas global memengaruhi biaya produksi .
  • Perlambatan konsumsi: Daya beli yang lesu bisa menekan penjualan .
  • Persaingan ketat: Margin keuntungan di ritel sangat kompetitif .

Mulai Investasi Saham Sektor Konsumen Secara Tepat

Memahami karakteristik saham konsumen adalah kunci sebelum mengambil keputusan investasi saham. Apakah Kamu tipe investor yang mencari stabilitas dan dividen? Maka saham primer seperti UNVR atau MYOR bisa jadi pilihan. Apakah Kamu lebih suka pertumbuhan tinggi dengan risiko lebih besar? Maka consumer cyclical seperti MAPI atau ERAA layak dilirik.

Yang terpenting, jangan lupa diversifikasi dan pantau faktor-faktor seperti inflasi, suku bunga, dan kebijakan pemerintah. Dengan memahami risiko dan potensi sektor ini, Kamu bisa menyusun strategi investasi yang lebih terarah.

Siap memulai perjalanan investasimu? Yuk, mulai investasi saham sektor konsumen melalui platform Ajaib yang menyediakan akses mudah, fitur analisis teknikal dan fundamental, serta pemantauan portofolio real-time. Dengan Ajaib, Kamu bisa mengeksekusi transaksi dengan mudah sesuai profil risiko dan tujuan finansial. Ingat, investasi yang cerdas dimulai dari pemahaman yang tepat!

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!