
CMRY
Cisarua Mountain Dairy Tbk.
Primer
Day Trading
Trading Limit

Cisarua Mountain Dairy Tbk.
Primer
Day Trading
Trading Limit
Laporan keuangan kuartal 3 CMRY telah terbit. CMRY berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.964.345.000.000 pada kuartal ini. Pendapatan ini naik 21.00% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.623.602.000.000. Pada kuartal ini CMRY meraup profit sebesar Rp344.595.000.000, total profit ini naik 16.00% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp297.455.000.000. Dengan total pendapatan dan profit CMRY pada kuartal ini, CMRY mencatat profit margin sebesar 0.17% atau lebih kecil dari tahun lalu yang sebesar 0.18%.
Analisis Fibonacci Retracement pada $CMRY Dalam technical analysis, Fibonacci Retracement bisa membantu kita memprediksi potensi pembalikan harga. Melihat data $CMRY , titik tertinggi ada di 5000 dan terendah di 4540 selama periode tersebut. Menggunakan level Fibonacci, kita tentukan level kunci, misal di 4700, 4800, dan 4900. Perhatikan pergerakan di area ini Tetap peduli risiko, selalu gunakan stop-loss untuk melindungi investasi kita.
Analisis Saham CMRY Setelah Lepasnya Kepemilikan Saham oleh Komisaris Dalam beberapa waktu terakhir, saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk ($CMRY ) menjadi sorotan setelah komisaris perusahaan, Wenzel Sutantio, melepas sebagian kepemilikannya. Dari laporan terbaru, Wenzel menjual lebih dari 8 juta saham pada harga Rp5.500 per saham, menghasilkan total transaksi sebesar Rp45,06 miliar. Langkah ini membuat kepemilikan Wenzel dalam $CMRY berkurang dari 7,18% menjadi 7,08%. Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa harga penjualan jauh lebih tinggi dari harga penawaran awal (IPO) pada Rp3.080 yang dilakukan pada Desember 2021. Fakta ini menandakan bahwa saham CMRY telah mengalami kenaikan harga sebesar 78,57% sejak IPO. Dari sisi fundamental, kinerja keuangan $CMRY menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pada periode laporan keuangan terakhir, $CMRY mencatat laba bersih Rp1,15 triliun, naik 19,56% secara tahunan per September 2024. Pendapatan perusahaan juga naik 15,58% yoy menjadi Rp6,63 triliun. Salah satu hal yang menonjol adalah bahwa kenaikan beban pokok penjualan hanya sebesar 8,47% yoy, lebih lambat dibandingkan kenaikan pendapatan. Hal ini menunjukkan efisiensi operasional $CMRY yang berkontribusi pada pertumbuhan laba usaha sebesar 22,12% yoy. Untuk investor yang mempertimbangkan $CMRY, faktor fundamental perusahaan yang kuat menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, mengingat adanya aksi jual oleh salah satu internal perusahaan, penting untuk tetap berwaspada terhadap kemungkinan adanya penyesuaian harga pasar dalam jangka pendek. Strategi terbaik adalah memantau perkembangan pasar dan laporan keuangan berikutnya untuk memastikan titik masuk yang tepat. Jika $CMRY berhasil mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba, saham ini dapat menjadi pilihan menarik untuk portofolio jangka panjang.
Analisis Teknis Saham $CMRY dengan Ichimoku Cloud Saham $CMRY belakangan ini menunjukkan pergerakan yang variatif. Untuk analisis teknis, kita bisa menggunakan Indikator Ichimoku Cloud. Dengan melihat data harga buka dan tutup, kita mencari sinyal bullish atau bearish berdasarkan posisi harga terkait cloud. Perhatikan resistance dan support-nya untuk meminimalkan risiko.
Laporan keuangan kuartal 3 CMRY telah terbit. CMRY berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.964.345.000.000 pada kuartal ini. Pendapatan ini naik 21.00% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.623.602.000.000. Pada kuartal ini CMRY meraup profit sebesar Rp344.595.000.000, total profit ini naik 16.00% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp297.455.000.000. Dengan total pendapatan dan profit CMRY pada kuartal ini, CMRY mencatat profit margin sebesar 0.17% atau lebih kecil dari tahun lalu yang sebesar 0.18%.
Analisis Fibonacci Retracement pada $CMRY Dalam technical analysis, Fibonacci Retracement bisa membantu kita memprediksi potensi pembalikan harga. Melihat data $CMRY , titik tertinggi ada di 5000 dan terendah di 4540 selama periode tersebut. Menggunakan level Fibonacci, kita tentukan level kunci, misal di 4700, 4800, dan 4900. Perhatikan pergerakan di area ini Tetap peduli risiko, selalu gunakan stop-loss untuk melindungi investasi kita.
Analisis Saham CMRY Setelah Lepasnya Kepemilikan Saham oleh Komisaris Dalam beberapa waktu terakhir, saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk ($CMRY ) menjadi sorotan setelah komisaris perusahaan, Wenzel Sutantio, melepas sebagian kepemilikannya. Dari laporan terbaru, Wenzel menjual lebih dari 8 juta saham pada harga Rp5.500 per saham, menghasilkan total transaksi sebesar Rp45,06 miliar. Langkah ini membuat kepemilikan Wenzel dalam $CMRY berkurang dari 7,18% menjadi 7,08%. Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa harga penjualan jauh lebih tinggi dari harga penawaran awal (IPO) pada Rp3.080 yang dilakukan pada Desember 2021. Fakta ini menandakan bahwa saham CMRY telah mengalami kenaikan harga sebesar 78,57% sejak IPO. Dari sisi fundamental, kinerja keuangan $CMRY menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pada periode laporan keuangan terakhir, $CMRY mencatat laba bersih Rp1,15 triliun, naik 19,56% secara tahunan per September 2024. Pendapatan perusahaan juga naik 15,58% yoy menjadi Rp6,63 triliun. Salah satu hal yang menonjol adalah bahwa kenaikan beban pokok penjualan hanya sebesar 8,47% yoy, lebih lambat dibandingkan kenaikan pendapatan. Hal ini menunjukkan efisiensi operasional $CMRY yang berkontribusi pada pertumbuhan laba usaha sebesar 22,12% yoy. Untuk investor yang mempertimbangkan $CMRY, faktor fundamental perusahaan yang kuat menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, mengingat adanya aksi jual oleh salah satu internal perusahaan, penting untuk tetap berwaspada terhadap kemungkinan adanya penyesuaian harga pasar dalam jangka pendek. Strategi terbaik adalah memantau perkembangan pasar dan laporan keuangan berikutnya untuk memastikan titik masuk yang tepat. Jika $CMRY berhasil mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba, saham ini dapat menjadi pilihan menarik untuk portofolio jangka panjang.
Analisis Teknis Saham $CMRY dengan Ichimoku Cloud Saham $CMRY belakangan ini menunjukkan pergerakan yang variatif. Untuk analisis teknis, kita bisa menggunakan Indikator Ichimoku Cloud. Dengan melihat data harga buka dan tutup, kita mencari sinyal bullish atau bearish berdasarkan posisi harga terkait cloud. Perhatikan resistance dan support-nya untuk meminimalkan risiko.